• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Foto: Ilustrasi

Nabok Nyilih Tangan, Raja Jawa, dan Korupsi Kuota Haji

February 3, 2026
Gus Yahya

Ancaman Dominasi Israel dan AS pada Board of Peace, Terjadi Perpecahan Sikap di Internal PBNU

February 3, 2026
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)

Dukungan PBNU terhadap Board of Peace (BoP) Tuai Kecaman Warga NU

February 3, 2026
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, February 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Nabok Nyilih Tangan, Raja Jawa, dan Korupsi Kuota Haji

Oleh: KM. Imaduddin, M.Hum.

liputan9news by liputan9news
February 3, 2026
in Opini
A A
0
Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

517
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

“Ken Arok adalah Raja Jawa yang berasal dari kasta rendah namun memiliki ambisi tinggi. Ia cerdik, licik, dan ambisius namun dibungkus dengan penampilan sederhana dan ndeso sehingga menarik simpati rakyat Tumapel. Namun tak dapat dipungkiri bahwa darinya lahir raja-raja Jawa pada masa berikutnya.”

Pesona Ken Dedes

Ken Dedes —wanita tercantik di Tumapel (daerah Malang dan sekitarnya kini), permaisuri Tunggul Ametung, penguasa wilayah itu—saat turun dari kereta kencana tanpa sengaja pakaian bagian bawahnya tersingkap karena tertiup angin. Betis dan pahanya yang putih mulus terlihat oleh Ken Arok. Ken Arok terkesima. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Siang malam wajah Ken Dedes menggelayut dalam pikirannya.

Ken Arok mengatur strategi bagaimana caranya merebut Ken Dedes. Dalam pikirannya, satu-satunya cara adalah membunuh Tunggul Ametung. Ia berkonsultasi kepada Lohgawe, seorang Resi ternama. Lohgawe meramal, siapa yang bisa merebut Ken Dedes maka akan menjadi penguasa Tumapel. Nasehat-nasehat Lohgawe menguatkan tekad Ken Arok. Kini misi membunuh Tunggul Ametung bukan hanya soal asmara, tapi bercampur dengan misi politik.

Nabok Nyilih Tangan, Menyusun Rencana Jahat

Ken Arok mendatangi Mpu Gandring, seorang ahli pembuat senjata pusaka. Ia minta dibuatkan keris pusaka yang ampuh. Mpu Gandring menjanjikan satu tahun keris yang dipesan selesai. Tapi Ken Arok tidak mau menunggu terlalu lama. Setelah lima bulan, Ken Arok datang. Mpu Gandring tak menuruti keinginan Ken Arok. Kesal. Ken Arok membunuh Mpu Gandring dengan keris yang dibuatnya sendiri. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mpu Gandring mengucapkan sumpah bahwa keris itulah nanti yang akan membunuh Ken Arok dan tujuh keturunannya.

BeritaTerkait:

Khutbah Jumat: Nisfu Sya’ban Momentum Merajut Perdamaian

KPK Panggil Lagi Fuad Hasan Masyhur Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK periksa Fuad Hasan Masyhur sebagai saksi, Kapan Tersangka?

KPK Panggil Dito Ariotedjo Hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

Ken Arok bukanlah keturunan bangsawan, juga tidak berkasta tinggi. Serat Pararaton menjelaskan bahwa ia berasal dari rakyat biasa yang berkasta rendah. Dia seorang penjahat yang suka merampok dan memperkosa wanita. Namun demikian ia berotak cerdik, juga licik. Ia berhasil masuk ke lingkungan istana dan bersahabat dengan pembesar-pembesar dan perwira-perwira Tumapel. Dia sudah menghitung, membunuh Tunggul Ametung secara terang-terangan atau di dalam istananya adalah perbuatan bodoh, bahkan bunuh diri. Akalnya bekerja. Dia melirik sahabat kentalnya bernama Kebo Ijo yang bisa dipinjam tangannya (nyilih tangan).

Kebo Ijo ini komandan pasukan pengamanan raja. Dia sosok yang mabuk pujian dan ketenaran. Suka menonjolkan kemampuan di depan banyak orang. Sosok seperti inilah yang dibutuhkan Ken Arok untuk menjalankan misinya. Mula-mula ia memamerkan keris Mpu Gandring kepada Kebo Ijo. Kebo Ijo tertarik. Lalu Ken Arok meminjamkan keris itu kepadanya. Kebo Ijo dengan bangga memamerkan keris itu kemana-mana, seolah-olah keris itu miliknya.

