• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Haidar Alwi

Haidar Alwi: Pancasila Yes, Khilafah No!

July 4, 2023
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Haidar Alwi: Pancasila Yes, Khilafah No!

Oleh: Ir. R. Haidar Alwi MT

liputan9news by liputan9news
July 4, 2023
in Uncategorized
A A
1
Haidar Alwi

Ir. R. Haidar Alwi MT, Tokoh Toleransi Indonesia, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute

498
SHARES
1.4k
VIEWS

Bagi Republik Indonesia, Pancasila merupakan kesepakatan para pendiri agar menjadi pandangan hidup dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dipahami seluruh warga negara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penghayatan yang mendalam atas seluruh nilai-nilai dasar Pancasila akan memperkuat identitas, jati diri, dan karakter masyarakat Indonesia yang berkepribadian Pancasila. Dari seluruh penghayatan itu maka Pancasila merupakan Kiblat dalam Ibadah Kebangsaan. Kiblat seperti pada umumnya merupakan arah dimana kita menghadap dan menuju, maka Pancasila menjadi arah kemana bangsa dan negara ini menghadapkan dirinya.

Nilai-nilai Pancasila sudah lama mengakar dalam sejarah Nusantara, meski secara wujud dan Istilah Pancasila baru muncul pada 1 Juni 2945 ketika disampaikan oleh Ir Soekarno berpidato pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ir Soekarno mengusulkan lima hal yang diberi nama Pancasila, yang merupakan warisan dari nilai-nilai budaya nenek moyang Indonesia.

BeritaTerkait:

Momentum Ramadan, Saatnya Perkuat Toleransi dan Moderasi Beragama

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

PNIB: Natal 2025 Momentum Bangun Toleransi Moderasi Beragama, Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Indonesia

Negara Korporasi Republik Indonesia

Pancasila tidak hanya sebagai dasar atau falsafah Negara (philosophische grondslag), tetapi juga pandangan hidup (weltanschauung), ideologi, perekat segenap elemen bangsa, haluan dan tuntunan dinamis ke arah mana bangsa Indonesia akan melaju. Pancasila ini digali Bung karno dari berbagai kearifan suku-bangsa, agama dan aliran kepercayaan yang telah berurat-berakar dalam sanubari bangsa.

Pancasila Sebagai Kiblat Ibadah Kebangsaan

Sebagai kiblat, Pancasila mencerminkan nilai dan pandangan paling prinsip rakyat Indonesia dalam hubungannya dengan semesta, yakni Tuhan Maha Pencipta. Asas ketuhanan ini sebagai asas fundamental kenegaraan (negara yang berdasar pada Ketuhanan yang Maha Esa).

Nilai ini mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang religius dan atau teisme religius. Demikian pula untuk sila-sila yang lain, yang merupakan satu bagian tak terpisahkan antar sila yang mencerminkan kekeluargaan, cinta sesama, dan cinta keadilan.

Indonesia ditakdirkan menjadi negara yang kaya akan segalanya, kaya sumber daya manusia, kaya sumber daya alamnya, dan berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda agama, berbeda etnis, berbeda budayanya.

Dari seluruh kekayaan dan perbedaan yang ada, Indonesia memiliki Pancasila sebagai kiblat Bersama yang mempersatukan seluruh perbedaan yang ada. Seperti dalam hukum dasar matematika bilangan-bilangan pecahan tidak mungkin bisa dijumlahkan jika tidak memiliki bilangan penyebut yang sama, maka penyebut itu bernama Pancasila.

Pancasila sebagai kiblat dalam ibadah kebangsaan kita harus bisa diaktualisasikan secara objektif dan subjektif. Seluruh gerak, dan sendi kehidupan kebangsaan harus mengarah pada satu kiblat yang sama yakni Pancasila bukan yang lainnya.

Namun disadari bersama dalam mengaktualisasi nilai-nilai Pancasila sangat mungkin ditemukan adanya masalah yang berkaitan dengan hidup kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Solusi terbaik untuk mengatasi persoalan kebangsaan adakah dengan kembali pada nilai-nilai Pancasila.

