• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Zakky Mubarok

Kesucian Hati dan Rongrongan Hawa Nafsu

November 6, 2024
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Kesucian Hati dan Rongrongan Hawa Nafsu

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

liputan9news by liputan9news
November 6, 2024
in Syiar Islam
A A
0
Zakky Mubarok

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Musytasar PBNU/Foto: Liputan9news

496
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Manusia sebagai makhluk yang mulia dibekali oleh Allah s.w.t. dua potensi yang berlawanan dan besifat antagonis. Dua potensi inilah yang terus aktif saling menyerang dan mengalahkan. Apabila manusia dapat mengembangkan akal dan nuraninya serta diikuti dengan baik, maka akan menjadi makhluk yang paling mulia, bahkan melebihi para malaikat. Sebaliknya, apabila manusia terbelenggu oleh hawa nafsunya sendiri, ia akan menjadi makhluk yang paling hina, bahkan lebih hina dari hewan ternak.

Manusia merupakan makhluk yang kontroversial, bisa menjadi makhluk yang terbaik yang tidak bisa dikalahkan oleh makhluk lain, sebaliknya juga bisa menjadi makhluk yang paling buruk dan tercela. Bagaimana kondisi seseorang untuk bisa mengembangkan potensi kesucian hatinya, termasuk potensi akal dan pikiran, maka ia akan selalu mengikuti petunjuk Allah dan rasul-Nya dalam segala kehidupan, baik kehidupan lahiriah, maupun batiniahnya. Sebaliknya, mereka yang terjerembab dalam kemauan hawa nafsu, akan selalu menjauh dari petunjuk Allah dan rasul-Nya, sebaliknya ia akan tertipu oleh kemewahan duniawi dan rayuan iblis yang akan menyengsarakannya.

Manusia ditunjuki oleh Allah s.w.t. dengan dua jalan, yaitu jalan mendaki dan menurun. Jalan mendaki memang harus ditempuh dengan segala usaha dan perjuangan, ditempuh dengan ketabahan dan kesabaran. Hasil terakhir mengikuti jalan yang mendaki adalah kemuliaan dan kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Sebaliknya jalan menurun sangat mudah menggelincirkan manusia sehingga mereka terjebak dalam hawa nafsu. Mereka senang berfoya-foya dengan kemewahan duniawi, tergiur oleh kemilaunya dunia, sehingga mengakibatkan mereka lupa pada tugas sesungguhnya, yaitu untuk beribadah kepada Allah s.w.t. dan beramal shaleh. Jalan menurun itu mengantarkan manusia terjerembab dalam lembah kehinaan dan kesengseraan, baik dalam kehidupan dunia, maupun dalam kehidupan akhirat.

BeritaTerkait:

Jaminan Bagi Manusia yang Bertakwa

Khutbah Jumat: Hati yang Mati di Tengah Kesibukan Duniawi

Sumber Ketaatan dan Pembangkangan

Khutbah Jum’at: Lima Kunci Ketenangan dan Kelapangan Hati

Allah s.w.t. telah mengilhamkan pada diri manusia, jalan menuju takwa dan kemuliaan. Di samping itu manusia juga diberikan potensi untuk melakukan perbuatan dosa dan perbuatan keji. Oleh karena itu, berbahagialah dengan kebahagiaan yang sesungguhnya, mereka yang menjaga kesucian hatinya. Mereka terus meningkatkan iman dan amal shalehnya menuju ketakwaan yang lebih sempurna. Sebaliknya, amat celakalah orang-orang yang mengotori jiwanya dengan perbuatan dosa, perbuatan tercela dan perbuatan keji.
Sebagai manusia yang ingin meraih kesuksesan duniawi dan ukhrawi, serta kebahagiaan yang abadi, pasti mereka akan tetap menjaga kesucian hati nuraninya. Mererka memperbanyak amal kebajikan, mendekatkan diri kepada Allah s.w.t., dan menjadikan dirinya bisa mendatangkan kemaslahatan bagi sesama.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS. Al-Munafiqun, 63:09-10).

Kalau kesucian hati dan kebersihan nurani manusia mengarahkan kepada kebajikan, sebaliknya hawa nafsu dan bisikan syaitan menjerumuskan manusia pada kehinaan dan penyesalan yang tiada tiara.

ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةٗ مِّنۡهُ وَفَضۡلٗاۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (QS, al-Baqarah, 02:268).

Dengan dua macam potensi pada manusia yang bertentangan dan bersifat antagonis itu, maka bagi orang-orang yang ingin meraih kesuksesan dan keberhasilan harus bersikap tegas memilih kesucian hati sanubari dan mengikuti petunjuk yang agung dari Allah s.w.t.. Dengan tegas harus menolak segala macam kecenderungan yang ditimbulkan oleh hawa nafsu dan keinginan pada kemewahan duniawi yang selalu menipu umat manusia.

Dr. KH. Zakky Mubarok Syakrakh, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Tags: HatiHawa NafsuKesucianNafsuRongrongan
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)
Syiar Islam

Jaminan Bagi Manusia yang Bertakwa

by liputan9news
April 7, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Salah satu tujuan dari dilaksanakannya ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain, diharapkan agar manusia menjadi orang-orang yang bertakwa,...

Read more
Masjid Al Aqso Yerussalim, Palestina

Khutbah Jumat: Hati yang Mati di Tengah Kesibukan Duniawi

October 18, 2025
Intelektual Muslim

Sumber Ketaatan dan Pembangkangan

September 13, 2023
Masjid Nabawi

Khutbah Jum’at: Lima Kunci Ketenangan dan Kelapangan Hati

August 1, 2023
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In