• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Abdul Jalil Mustaqim, Mursyid Thariqah Syadziliyah wal Qodiriyah wan Naqsabadiyah Pondok PETA Tulungagung Jawa Timur

Biografi KH. Abdul Djalil Mustaqim, Ulama Thariqah yang Menjadi Mursyid Sejak Kanak-kanak

January 9, 2025
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggelar kegiatan Milad ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Menggelar Kegiatan Milad Ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

January 30, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Tokoh

Biografi KH. Abdul Djalil Mustaqim, Ulama Thariqah yang Menjadi Mursyid Sejak Kanak-kanak

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
January 9, 2025
in Tokoh
A A
0
KH. Abdul Jalil Mustaqim, Mursyid Thariqah Syadziliyah wal Qodiriyah wan Naqsabadiyah Pondok PETA Tulungagung Jawa Timur

KH. Abdul Jalil Mustaqim (1942-2005), Mursyid Thariqah Syadziliyah wal Qodiriyah wan Naqsabadiyah Pondok PETA Tulungagung Jawa Timur

522
SHARES
1.5k
VIEWS

Tulungagung | LIPUTAN9NEWS

KH. Abdul Djalil Mustaqim adalah putera KH. Mustaqim yang menjadi penerus garis kemursyidan Thariqah Syadziliyah sekaligus Pengasuh Pondok PETA Tulungagung. Ia lahir pada tahun 1942 M.

Sebelum kelahirannya, banyak ulama yang sudah memprediksi bahwa ia akan menjadi ulama besar. Salah satunya KHR. Abdul Fattah Mangunsari Tulungagung yang mengatakan kepada ibunya Nyai Halimah Sa’diyah dengan Bahasa Jawa,

“Nyai, anak yang ada di dalam kandunganmu kelak akan menjadi pakunya tanah Jawa.” ujar KHR. Abdul Fattah Mangunsari Tulungagung.

BeritaTerkait:

Ponpes Al-Istighotsah akan Menggelar Peringatan Haul Ke-23 KH Mahfudz Syafi’i

JATMAN Akan Menggelar Baiat Syadziliyah Ad Dalhariyyah Watucongol

Ketua PBNU Minta JATMAN Rutin Gelar Diskusi Tasawuf dan Tarekat

Ciri Wali (Kekasih) Allah: Tidak ada Rasa Takut dan Larut dalam Kesedihan

Benar saja, tepat di tahun 1947 M, ketika Kiai Abdul Djalil masih berusia 5 tahunan, ia telah di bai’at thariqah oleh Syekh Abdur Rozaq at-Tarmasi Pacitan Jawa Timur.

Pada saat itu, Syekh Abdur Rozaq ingin mengadopsinya sebagai anak, namun sang ibu merasa keberatan. Karena tidak diizinkan untuk mengadopsi, Syekh Abdur Rozaq tetap meminta izin untuk membawa Kiai Abdul Jalil ke suatu tempat.

Menurut cerita Kiai Abdul Djalil, ia dipanggul oleh Syekh Abdur Rozaq berjalan mengelilingi alun-alun Tulungagung, di sinilah ia diba’at.

Setelah dibai’at oleh Syekh Abdur Rozaq, pada usianya ke-11 tahun, ia sudah diajari dan disuruh oleh ayahnya, Kiai Mustaqim untuk menggantikannya membai’at murid-muridnya. Padahal saat itu ia masih hobi bermain layangan dan bercelana pendek. Hal ini terus berlangsung hingga ayahnya wafat pada tahun 1970 M.

Pendidikan Kiai Abdul Djalil

Sejak kecil, Kiai Abdul Djalil dididik langsung oleh kedua orang tuanya. Di samping itu, ia juga belajar ilmu dasar-dasar agama seperti mengaji al-Qur’an, Fiqh, Akhlak kepada KH. Ahmad Suja’i, seorang tokoh agama yang tidak jauh dari rumahnya serta bersekolah di SMDP Tulungagung.

Setelah lulus dari SMDP Tulungagung sekitar tahun 1958, pada akhir 1959 di usianya yang ke-16 tahunan, Kiai Abdul Djalil memperdalam ilmu agama di pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri selama dua tahun di bawah asuhan KH. Achmad Djazuli Utsman, saat itu ia menempati di komplek Darussalam atau komplek “D”.

