• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Foto: Ilustrasi

Menyederhanakan NU

November 25, 2025
Mudir JATMAN Kabupaten Bekasi KH. Ishak Sakurdin, Ajak Pengamal Thairiqah Hindari Perselisihan Jaga Persatuan dalam Perbedaan

JATMAN Kabupaten Bekasi dan Pengamal TQN Bersatu Perkuat Kebersamaan dan Keharmonisan

May 12, 2026
Pentingnya Profit and Loss Sharing dalam Perbankan Syariah

Pentingnya Profit and Loss Sharing dalam Perbankan Syariah

May 12, 2026
Heri Jakaria, S.Pd atau yang akrab disapa Herjak, resmi mendaftarkan diri sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun II Desa Karangbaru.

Nomor Urut 4 Jadi Semangat Baru Heri Jakaria di Kontestasi BPD Karangbaru

May 12, 2026
Kornas ARPG : Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y), Bukti Presiden Prabowo Berhasil

Kornas ARPG : Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y), Bukti Presiden Prabowo Berhasil

May 12, 2026
Lirboyo, "Pabrik" Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia

Lirboyo, “Pabrik” Pencetak Ulama yang Mengubah Indonesia

May 12, 2026
Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya, Dorong Transformasi Rokok Ilegal dan Percepatan KEK Tembakau Madura

Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya, Dorong Transformasi Rokok Ilegal dan Percepatan KEK Tembakau Madura

May 12, 2026
PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai

PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai

May 11, 2026
Resonara Podcast Ungkap Strategi Baru Bapenda Palu, dari Tapping Box hingga Pengawasan “Jaragasi”

Resonara Podcast Ungkap Strategi Baru Bapenda Palu, dari Tapping Box hingga Pengawasan “Jaragasi”

May 11, 2026
Ketua BEM PTNU Se-Nusantara, Muhammad Ikhsanurrizqi

Rupiah Terjun Bebas ke Rp17.433/USD, BEM PTNU Se-Nusantara: Alarm Keras Kegagalan Pemerintah Menjaga Stabilitas Ekonomi

May 11, 2026
Kerjasama FBR dan Pemrpop DKI Jakarta Dalam Mengatasi Sampah

FBR Jalin Kerjasama dengan Pemrpop DKI Jakarta dalam Mengatasi Sampah

May 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 12, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menyederhanakan NU

Oleh: Gus Nadir

liputan9news by liputan9news
November 25, 2025
in Opini
A A
0
Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

515
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Kisruh dan dinamika internal PBNU belakangan ini seperti membuka kembali lembaran lama tentang betapa rentannya jam’iyyah ketika struktur kepemimpinan melebar tanpa kejelasan garis komando. Semua pihak merasa memiliki legitimasi—Rais ‘Aam dipilih Muktamar, Ketua Umum juga dipilih Muktamar. Keduanya merasa memegang mandat langsung dari jama’ah, dan di titik inilah roda organisasi mulai tersendat, bahkan berhenti berbulan-bulan.

Dari sini, muncul satu kebutuhan mendesak: menyederhanakan NU.

1. Menata Ulang Struktur Puncak Jam’iyyah

Sudah saatnya NU mempertimbangkan model yang lebih ringkas dan jelas. Pada Muktamar mendatang, posisi yang dipilih langsung oleh Muktamar mungkin cukup Rais ‘Aam saja. Setelah itu, Rais ‘Aam terpilih diberi mandat untuk menunjuk Ketua Umum, bukan melalui kontestasi terbuka.

BeritaTerkait:

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Model ini menyelesaikan dua persoalan sekaligus:

  • Tidak ada lagi dualisme dua figur yang sama-sama merasa dipilih Muktamar;
  • Konsolidasi Syuriyah dan Tanfidziyah menjadi lebih stabil karena Ketua Umum berangkat dari amanah Rais ‘Aam, bukan menjadi “kutub” tandingan.

NU berdiri di atas hikmah tatanan ulama; bukan pertempuran kuasa yang menggerus marwah jam’iyyah.

2. Kemandirian Ekonomi PBNU

Namun inti persoalan jauh lebih dalam dari sekadar struktur. NU perlu mandiri secara ekonomi. Kemandirian ini dimulai dari titik yang paling awal dan paling simbolis: Muktamar.

Muktamar NU harus kembali sederhana, bersahaja, dan berbasis swadaya. Tidak perlu tiket, tidak perlu sangu, tidak perlu fasilitas mewah—apalagi private jet atau charter pesawat oleh pihak ketiga. Semua itu hanya melahirkan ketergantungan, pembelokan loyalitas, dan kooptasi kepentingan yang tidak pernah menguntungkan jama’ah.

