• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sepakat islah dan mengakhiri konflik internal dalam pertemuan yang digagas kiai sepuh di Lirboyo, Kediri, Kamis (25/12/2025). (Foto: ist/Ai/MSN)

Setelah “Islah”?

January 2, 2026
PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai

PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai

May 11, 2026
Resonara Podcast Ungkap Strategi Baru Bapenda Palu, dari Tapping Box hingga Pengawasan “Jaragasi”

Resonara Podcast Ungkap Strategi Baru Bapenda Palu, dari Tapping Box hingga Pengawasan “Jaragasi”

May 11, 2026
Ketua BEM PTNU Se-Nusantara, Muhammad Ikhsanurrizqi

Rupiah Terjun Bebas ke Rp17.433/USD, BEM PTNU Se-Nusantara: Alarm Keras Kegagalan Pemerintah Menjaga Stabilitas Ekonomi

May 11, 2026
Kerjasama FBR dan Pemrpop DKI Jakarta Dalam Mengatasi Sampah

FBR Jalin Kerjasama dengan Pemrpop DKI Jakarta dalam Mengatasi Sampah

May 11, 2026
Foto: Pintu gerbang Ponpes Lirboyo

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

May 11, 2026
Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Presiden Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Presiden Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

May 11, 2026
Dekan FTIK UIN Datokarama, DLH, dan Dewan Pendiri LS-ADI Bahas Krisis Lingkungan di Palu

Dekan FTIK UIN Datokarama, DLH, dan Dewan Pendiri LS-ADI Bahas Krisis Lingkungan di Palu

May 10, 2026
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
Pertemuan Sesepuh Syuriyah PBNU di Kediaman Rais Aam (05/05/2026)

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

May 7, 2026
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Bagaimana Seharusnya Kita Menyikapi Kekayaan Orang Lain?

May 5, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 12, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Setelah “Islah”?

Oleh: Aguk Irawan MN

liputan9news by liputan9news
January 2, 2026
in Opini
A A
0
Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sepakat islah dan mengakhiri konflik internal dalam pertemuan yang digagas kiai sepuh di Lirboyo, Kediri, Kamis (25/12/2025). (Foto: ist/Ai/MSN)

Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sepakat islah dan mengakhiri konflik internal dalam pertemuan yang digagas kiai sepuh di Lirboyo, Kediri, Kamis (25/12/2025). (Foto: ist/Ai/MSN)

576
SHARES
1.6k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Kata—”ishlah”—pernah amat menggembirakan nahdliyin, bagai janji tentang siang yang teduh. Ia disambut, dengan kelegaan bersama, tak hanya oleh kaum sarungan di seluruh penjuru Nusantara, tapi mungkin juga oleh bangsa jin di alam sana. Ada semacam rasa syukur kolektif: keretakan akan terkatup, perpecahan usai. Ia adalah momen ketika keramat Lirboyo bertua dan berakar: damai dan selesai.

Namun islah, rupanya, adalah “makhluk” yang pemalu. Ia tak selalu datang hanya karena sebuah mufakat struktural yang telah dibacakan. Kita bicara tentang “ishlah” yang hakiki, yang dalam Kitab Tibyan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, mestinya bermakna pembenahan yang menyeluruh, tulus, dan berjangka panjang. Ia bukan sekadar basa-basi diplomatik.

Ia menuntut “taslim”—penyerahan diri sepenuhnya pada kemaslahatan bersama, pada kehendak yang lebih besar dari ego pribadi atau golongan. Tapi kemudian, realitas datang dengan suara yang lebih keras dari puisi. Belum lama janji itu terucap, kegelisahan kembali menggerayangi ruang-ruang batin.

Rois Am yang kita hormati bersama, masih menyebut Gus Zulfa sebagai Pj, sebab belum “dinasakh”, butuh pleno. Kapan pleno? Pertanyaan itu menggantung, tak terjawab. Di sisi lain, gaung berbeda terdengar dari Batang, Gus Yahya menyebut Said Amin Husni sebagai Sekjen PBNU. Dua narasi yang berbeda, dua realitas yang bertabrakan di atas satu panggung “islah” yang sama.

BeritaTerkait:

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Di mana letak “taslim” yang dijanjikan itu? Apakah ia menguap bersama angin, atau hanya tersimpan dalam lemari arsip mufakat yang dingin? Tampaknya, masalahnya bukan pada kata ishlah itu sendiri, melainkan pada ketidaksiapan psikologis para pelakunya.