Selama di pesantren, Kiai Abdul Djalil sangat menghormati dan memuliakan kiainya. Ia memiliki kebiasaan membalikkan terompah kiainya itu, baik ketika berada di rumah atau di masjid.

Sehingga ketika Kiai Djazuli masuk ke rumah atau ke dalam masjid, maka terompah yang semula menghadap ke arah dalam, akan selalu dibalik ke arah luar oleh Kiai Abdul Djalil.

Kebiasaan ini akhirnya dihafal betul oleh Kiai Djazuli, sampai-sampai ketika Kiai Djazuli akan mengenakan terompah dan keadaannya tidak terbalik (tetap mengarah ke dalam), maka ia bertanya kepada santri lain dengan bahasa jawa “Gus Djalil apa sedang pulang?”

Kiai Abdul Djalil juga pernah bercerita bahwa selama menuntut ilmu di sana, setiap kali ia pulang dan akan berangkat kembali ke pondok, ia sering mendengar suara binatang seperti burung, ikan yang mendo’akannya agar diberikan ilmu yang bermanfaat. Kejadian ini terus berlangsung sampai ia mondok di Mojosari Nganjuk.

Setelah belajar ilmu agama di pondok Al-Falah Ploso Mojo Kediri selama dua tahun, tepatnya di tahun 1961, Kiai Abdul Djalil pindah ke pesantren Mojosari Nganjuk di bawah asuhan KH. Manshur yang mana ia merupakan pengganti KH. Zainuddin Mojosari yang terkenal menjadi wali agung.

Selain menjadi santri di Mojosari, Kiai Abdul Djalil juga sempat nyambi kuliah di Jurusan Bahasa Arab IAIN Tulungagung. Namun tidak sampai tuntas karena hanya berlangsung selama dua tahun. Ketika itu, kakaknya, KH. Arif Mustaqim menjadi salah satu dekan di kampus tersebut.

Karamah Kiai Abdul Djalil

Sejak kecil, Kiai Abdul Djalil sudah menampakkan perbedaan dibanding anak-anak lain pada umumnya. Ia dianugerahi Allah terbukanya mata hati (mukasyafah) sehingga ketika menuntut ilmu agama di pesantren Mojosari Nganjuk, ia pernah diperdengarkan suara dari dalam kubur.

Pada suatu hari, Kiai Abdul Djalil sedang melewati pemakaman umum desa tetangga Mojosari. Tiba-tiba ada suara memanggil-manggil namanya, suara itu minta tolong dengan bahasa jawa, “Mbah Djalil kesini, saya minta tolong.”

Kemudian Kiai Abdul Djalil mendekat ke arah sumber suara itu. Ternyata suara tersebut bersumber dari arah makam seorang perempuan yang menyampaikan permohonannya agar kiai berkenan menemui anaknya yang bernama Fulan yang alamatnya desa ini.

“Mbah Djalil, tolong sampaikan kepada anak saya agar mengirimi do’a (selamatan/hajatan) untuk saya, sebab sudah lama ia tidak kirim do’a untuk saya”.

Singkat cerita akhirnya Kiai Abdul Djalil menemui Fulan yang dimaksud si mayit. Setelah diceritakan panjang lebar, terkejutlah si Fulan karena ia merasa memang sudah lama tidak mengirimkan do’a untuk almarhumah ibunya lewat selamatan/hajatan.

Setelah si Fulan mengadakan selamatan untuk ibunya, selang beberapa hari kemudian Kiai Abdul Djalil melewati pemakaman umum itu lagi. Ia dipanggil si mayit yang intinya mengucapkan terima kasih dan menyampaikan bahwa anaknya sudah berkirim do’a untuknya.

Selain peristiwa di atas, ada peristiwa lain yang diceritakan langsung dari H. Ali Imron bin Ghozali Ringinrejo, Kediri.

Pada suatu hari Kiai Abdul Djalil dan H. Ali Imron sedang menunggu di sebuah gubuk yang disediakan untuk orang-orang yang akan menaiki perahu getek, setelah perahu hampir terisi penuh, si tukang perahu mengajak untuk segera naik perahu, namun ia tidak bersedia seraya berkata,

“Sudah, kamu berangkat saja dahulu, saya nanti saja. Ini, rokok”

Kemudian Kiai Abdul Djalil menyuruh H. Ali Imron untuk memberi sebungkus rokok kepada tukang perahu tersebut. Pada saat perahu sudah di tengah sungai Brantas, barulah Kiai Abdul Djalil mengajak H. Ali Imron untuk menyeberang dengan berjalan kaki sambil membaca shalawat terus-menerus.