Pancasila sebagai kiblat bersama tidak cukup hanya dipelajari, tetapi harus diresapi, dihayati, dan dipahami secara mendalam. Pancasila adalah dasar persatuan dan haluan kemajuan-kebahagiaan bangsa. Selama kita belum bisa membumikan nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, selama itu pula bangsa Indonesia tidak akan dapat meraih kemajuan-kebahagiaan yang diharapkan.

Dalam membangkitkan semangat itu, diperlukan kepemimpinan yang dapat memulihkan kembali kepercayaan warga pada diri dan sesamanya. Kekuasaan digunakan untuk menguatkan solidaritas nasional dengan memberi inspirasi kepada warga negara untuk mencapai kemuliaannya dengan membuka diri penuh cinta pada yang lain. Warga menyadari pentingnya keterlibatan dalam kehidupan publik untuk bergotong-royong merealisasikan kebajikan bersama.

Setiap pandangan hidup atau ideologi yang ingin memengaruhi kehidupan secara efektif, tak bisa diindoktrinasikan sebatas upacara, melainkan perlu mengalami apa yang disebut Kuntowijoyo sebagai proses “pengakaran” (radikalisasi). Proses radikalisasi ini melibatkan tiga dimensi ideologis: keyakinan (mitos), penalaran (logos), dan kejuangan (etos).

Pancasila dan Khilafah

Ide Hizbut Tahrir Indonesia tentang penerapan Khilafah Islamiyah sebagai sistem pemerintahan ingin membawa kita pada gerakan formalisasi syariat Islam, gagasan usang dan sudah tidak laku diberbagai negara di seluruh belahan dunia. Indonesia sudah memiliki Pancasila sebagai kiblat dalam berbangsa dan bernegara bukan khilafah atau lainnya.

Perdebatan soal Pancasila dan khilafah mungkin tidak akan berkesudahan secara teoritik, tapi dalam praktik para pendiri bangsa sudah bersepakat menjadikan Pancasila sebagai kiblat dalam ibadah kebangsaan. Tidak ada ruang kosong bagi ideologi lain selain Pancasila untuk menjadi kiblat dan penuntun bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah jawaban tuhan atas segala doa agar Indonesia tetap hidup “selama-lamanya”.

Keputusan pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia secara organisasi merupakan keputusan tepat dan patut disyukuri bersama, tapi perlu diwaspadai bahwa gerakan khilafah masih terus melangkah di akar rumput. Gerakan untuk membuat Indonesia menjadi negara khilafah belum mati dan masih menjadi racun dalam kehidupan kebangsaan yang harus di segera diobati.

Pada akhirnya seluruh lapisan, setiap individu tanpa harus bertanya siapa dan darimana harus sama-sama berikhtiar untuk menjaga dan merawat Indonesia, semuanya dimulai dengan tetap berpegang teguh dan menjadikan Pancasila sebagai kiblat dalam Ibadah Kebangsaan kita. (red)

Ir. R. Haidar Alwi MT, Tokoh Toleransi Indonesia, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute

Tags: Haidar Alwi CareIndonesiaKhilafahPresiden Haidar Alwi InstituteToleransi
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Momentum Ramadhan, PNIB Tegaskan saatnya Perkuat Toleransi dan Moderasi Beragama, Waspada Massivenya Doktrinasi Wahabi, Intoleransi, Terorisme dan Anarkisme
Nasional

Momentum Ramadan, Saatnya Perkuat Toleransi dan Moderasi Beragama

by liputan9news
March 5, 2026
0

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melalui Ketua Umumnya, ARWaluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) , mengajak seluruh elemen...

Read more
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
PNIB: Natal 2025 Momentum Bangun Toleransi Moderasi Beragama, Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Indonesia

PNIB: Natal 2025 Momentum Bangun Toleransi Moderasi Beragama, Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Indonesia

December 24, 2025
Sulaiman-Djaya

Negara Korporasi Republik Indonesia

December 8, 2025
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In