• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gelar Munas Konbes PBNU, Kiai Lukman Paparkan Kesiapan Pesanten Al-Hamid sebagai Tuan Rumah

Di Balik Perubahan Nama Giri Kencana Menjadi Waduk Batu Licin Cilangkap

February 9, 2026
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Di Balik Perubahan Nama Giri Kencana Menjadi Waduk Batu Licin Cilangkap

Pengakuan sejarah lokal yang diharapkan memperkuat peran waduk sebagai pengendali banjir sekaligus kawasan yang terjaga dari sampah

liputan9news by liputan9news
February 9, 2026
in Nasional
A A
0
Gelar Munas Konbes PBNU, Kiai Lukman Paparkan Kesiapan Pesanten Al-Hamid sebagai Tuan Rumah

KH Lukman Hakim Hamid, Katib Syuriyah PWNU DKi Jakarta dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid Cipayung, Jakarta Timur.

559
SHARES
1.6k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Perubahan nama sebuah tempat sering kali dianggap sekadar urusan administratif. Namun bagi masyarakat Cilangkap, Jakarta Timur, pergantian nama Waduk Giri Kencana menjadi Waduk Batu Licin Cilangkap menyimpan makna yang jauh lebih dalam. Perubahan ini menyentuh soal identitas, sejarah, serta cara masyarakat memandang dan merawat alam yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan kampung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menerima aspirasi warga Cilangkap untuk mengembalikan nama Batu Licin sebagai nama waduk. Keputusan tersebut diambil setelah mendengarkan penuturan sejarah dan latar belakang budaya yang disampaikan para sesepuh serta tokoh masyarakat setempat. Pergantian nama ini dipandang sebagai bentuk pengakuan terhadap sejarah lokal dan ingatan kolektif warga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan kawasan tersebut.

Nama Batu Licin merujuk pada sebuah batu besar yang dahulu berada di pertemuan tiga aliran sungai, yakni Kali Cilangkap, Kali Gondang, dan Kali Wangsaan. Pada masanya, kawasan ini menjadi pusat aktivitas warga—tempat mencuci, mandi, hingga beristirahat setelah bekerja di sawah. Batu tersebut dikenal memiliki permukaan datar dan licin, sekaligus menjadi penanda ruang sosial yang diperlakukan secara khusus.

Menurut penuturan para sesepuh kampung, Batu Licin bukan sekadar batu alam biasa. Dalam cerita lisan yang berkembang, bahkan hewan ternak disebut enggan menginjak batu tersebut. Hal ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa kawasan tersebut memiliki nilai simbolik yang menuntut sikap hormat dan kehati-hatian.

BeritaTerkait:

No Content Available

Dalam tradisi setempat, nama Cilangkap dipercaya berasal dari istilah “buang celaka”.

Kawasan ini diyakini pada masa lampau menjadi tempat pembuangan ilmu hitam dan kesaktian. Kepercayaan tersebut membentuk pandangan hidup masyarakat agar setiap orang yang datang menjaga sikap, ucapan, dan perbuatannya. Wilayah ini pun dikenal sebagai kawasan yang dijauhi oleh pelaku perbuatan maksiat dan tindakan tercela lainnya.

Sejumlah kisah turun-temurun juga mengaitkan Batu Licin dengan jejak sejarah kerajaan kuno. Batu tersebut digambarkan berbentuk cekung menyerupai kuali dan dipercaya pernah berfungsi sebagai meja perjamuan atau tempat duduk raja. Beberapa warga bahkan menuturkan pernah ditemukan struktur berundak menyerupai tangga di bawah batu, meski upaya penggalian tidak pernah dilanjutkan karena berbagai kendala teknis.

Selain itu, air di sekitar Batu Licin dipercaya memiliki khasiat penyembuhan. Cerita tentang hewan ternak yang kembali sehat setelah meminum air dari kawasan tersebut masih hidup dalam ingatan warga, meski tidak pernah dibuktikan secara ilmiah. Ada pula kepercayaan bahwa aliran sungai di lokasi itu kerap digunakan sebagai media ritual pembuangan susuk maupun ilmu hitam, dengan cara mandi di sungai menghadap arus air.

Secara simbolik, aliran sungai dipercaya membawa pergi penyakit, sihir, dan energi buruk bersama derasnya air.

Seiring perubahan tata ruang dan pembangunan kota, aliran sungai di kawasan tersebut dialihkan untuk kebutuhan irigasi dan pengendalian air. Sungai lama mengering dan ditimbun, sementara Batu Licin perlahan menghilang, tertutup tanah dan pembangunan. Kawasan itu kemudian dikembangkan menjadi waduk dan diberi nama Waduk Giri Kencana.

Namun bagi masyarakat Cilangkap, nama tersebut dinilai kurang mencerminkan sejarah dan identitas lokal. Aspirasi untuk mengembalikan nama Batu Licin muncul dari para sesepuh kampung dan tokoh masyarakat, lalu disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta melalui KH Lukman Hakim Hamid, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap.

“Nama Batu Licin adalah bagian dari sejarah kampung ini. Menghidupkan kembali nama tersebut berarti menjaga ingatan kolektif masyarakat, bukan soal kepercayaan semata,” ujar KH Lukman Hakim Hamid.

Ia menambahkan, berdirinya Waduk Batu Licin Cilangkap diharapkan menjadi titik temu sinergi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kawasan tersebut, terutama mengingat fungsi waduk yang sangat vital sebagai benteng pertahanan kampung saat cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi.

“Dengan berdirinya Waduk Batu Licin Cilangkap, kami berharap kerja sama antara pemerintah dan warga bisa terus terjaga. Waduk ini harus dirawat bersama, salah satunya dengan memastikan kawasan ini bersih dari sampah,” kata KH Lukman.

Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan dapat diperkuat dengan menghidupkan kembali ingatan sejarah kawasan Batu Licin itu sendiri.

“Dulu kawasan ini ditakuti oleh banyak penganut ilmu hitam dan pelaku perbuatan maksiat. Ada rasa segan untuk berbuat sembarangan. Nilai itu ingin kita hidupkan kembali dalam makna yang lebih etis supaya orang takut merusak, takut membuang sampah sembarangan, dan merasa berkewajiban menjaga lingkungan,” ujarnya.

Usulan perubahan nama tersebut mendapat respons positif dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Setelah mendengarkan penuturan sejarah dan latar belakang budaya yang disampaikan para tokoh masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menerima aspirasi tersebut dan secara resmi menetapkan nama Waduk Batu Licin Cilangkap.

Adapun sejumlah sesepuh yang menjadi narasumber dalam penelusuran sejarah Batu Licin antara lain Bapak Komboy (78), Bapak Samin (70), Bapak Nasir (70), Bapak Ampu (70), Bapak Nasan (70), Bapak Toncit (60), serta Ibu Simah (68). Mereka menuturkan bahwa Batu Licin selama puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial, budaya, dan spiritual warga Cilangkap.

Kini, Waduk Batu Licin Cilangkap tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian air, tetapi juga menjadi penanda bahwa pembangunan kota tetap memberi ruang bagi sejarah dan kearifan lokal. Di balik nama tersebut, tersimpan kisah tentang hubungan manusia dengan alam, ingatan kampung yang diwariskan lintas generasi, serta upaya menjaga lingkungan agar tetap lestari di tengah perubahan kota yang kian cepat.

(ULN/MSN)

Tags: Batu Licin CilangkapGiri KencanaWadukWaduk Batu Licin
Share224Tweet140SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

No Content Available
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In