Tunggul Ametung Terbunuh, Berdiri Kerajaan Singasari

Suatu malam, Ken Arok mengambil keris itu tanpa sepengetahuan Kebo Ijo. Diam-diam Ken Arok memasuki kamar Tunggul Ametung yang sedang tertidur, lalu menikamnya dan meninggalkan keris itu tertancap di dadanya. Sementara di sudut ruangan, Ken Dedes, istri Tunggul Ametung terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Ia menatap nanar wajah Ken Arok yang tersenyum penuh kemenangan ke arahnya.

Hati Ken Dedes terbelah, antara sedih dan gembira. Sedih, karena ayah dari puteranya Anusapati mati; gembira karena mengingat ia dahulu diambil paksa dari orangtuanya oleh Tunggul Ametung. Ken Dedes menatap jenazah Tunggul Ametung yang bersimbah darah, kemudian mengalihkan pandangan kembali ke arah pemuda gagah di hadapannya. Ia mengingat Ken Arok adalah seorang pemuda biasa (bukan bangsawan) yang sejak dahulu betul-betul mencintainya.

Rakyat Tumapel marah. Semua tuduhan diarahkan kepada Kebo Ijo karena dialah (yang dianggap) pemilik keris Mpu Gandring itu. Ken Arok tampil bak pahlawan. Dia mengejar Kebo Ijo lalu membunuhnya dengan keris Mpu Gandring. Rakyat Tumapel yang tidak mengerti kejadian yang sebenarnya menganggap Ken Arok sebagai pahlawan, sementara Kebo Ijo sebagai penjahat yang terkutuk. Karena itu tak ada yang protes ketika Ken Arok mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Tumapel menggantikan Tunggul Ametung.

Kitab Pararaton mencatat, pada tahun 1222 Ken Arok resmi mendirikan Kerajaan Singasari setelah mengalahkan Kertajaya dari Kerajaan Kediri dalam perang Ganter. Ken Arok mendirikan Wangsa Rajasa dan menggunakan gelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Kelak ia menurunkan raja-raja Jawa selanjutnya. Misi Ken Arok merebut Ken Dedes dan Menguasai Tumapel telah selesai, tapi kutukan keris Mpu Gandring belum selesai.

Anusapati adalah putera Ken Dedes dari Tunggul Ametung. Ketika Tunggul Ametung dibunuh Ken Arok, ia sedang mengandung Anusapati. Sejak kecil Anusapati tak tahu bahwa dirinya sebenarnya bukanlah anak kandung Ken Arok; karena itu ia diperlakukan berbeda dengan putera-putera “ayahnya” yang lain. Yang lebih mengherankan Anusapati lagi, Ken Arok mengangkat Mahisa Wong Ateleng sebagai putera Mahkota, padahal dirinya yang paling tua.

Setelah dewasa Anusapati bertanya kepada ibunya perihal perlakuan “ayahnya”. Ibunya menjelaskan sebenarnya dia bukanlah putera kandung Ken Arok, melainkan Tunggul Ametung yang dibunuh oleh Ken Arok. Mulai saat itu timbul dendam kesumat dalam diri Anusapati. Ia bertekad membalas dendam kematian ayahnya. Ia mengambil Keris Mpu Gandring yang disimpan Ken Dedes.

Hukum Karma Berlaku

Akan tetapi, membunuh Ken Arok secara langsung adalah perbuatan konyol. Seperti dejavu, Anusapati menemukan sosok yang tepat untuk dipinjam tangannya, Ki Pengalasan yang tinggal di desa Batil. Ia adalah pelayan setia Ken Arok sejak puluhan tahun yang lalu, tapi hidup dalam keadaan miskin dan serba kekurangan. Anusapati menyerahkan Keris Mpu Gandring kepadanya dan menjanjikan harta dan beberapa bidang tanah apabila berhasil membunuh Ken Arok.

