• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Mengenal Kitab Cempaka Dilaga Karya Syaikh Tubagus Bakri Sempur Plered Purwakarta

Mengenal Kitab Cempaka Dilaga Karya Syaikh Tubagus Bakri Sempur Plered Purwakarta

October 14, 2022
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Mengenal Kitab Cempaka Dilaga Karya Syaikh Tubagus Bakri Sempur Plered Purwakarta

Oleh : KHM Hamdan Suhaemi

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
October 14, 2022
in Tasawuf
A A
0
Mengenal Kitab Cempaka Dilaga Karya Syaikh Tubagus Bakri Sempur Plered Purwakarta
572
SHARES
1.6k
VIEWS

Riwayat Singkat
Diantara ulama sepuh daerah Pasundan Jawa Barat selain Mama Gentur adalah Mama Sempur Plered. Kebetulan keduanya itu guru dari almarhum kakek saya. Mama Sempur ini ulama besar yang kharismatik dan sangat masyhur pada dekade 1930-1975 M.

Mama Sempur bernama asli Tubagus Ahmad Bakri yang lahir pada tahun 1255 H atau tahun 1839 M di Citeko Plered Purwakarta, putera dari Syaikh Tubagus Sayida bin Syaikh Tubagus Arsyad, seorang Qodli Agung Kesultanan Banten. Ayahnya ini hijrah dari Banten ke Plered dan tidak meneruskan jejak orang tuanya bertugas menjadi Qodli kesultanan.

Kakeknya Mama Sempur ini adalah keturunan langsung dari Sultan Banten, ini berdasarkan salah satu karya Mama Sempur yang berjudul Tanbihul Muftarin (hlm : 22), silsilah dari ayahnya sampai kepada Rasulullah S.a.w melalui jalur Kesultanan Banten dari Dinasti Azmatkhan. Silsilah lengkapnya adalah sebagai berikut:

BeritaTerkait:

Tashoruf Imam atas Rakyat, Kritik Siyasah Pemerintahan Yang Sah

Meneruskan Sanad Ulama Nusantara

Menolak Cerita-Cerita Ngawur

Sahur, Imsak dan Buka

  1. Syaikh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri bin
  2. Syaih Tubagus Sayida bin
  3. Syaikh Tubagus Hasan Arsyad al-Bantani bin
  4. Maulana Muhammad Mukhtar al-Bantani bin
  5. Sultan Abu al-Fath Abdul Fattah (Sultan Ageng Tirtayasa) bin
  6. Sultan Abu al-Ma’ali Ahmad bin
  7. Sultan Abdul Mafakhir Mahmud Abdulqadir bin
  8. Sultan Maulana Muhammad Nashruddin bin
  9. Sultan Maulana Yusuf bin
  10. Sultan Maulana Hasanuddin bin
  11. Sultan Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Cempaka Dilaga
Salah satu dari karya pemikiran Mama Sempur terdapat karya yang beliau juduli ” Cempaka Dilaga “. Terdengar unik dan sangat Nusantara. Dalam kitab Cempaka Dilaga tersebut ditulis menggunakan huruf Arab, tapi isi tulisannya adalah Bahasa Sunda tentang usaha atau wirausaha. Tema yang jarang diulas oleh seorang ulama besar, karena rerata yang ditulis pasti tentang ajaran dan ilmu agama.

Kitab Cempaka Dilaga rampung ditulis oleh Mama Sempur pada Senin tanggal 8 Dzulhijjah 1378 Hijriyah atau 15 Juni 1959 Masehi. Kemudian dicetak di akhir bulan Robiul Tsani ( Silih Mulud ) tahun 1382 H.

Dalam kitab Cempaka Dilaga terdapat 5 fashal, dari fashal 1 hingga fashal 5, Mama Sempur mengulas Hadis Rosulillah S.a.w yang erat dengan soal Kasab atau usaha. Kitab ini ditulis hingga 23 halaman.

Fashal 1
Dalam fasal 1 ini, Mama Sempur menuliskan hadis Rosulillah S.a.w dan menjelaskannya dengan Bahasa Sunda.

