• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dampak Shalat dalam Membentuk Kepribadian

Makrifat: Dalam Pengertian Sederhana

August 15, 2023
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Makrifat: Dalam Pengertian Sederhana

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

liputan9news by liputan9news
August 15, 2023
in Syiar Islam, Tasawuf
A A
0
Dampak Shalat dalam Membentuk Kepribadian

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Musytasar PBNU/Foto: Liputan9news

499
SHARES
1.4k
VIEWS

Makrifat secara etimologis berarti mengetahui dengan sungguh-sungguh atau mengenal secara mendalam. Pengertian terminologisnya adalah suatu metode untuk memahami, mengetahui, dan mengenal Allah s.w.t. melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada dalam alam semesta dengan segala isinya. Dengan memperhatikan dan memahami kekuasaan Allah, maka seseorang akan dapat menghayati kebesaran dan keagungan-Nya. Setiap diri manusia pasti akan menyadari bahwa tidak ada suatu makhluk pun dalam alam semesta ini, kecil atau besar, ada dengan sendirinya.

Adanya alam semesta itu pasti ada yang menciptakan, penciptanya adalah Allah s.w.t. dengan kehendak dan kekuasaan-Nya. Mengenal Allah s.w.t. dengan memperhatikan dan memahami ciptaan-Nya berupa alam semesta, dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu: (1) mikro kosmos, segala kejadian yang ada pada diri manusia. Setiap orang yang memiliki pengetahuan yang tinggi tentang organ tubuh kita dan fungsinya masing-masing, pasti akan memahami keagungan Allah s.w.t..

Bagaimana hebatnya kerja jantung kita, organ tubuh yang kecil itu, lebih kecil dari kepalan tangan, memompakan darah ke seluruh tubuh, sampai ke sel-selnya yang sangat renik. Ia tidak pernah berhenti berdetak memompakan darah itu sepanjang umur umat manusia. Ada yang enam puluh tahun, tujuh puluh tahun, sembilan puluh tahun, dan sebagainya.

BeritaTerkait:

Apa itu Syariat, Terekat, Hakikat dan Makrifat?

Islam Kaffah: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Ma’rifat

Tertutupnya Pintu Makrifat

Mahabbah dan Ma’rifat

Liver yang ada di dalam tubuh kita menyaring darah, sehingga menjadi bersih, itupun tidak akan pernah berhenti selama manusia hidup. Sehingga apabila fungsi liver itu sudah tidak sempurna lagi, manusia harus melakukan cuci darah di rumah sakit, seminggu sekali, seminggu dua sekali, dan seterusnya.

Otak yang dimiliki manusia, merupakan organ tubuh yang sangat dahsyat yang dengannya manusia menyalurkan pikirannya sehingga dapat menuangkan ide-ide dan pemikiran yang tidak dimiliki makhluk lain. Itu baru tiga organ, bagaimana kalau dikaji lebih jauh tentang fungsi ginjal, empedu, darah merah, darah putih, usus besar, usus halus, dan berbagai macam organ tubuh lainnya yang sangat banyak.

Dari kajian tentang mikro kosmos tadi dapat dipahami dengan jelas mengenai keagungan dan kebesaran Allah s.w.t.. Kajian berikutnya yang ke (2) adalah melalui makro kosmos, yaitu segala wujud yang ada dalam lingkungan kita di langit dan bumi, yang terdiri dari benda padat, benda cair, dan benda gas. Dilanjutkan kajian tentang flora atau tumbuh-tumbuhan dengan aneka macam jenisnya, dari tumbuhan yang paling kecil sampai tumbuhan yang paling besar. Kajian dilengkapi dengan fauna atau alam hewani yang berada di darat, laut, dan udara, dari hewan yang paling kecil yaitu hewan satu sel sampai hewan yang paling besar, termasuk berbagai macam ikan yang ada di laut.

Dari kajian semua ini, pasti akan mebimbulkan keyakinan bahwa sesungguhnya Allah itu Esa dan Maha Kuasa.

وفي كل شيئ له آية تدل على أنه الواحد

Sesungguhnya pada segala sesuatu itu terdapat suatu tanda bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Esa dan Maha Kuasa,

Tergambarlah oleh manusia betapa Maha Agungnya Allah s.w.t. yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya, memelihara, mengatur, dan menjaganya. Memperhatikan kenyataan ini, maka setiap orang yang tidak mengenal Allah atau tidak mau mengenal-Nya, maka mereka termasuk manusia yang paling buta. Bukan buta matanya, akan tetapi buta mata hatinya yang ada di dalam dada.

ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS. Al-Hajj, 22:46).

Memperhatikan dan memahami serta menghayati segala kekuasaan Allah yang berada dalam alam semesta tersebut, tidak cukup dengan menggunakan penglihatan lahiriyah saja. Akan tetapi harus dibarengi dengan penglihatan mata batin atau mata hati yang jernih dan bersih. Mata hati yang jernih dan bersih itu adalah yang terlepas dari berbagai macam jenis dosa. Rasulullah s.a.w. ketika ditanya oleh malaikat Jibril tentang pengertian al-Ihsan, beliau menjawab:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.

Hendaklah engkau menyembah dan beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya. Apabila engkau tidak dapat melihatnya, maka yakinilah bahwa sesungguhnya Allah melihatmu. (HR. Bukhari, 50).

Buta mata, tidak begitu berbahaya, paling terpeleset kaki. Akan tetapi buta batin atau buta hati, pasti akan mendatangkan bahaya yang lebih besar. Manusia apabila telah menderita penyakit buta hati, selama ia belum mendapatkan petunjuk kebenaran, maka selama itu pula ia akan tersesat dan tercampakkan dalam kehinaan duniawi dan ukhrawi.

وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِۦٓ أَعۡمَىٰ فَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. Isra, 17:72).

Dr. KH. Zakky Mubarok Syakrakh, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Tags: Ma'rifat
Share200Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ilustrasi bertasawuf
Tanya-Jawab

Apa itu Syariat, Terekat, Hakikat dan Makrifat?

by liputan9news
September 12, 2025
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Kami mengawali dengan menyebut asma Allah yang Agung dan bersholawat kepada Sayyiduna Nabi Muhammad SAW. Sahabat-sahabat yang...

Read more
Imam Jazuli

Islam Kaffah: Syariat, Tarekat, Hakikat, dan Ma’rifat

October 4, 2024
Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)

Tertutupnya Pintu Makrifat

February 21, 2024
Imam Jazuli

Mahabbah dan Ma’rifat

December 15, 2023
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In