Karena terhimpit persoalan ekonomi, juga rasa sakit hati karena loyalitasnya disia-siakan oleh Ken Arok, Ki Pengalasan menerima tawaran Anusapati. Pada suatu senja, di saat Ken Arok sedang menikmati makan sore, Ki Pengalasan tiba-tiba muncul dari belakang dan menancapkan keris Mpu Gandring ke punggung Ken Arok. Ken Arok langsung meninggal. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1247 —menurut Negarakertagama tahun 1227.

Setelah misi selesai, Ki Pengalasan segera melapor kepada Anusapati. Namun ia malah dibunuh oleh Anusapati. Anusapati tak ingin ada saksi bahwa yang mengatur semua itu adalah dirinya. Kepada semua orang ia mengumumkan bahwa Ki Pengalasan telah gila dan mengamuk hingga menewaskan raja. Dia tidak menyadari bahwa ada seorang anak Ken Arok yang mengetahui konspirasi jahat itu. Dia adalah Panji Tohjaya, putera Ken Arok dari istri Ken Umang.

Anusapati naik tahta menjadi Raja Singasari. Tak ada yang protes, termasuk putera-putera Ken Arok. Semua menganggap Anusapati berjasa besar, kecuali Tohjaya.

Tohjaya mencari cara membunuh Anusapati. Membunuh terang-terangan tidak mungkin karena Anusapati dijaga ketat oleh pengawal-pengawalnya. Tohjaya menemukan akal. Anusapati ini punya hobi sabung ayam. Suatu hari ia mengajak Anusapati keluar mengadu ayam. Anusapati menurut tanpa curiga. Saat Anusapati asyik menyaksikan ayam bertarung, tiba-tiba Tohjaya menusuknya dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Anusapati pun tewas seketika. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1249 M. Kutukan Mpu Gandring kembali memakan korban.

Tohjaya kemudian naik tahta. Akan tetapi dia pun meninggal. Namun Pararaton dan Negarakertagama tidak mengungkap sebab kematian Tohjaya, apakah kutukan keris Mpu Gandring juga atau bukan.

Sreet.. Balik Ke Masa Kini

Ken Arok adalah Raja Jawa yang berasal dari kasta rendah namun memiliki ambisi tinggi. Ia cerdik, licik, dan ambisius namun dibungkus dengan penampilan sederhana dan ndeso sehingga menarik simpati rakyat Tumapel. Namun tak dapat dipungkiri bahwa darinya lahir raja-raja Jawa pada masa berikutnya.

Penulis melihat ada relevansinya dengan kasus kuota haji di negeri Konoha saat ini. Ada representasi Ken Arok sebagai Raja Jawa, sosok yang disebut mengetahui dan menyetujui pengaturan kuota haji jadi 50:50. Ada representasi Kebo Ijo dan Ki Pengalasan, tokoh yang dikorbankan oleh Raja Jawa. Dan ada Keris Mpu Gandring simbol penegak hukum (KPK). Kita tidak tahu apakah kutukan Mpu Gandring masih berlaku atau tidak—keris itu akan membunuh tuannya sendiri. Lalu, Ken Dedes-nya siapa?

Utara Jakarta, 02 Februari 2026

KM. Imaduddin, M.Hum., Wakil Rais Syuriah PCNU Jakarta Utara

Tags: Gus ImadKorupsi Kuota HajiNabokRaja Jawa
Share207Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Foto: Ilustrasi (MSN 2026)
Khutbah

Khutbah Jumat: Nisfu Sya’ban Momentum Merajut Perdamaian

by liputan9news
January 30, 2026
0

Khutbah Pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ...

Read more
Fuad Hasan Masyhur Bos Travel Maktour (Foto: Ari Saputra/detikcom)

KPK Panggil Lagi Fuad Hasan Masyhur Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

January 27, 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Kompas.com/HARYANTI PUSPA SARI)

KPK periksa Fuad Hasan Masyhur sebagai saksi, Kapan Tersangka?

January 26, 2026
KPK Panggil Dito Ariotedjo hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Panggil Dito Ariotedjo Hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

January 23, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Gus Yahya

Ancaman Dominasi Israel dan AS pada Board of Peace, Terjadi Perpecahan Sikap di Internal PBNU

February 3, 2026
Foto: Ilustrasi

Nabok Nyilih Tangan, Raja Jawa, dan Korupsi Kuota Haji

February 3, 2026
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)

Dukungan PBNU terhadap Board of Peace (BoP) Tuai Kecaman Warga NU

February 3, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In