Biarlah delegasi PCNU, PCINU, dan PWNU yang hadir datang dengan biaya hasil urunan anggota masing-masing. Muktamar bukan pesta akbar; ini forum musyawarah agama, bukan panggung promosi kandidat atau pertunjukan kemewahan yang bertolak belakang dengan akar tradisi NU.

Muktamar dilaksanakan dengan biaya sendiri, tanpa sumbangan pihak luar. Kita selenggarakan Muktamar sesederhana mungkin.

Jika Muktamar bersih dari ongkos politik, maka kita dapat memilih pemimpin yang memang layak, bukan yang paling banyak menutupi biaya. Kualitas melampaui modal. Integritas lebih tinggi dari lobi.

3. Mengembalikan NU ke Nafas Awal

NU berdiri dari kultur kesederhanaan para kiai kampung: mengajar, membimbing, mengayomi umat dengan apa adanya. Tidak ada glamor. Tidak ada transaksi.

Menyederhanakan NU artinya mengembalikan napas itu:

  • struktur yang jelas,
  • manajemen yang rapi,
  • ekonomi mandiri,
  • dan Muktamar yang kembali menjadi ruang suci musyawarah, bukan medan kontestasi pragmatis.

Dengan begitu, jam’iyyah ini bisa pulih dari sakitnya, kembali berjalan, dan memberi arah nyata bagi jama’ah yang selama ini tetap bergerak meski rumah besarnya sedang retak.

NU terlalu besar untuk dibiarkan kacau, dan terlalu mulia untuk dibiarkan diseret oleh kepentingan jangka pendek. Menyederhanakan NU bukan kemunduran: justru itulah satu-satunya jalan untuk melangkah maju.

Tabik,

Prof. KH. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir yang lahir pada 8 Desember 1973, adalah Rais Syuriah PCI (Pengurus Cabang Istimewa) Nahdlatul Ulama (NU) di Australia dan New Zealand. Menempuh pendidikan formal dalam dua bidang yang berbeda, Ilmu Syari’ah dan Ilmu Hukum, sejak S-1, S-2, dan S-3. Pemegang dua gelar Ph.D. ini memilih berkiprah di Australia, hingga meraih posisi Associate Professor di Fakultas Hukum, University of Wollongong. Namun kemudian, dia “dibajak untuk pindah ke Monash University pada 2015, Monash Law School adalah salah satu Fakultas Hukum terbaik di dunia. Baru setahun pindah ke Monash, beliau sudah diminta mengurusi Monash Malaysia Law Program—sebuah program unggulan melibatkan mahasiswa dari Australia, Kanada, Belanda, Jerman, dan Prancis. Di Kampus Monash, beliau mengajar Hukum Tata Negara Australia, Pengantar Hukum Islam, dan Hukum Asia Tenggara.

Catatan Nadirsyah Hosen atas Klaim “Penambangan Itu Baik, Asal Bukan Bad Mining”

Surat Terbuka Gus Nadir untuk Rais Aam Jam’iyyah Nahdlatil Ulama

Tags: Gus NadirkepemimpinanKetua Umum PBNUMenyederhanakan NUMuktamarNahdlatul UlamaRais Aam PBNUStruktur
Share206Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3
Nasional

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

by Liputan9 | Bekasi
May 8, 2026
0

Kabupaten Bekasi, Liputan9news -Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dinamika menuju suksesi kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia mulai...

Read more
Pertemuan Sesepuh Syuriyah PBNU di Kediaman Rais Aam (05/05/2026)

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

May 7, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

April 30, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

April 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2559
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Mudir JATMAN Kabupaten Bekasi KH. Ishak Sakurdin, Ajak Pengamal Thairiqah Hindari Perselisihan Jaga Persatuan dalam Perbedaan

JATMAN Kabupaten Bekasi dan Pengamal TQN Bersatu Perkuat Kebersamaan dan Keharmonisan

May 12, 2026
Pentingnya Profit and Loss Sharing dalam Perbankan Syariah

Pentingnya Profit and Loss Sharing dalam Perbankan Syariah

May 12, 2026
Heri Jakaria, S.Pd atau yang akrab disapa Herjak, resmi mendaftarkan diri sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun II Desa Karangbaru.

Nomor Urut 4 Jadi Semangat Baru Heri Jakaria di Kontestasi BPD Karangbaru

May 12, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In