احرثوا فإن الحرث مبارك و أكثروا فيه من الجماجم

” Kudu peupeulakan maraneh kabeh umat, mangka setemen-temenna usaha peupeulakan eta di berkahkeun jeung kudu ngelobakeun maraneh kabeh dina peupeulakan teh tina pirang-pirang bibinihan ulah ngan sahiji warna”.

Fashal 2
Fasal ini, Mama Sempur menulis beberapa hadis yang intinya melarang usaha haram, baik barang jualannya maupun proses jual belinya atau cara mendapatkan barang usahanya.

قال النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ثمن الكلب وثمن الدم و كسب البغي

” Kanjeng Nabi parantos nyegah tina harga anjing jeung tina harga arak jeung tina ladang maros jeung tina ladang lacur jeung tina ladang maceukeun “.

Fashal 3
Mama Sempur dalam fashal 3 ini menekankan pada seorang muslim agar bersikap baik pada tetangga, welas pada sesama manusia, welas pada hewan dan makhluk lainnya.

عن جرير بن عبد الله عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال من لا يرحم الخلق من مؤمن و كافر و بهاءم مملوكة و غيرها كان يتعهدهم بالاطعام و السقي و التخفيف في الحمل و ترك التعدي بالضرب في الدنيا لا يرحم في الآخرة

“ti Jarir bin Abdillah ti Kanjeng Nabi, Kanjeng Nabi ngandika saha saha jalma eunteu welas ka makhluk ti mukmin jeung kafir ti ingon-ingon Jeung lianna dimilik kaya ngarumati ka eta makhluk kalawan maparinan Hampang Dina babawaan muatan Jeung tinggal banget ngagebuk di Dunya mangka moal dipikaweulas Allah SWT di akheratna”.

Fashal 4
Pada fashal ini, Mama Sempur menghimbau kepada umat Islam untuk taat pada pemerintah, meski sekalipun dalam keadaan pemerintah yang zalim. Tapi tidak boleh taat kepada pemerintah yang menyuruh maksiat, meski demikian tidak boleh melawannya.

عن حذيفة قال رسول الله تسمع و تطيع الأمير و إن ضرب ظهرك و أخذ مالك فاسمع و اطع ( رواه مسلم ).

Fashal 5
Di fashal ini, Mama Sempur hanya mengambil kaidah yang merupakan prinsip menjaga kesatuan, kedamaian dan ketentraman. dan fashal ini adalah fasal terakhir dalam karyanya ini.

أن درء المفاسد اولى من جلب المصالح فإذا تعارضت مصلحة و مفسدة قدم دفعها.

“Seeunyana nulak pirang pirang mafsadat eta lewih utama tibatan narik pirang pirang mashlahat, mangka upami pahiyal mashlahat Jeung mafsadat mangka diwajibkeun ngeuhelaken nulak mafsadat”.

Wafat
Dedikasi Mama Sempur dalam mengisi peradaban Islam di Nusantara ini sungguh banyak dan sangat bermanfaat, terlebih bagi murid-muridnya yang tersebar ke seantero Indonesia.

Mama Sempur atau Syaikh Tubagus Ahmad Bakri bin Syaikh Tubagus Sayida, sang Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Malam Senin, 27 Zulkaidah 1395 H bertepatan dengan 1 Desember 1975 M.

Oleh : KHM Hamdan Suhaemi, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten dan Ketua PW Rijalul Ansor Banten

Tags: Hamdan SuhaemiSyaikh Tubagus Bakri Sempur Plered
Share229Tweet143SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Tashoruf Imam atas Rakyat, Kritik Siyasah Pemerintahan Yang Sah
Opini

Tashoruf Imam atas Rakyat, Kritik Siyasah Pemerintahan Yang Sah

by liputan9news
March 23, 2025
2

Banten | LIPUTAN9NEWS Negara kita ini sudah terhitung matang dalam bernegara dengan indikasi adanya konsistensi ideologis atas konsensus nasional dan...

Read more
Berbuat Bid’ah dengan Menuduh Bid’ah Lainnya

Meneruskan Sanad Ulama Nusantara

September 11, 2024
Hamdan Suahemi

Menolak Cerita-Cerita Ngawur

April 19, 2024
Sikap di Tengah Diantara Perbedaan

Sahur, Imsak dan Buka

March 22, 2024
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In