• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. Muhtadi

Kemacetan Berpikir

October 11, 2022
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kemacetan Berpikir

Oleh: Dr. Muhtadi, (Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta)

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
October 11, 2022
in Uncategorized
A A
1
Dr. Muhtadi

Dr. Muhtadi, Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fidikom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

507
SHARES
1.4k
VIEWS

Masyarakat kadangkala terjebak pada kemacetan berpikir. Dimana hal ini juga dapat merugikan  bagi masyarakat itu sendiri. Dimana biaya dan dampak negatif juga akan cukup besar bagi masyarakat dan negara. Masyarakat yang pendek pikir, cepat marah dan gemar melakukan kekerasan baik psikis maupun fisik merupakan dampak negatif dari kemacetan berpikir.

Era digital juga menambahkan kedalaman dari kemacetan berpikir itu. Karena ketekunan untuk melakukan kegiatan membaca itu menurun drastis. Karena platform media digital dengan budaya instan menyertai telah memacetkan sebagian dari kita untuk berpikir kritis. Kecepatan itu menyebabkan tidak ada ruang yang luas untuk kita menjadi manusia berpikir, rasional dan merenung.

Kemajuan teknologi informasi yang cukup pesat ini belum maksimal untuk menyediakan ruang ruang dialog yang penuh empati, saling menghargai dan menghormati di antara warganet. Ruang dialog yang kurang komunikatif dan mencerahkan ini menjadi input bagi kemacetan berpikir. Ruang dialog di dunia maya dipenuhi kegaduhan, terkadang caci maki dan miskin etika sopan santun. Percakapan warga di media sosial tumbuh dengan polarisasi dan keterbelahan efek dari konstetasi pemilihan presiden maupun kepala daerah. Media sosial dalam konteks ini ikut serta menjadi instrumen misalnya konten radikalisme

BeritaTerkait:

Koperasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

Hati yang Buta, Hati yang Rusak (Antara Hati dan Qolbu, Korelasi Dzikir dan Kelurusan Berpikir)

Apa dampak kemacetan berpikir bagi bangsa dan masyarakat kita? Pertama, tindakan masyarakat seringkali tidak rasional. Misalnya masyarakat senang mencaci maki, menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan tidak berpikir panjang. Kedua, masyarakat akan jauh dalam mencapai kemajuan pada bidang teknologi, sosial, budaya,dan lainnya. Masyarakat atau bangsa ini akan berjalan dengan lamban untuk membangun teknologi dan kemajuan lainnya yang sudah dicapai negara-negara lain.

https://twitter.com/Liputan9id/status/1579726878369546240?s=20&t=3D41c9dvRat-4vNyYRxplQ

Masyarakat yang memiliki kemajuan teknologi dalam berbagai sektor dihasilkan dari proses panjang dari mereka yang gemar membaca dan berpikir sebagai fondasinya. Karya kreatif dan Inovasi teknologi dan lainnya lahir karena masyarakat berpikir secara konsisten. Sehingga melahirkan karya yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dalam menghadapi segenap masalah dan mengelola potensi yang dimiliki.

Tingkat minat baca juga dapat berkontribusi pada kemacetan berpikir. Menurut data UNESCO, minat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Maknanya bahwa hanya ada 1 dari 1.000 orang yang rajin membaca. Berdasarkan data tersebut menyebabkan posisi Indonesia di peringkat terendah kedua versi UNESCO.

Agar kemacetan berpikir itu tidak terwujud di masyarakat, karena biayanya cukup mahal untuk membayarnya, ada dua hal perlu dilakukan yakni. Pertama, proses peningkatan literasi agar bertambahnya individu yang rajin membaca perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.  Setiap tanggal 17 Mei kita memperingati hari buku, tentu saja tidak hanya berhenti pada perayaan saja, perlu dilanjutkan dengan gerakan-gerakan yang konsisten untuk menumbuhkan dan meningkatkan daya baca masyarakat.

Sehingga bangsa ini dapat meningkatkan jumlah orang  rajin membaca. Kalau sekarang ini berdasarkan data UNESCO hanya 1 orang dari 1000 penduduk Indonesia yang rajin membaca. Hal ini dapat kita ubah secara signifikan dua tahun ke depan, misalnya 100 orang dari 1000 penduduk ini rajin membaca.

Kedua, perlu diciptakan kondisi  dialog yang saling menghargai dan menghormati baik di daring maupun luring. Kondisi diwujudkan agar kehidupan kita tidak gaduh dan tidak penuh dengan ujaran kebencian. Tetapi ruang dialog itu penuh dengan pemikiran positif, inovatif dan mencerahkan serta toleransi terhadap pemikiran yang berbeda.

Pada konteks ini, perlu ditumbuhkan budaya dialog yang tetap menghargai perbedaan pendapat dengan tidak saling menyalahkan. Budaya dialog yang selalu mencari titik temu walaupun berbeda. Dialog yang dilandaskan untuk mencari solusi dan  menghidupkan proses mendamaikan bukan saling meniadakan. Dialog yang meniscayakan penghormatan atas hak orang lain untuk berpendapat.

Untuk itu, budaya membaca publik yang meningkat dan ruang dialog tidak diskriminatif adalah faktor penting untuk menghalangi timbulnya kemacetan berpikir publik. Kemacetan berpikir terlalu mahal biaya  jika tidak diurai untuk diselesaikan. Bangsa ini akan tidak produktif dan maju, jika kemacetan berpikir itu terwujud di masyarakat. Semoga bangsa ini tidak terjebak pada kemacetan berpikir tersebut.

Dr. Muhtadi, Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta dan Wakil Ketua II Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI), tempat tinggal Kompleks Perumahan Muslim  Al Falaah 3 Blok H.15, RT. 04/RW. 021 Jl. Salak, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. HP: 085716251155, email: muhtadi@uinjkt.ac.id

Tags: BerpikirTedi Muhtadi
Share203Tweet127SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Dr. Muhtadi
Uncategorized

Koperasi untuk Pemberdayaan Masyarakat

by liputan9news
May 3, 2023
1

Robert Owen (1771-1858) adalah seorang berkebangsan Skotlandia yang memperkenalkan koperasi. Setelah itu, koperasi ini berkembang di negara-negara Eropa lainnya. Di...

Read more
Hati yang Buta, Hati yang Rusak (Antara Hati dan Qolbu, Korelasi Dzikir dan Kelurusan Berpikir)

Hati yang Buta, Hati yang Rusak (Antara Hati dan Qolbu, Korelasi Dzikir dan Kelurusan Berpikir)

February 10, 2023
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    1 month ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2540
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In