Kemudian dua orang itu turun ke sungai dan berjalan ke arah seberang sungai. Kedua kaki Kiai Abdul Djalil dan H. Ali Imron masuk ke dalam air hanya sampai di bawah lutut, padahal kedalaman sungai itu bisa mencapai antara tiga sampai empat meter. Melihat kejadian itu, tukang perahu dan semua penumpang menjadi takjub luar biasa.

Penampilan Sehari-hari Kiai Abdul Djalil

Penampilan sehari-hari Kiai Abdul Djalil selalu rapi, bersih, segar dan ceria. Rambutnya selalu tersisir rapi, serta kumis, kuku, jenggot dan cambang selalu di potong saat panjang.

Kiai Abdul Djalil juga selalu berbau harum, sebab di sakunya selalu terdapat botol kecil minyak wangi. Minyak wangi ini selalu ia usapkan ke telapak tangan dan bajunya. Sehingga, ketika para tamu bersalaman dan mencium tangannya, mereka akan mencium aroma wangi.

Dalam berpakaian sehari-hari, Kiai Abdul Djalil selalu berpenampilan sederhana yakni bersarung, berkopiah hitam dan kaos oblong warna putih atau berbaju koko apabila menemui tamu. Sedangkan saat bepergian biasanya ia mengenakan celana panjang berwarna hitam lengkap dengan alat pinggangnya, kemeja lengan panjang atau pendek yang dimasukkan di dalam celana serta berkopiah hitam.

Namun semua barang yang pakai mulai baju, celana, ikat pinggang, dompet, korek api, arloji, dan alas kaki adalah barang-barang berkualitas tinggi yang tentu saja tidak menggelapkan matanya dari silaunya dunia, karena yang di hatinya hanya ada Allah Swt. semata.

Wafatnya Sang Mursyid

Kiai Abdul Djalil kembali ke hadirat Allah Swt. sekitar pukul 01.30 dini hari, pada Jum’at Wage, Januari 2005. Sebelum wafat, ia mengalami sakit selama tujuh hari dan dirawat di Rumah Sakit ORPEHA, Tulungagung.

Kiai Abdul Djalil di makamkan di dalam kawasan Pondok PETA Tulungagung bersama ayahandanya KH. Mustaqim bin Husain. (ASR)

Sumber: JATMAN
Tags: Hasbulloh MarzukiKH Mahfudz SyafiiKH. Abdul Jalil Mustaqim (1942-2005)KH. Mahfudz Syafi'ieMursyid Thariqah Syadziliyah wal Qodiriyah wan Naqsabadiyah Pondok PETA Tulungagung Jawa TimurNaqsabandiyahQodiriyahSyadziliyahSyekh Mustaqim bin HuseinTasawuf
Share209Tweet131SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ponpes Al-Istighotsah akan Menggelar Peringatan Haul Ke-23 KH Mahfudz Syafi’i
Agenda

Ponpes Al-Istighotsah akan Menggelar Peringatan Haul Ke-23 KH Mahfudz Syafi’i

by Liputan9 | Bekasi
January 6, 2026
0

KABUPATEN BEKASI | LIPUTAN9NEWS Pondok Pesantren Al-Istighotsah dan Thoriqah El-Mu'tabarah El-Syadziliyah El-Qodiriyah Bulak Kapal, Kota Bekasi akan menngelar kegiatan Haul...

Read more
Media Sembilan Nusantara

JATMAN Akan Menggelar Baiat Syadziliyah Ad Dalhariyyah Watucongol

November 19, 2025
Ketua PBNU Minta JATMAN Rutin Gelar Diskusi Tasawuf dan Tarekat

Ketua PBNU Minta JATMAN Rutin Gelar Diskusi Tasawuf dan Tarekat

November 5, 2025
Wali Kekasih Allah

Ciri Wali (Kekasih) Allah: Tidak ada Rasa Takut dan Larut dalam Kesedihan

October 28, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In