Damai mungkin bisa diterima secara formal, di lisan, di atas kertas atau meja konsultasi dengan para pejuang yang sudah banyak makan garam. Tetapi, di batin, dinamika masih berkecamuk. Ada jarak yang menganga antara pernyataan publik dan kegelisahan privat. Lisan berkata “selesai”, batin masih menjeritkan “belum.”

Mungkin saja, bagi sebagian orang, “ishlah” adalah ancaman. Ia bukan tahqiq al-mashlahah (realisasi kemaslahatan), melainkan penutup peluang. Mungkin saja ada peluang proyek atau akses kekuasaan yang dipertaruhkan. Dan, bagi mereka yang hidup dari ekosistem konflik, damai adalah musim paceklik. Maka, api ambisi material itu sulit padam.

Ia hanya bisa padam jika para kiai sepuh benar-benar didengarkan, bukan sekadar diposisikan sebagai pemanis bibir dalam upacara seremonial. Sebab, ishlah sejati hanya gagal di hadapan mereka yang bersikeras memelihara luka lama, yang merasa terancam lenyap jika harmoni terwujud.

Bagi mereka yang mencari ridha ilahi, ridha umat—damai justru memperluas napas kehidupan. Ia membuka ruang yang lebih lapang untuk berkhidmat, produktif, dan berpikir jernih. Mungkin saja ishlah yang kita saksikan kemarin lusa itu baru permulaan dari sebuah episode. Ia adalah isyarat bahwa struktur bisa didamaikan, tapi hati manusianya masih perlu waktu.

Waktu untuk benar-benar melepaskan jubah kepentingan dan mengenakan pakaian ketulusan. Butuh kejujuran radikal untuk mengakui bahwa, kadang-kadang, kita lebih mencintai posisi dan jabatan ketimbang keutuhan jamaah.

Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari, dalam kitab At-Tibyan fi al-Nahyi ‘an Muqatha’ati al-Arham wa al-Aqarib wa al-Ikhwan, telah mengingatkan kita dengan liris namun tajam. Beliau menulis tentang hakikat persaudaraan bukan sebagai transaksi, melainkan sebagai “tali Tuhan” yang tak boleh diputus oleh ego.

Kita butuh islah yang melampaui kertas. Islah yang lahir dari rasa takut kepada Allah akan perpecahan umat, bukan islah yang lahir dari kalkulasi kursi. Jika hati belum benar-benar “tuntas”, maka pleno dan pernyatan damai seribu kali pun hanya akan menjadi ajang untuk saling mengunci.

Bagi Kiai Hasyim, perpecahan adalah kegelapan, dan islah adalah upaya menjemput kembali cahaya yang hilang itu. Maka di sanalah, di palung kejujuran itu, Kitab Tibyan Hadratussyaikh menunggu untuk dihayati, bukan sekadar dibaca sebagai mantra. Ia menuntut kita untuk benar-benar bertaqwa, agar hati kita siap menerima damai, kapan pun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Wallahu’alm bishawab.

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc, MA, Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

Tags: Aguk Irawan MNGus YahyaIshlahIslahKetum PBNUKiai MiftachPBNURais Aam PBNU
Share230Tweet144SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3
Nasional

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

by Liputan9 | Bekasi
May 8, 2026
0

Kabupaten Bekasi, Liputan9news -Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dinamika menuju suksesi kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia mulai...

Read more
Pertemuan Sesepuh Syuriyah PBNU di Kediaman Rais Aam (05/05/2026)

Titik Terang! Kiai Tajul Mafakhir Ungkap Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

May 7, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

April 30, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

April 28, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2559
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai

PNIB Berharap Polres Pamekasan dan Polda Jatim Cekal Rizieq Shihab demi Jawa Timur dan Indonesia Aman Damai

May 11, 2026
Resonara Podcast Ungkap Strategi Baru Bapenda Palu, dari Tapping Box hingga Pengawasan “Jaragasi”

Resonara Podcast Ungkap Strategi Baru Bapenda Palu, dari Tapping Box hingga Pengawasan “Jaragasi”

May 11, 2026
Ketua BEM PTNU Se-Nusantara, Muhammad Ikhsanurrizqi

Rupiah Terjun Bebas ke Rp17.433/USD, BEM PTNU Se-Nusantara: Alarm Keras Kegagalan Pemerintah Menjaga Stabilitas Ekonomi

May 11, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In