JAKARTA | LIPUTAN9NEWS – Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat (2010-2015) KH Imam Jazuli, Lc, MA mengajak para Nahdliyin, Khususnya para Kiai, Gus, alumni pondok pesantren, untuk menghormati Lembaga Syuriyah dan Rais Aam, sebagai pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama.
“Tolong para Kiai, Gus dan alumni pesantren, klta harus menghormati Lembaga Syuriah dan Rois Aam Sebagai pimpinan tertinggi NU, meruntuhkan Institusi Syuriah sama saja meruntuhkan NU itu sendiri,” ujar Kiai Imam Jazuli dalam postingan, Ahad (28/12/2025).
Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon itu, menegaskan bahwa perbedaan pandangan, kritik membangun lumrah disampaikan dengan santun. Jangan sampai ada caci maki atau fitnah. Menurutnya, fanatisme dan kecintaan kepada seseorang jangan sampai menghilangkan akal sehat adab.
“Berbeda pandangan atau sekedar kritik konstruktif boleh saja tapi mohon sampaikan dengan santun, tidak boleh mencaci maki apalagi firnah, Fanatisme atau kecintaan terhadap seseorang yang sedang dibela mati-matian jangan menghilangkan akal sehat dan Adab. Ingat, ini terkait Lembaga Syuriah-Rois Am yang harus kita jaga marwahnya, orangnya boleh berganti tapi institusinya harus kokoh,” terangnya.
Kiai yang akrab dipanggil Kiai Imjaz itu menyebutkan, NU itu organisasi yang telah memiliki AD/ART dan perkum, semuanya harus sesuai mekanisme organisasi. Ia mengatakan kita ini ma’mum, ikuti imam saja meskipun ada yang lebih pintar dari imam.
“Wong kita ini ma’mum, ikuti Imam saja, sekalipun ada Ma’mum lain yang lebih pintar atau syuyukh dari Imam misalnya. NU itu organisasi Kemasyarakat, yang sudah memiliki Ad/Art dan Perkum dan perangkat pengurus organisasi, semuanya harus mengikuti mekanisme organisasi, tidak boleh ada pihak yang ingin memaksakan kehendak bahkan mengatasnamakan Kiai sepuh sekalipun tapi melanggar mekanisme Organisasi. Ini Jamiyyah,” ucap tegas alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir
Kemudian, Kiai Imjaz menyatakan hendaknya berkhuznudzan, jajaran Syuriyah banyak juga Kiai sepuh yang alim dan berintegritas. Serahn kepada Rais Aam pimpinan tertinggi NU untuk memutuskan.
“Serahkan kepada Rois Aam pimpinan tertinggi NU untuk memutuskan, Berhusnudzan lah, beliau dan jajaran syuriah banyak juga Kiai sepuh yang Alim dan berintegritas. AYO tahan emosi, tetep Gunakan Akal sehat,” pungkasnya.
Islah Tercapai, Kiai Miftach dan Gus Yahya Sepakat Gelar Muktamar NU Bersama

























