• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi

Ikhlas: Kunci dalam Bekerja

December 27, 2023
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, February 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ikhlas: Kunci dalam Bekerja

Oleh: Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag

liputan9news by liputan9news
December 27, 2023
in Uncategorized
A A
13
Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi

Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag, Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

513
SHARES
1.5k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Adanya kalanya seseorang bekerja dalam tekanan untuk mencapai target, baik lahir dari dirinya maupun tuntutan dari institusi pekerjaan. Dalam konteks ini, motivasi kerja harus selalu dipupuk dan dibangkitkan agar bisa fokus pada skala prioritas “apa yang harus didahulukan dalam menyelesaikan target pekerjaan”.

Seseorang, jika sulit memposisikan skala prioritas maka bekerja menjadi tidak fokus. Kadang suka terabaikan oleh hal-hal yang bersifat sekunder, yang sebetulnya bisa dilakukan dilain waktu. Bahkan tak jarang rasa malas tiba-tiba membelenggu. Dirinya lebih cenderung mencari alasan ketika kemalasan itu datang agar bisa merasionalisasi perilaku menghindar dari tanggung jawab pekerjaannya.

Tidak ada target pekerjaan yang sulit ketika seseorang bisa fokus dalam melakukannya. Semakin sering seseorang melakukan pekerjaan di bawah tekanan, maka semakin mudah ia menyelesaikan apapun dari target-target pekerjaannya. Kenapa? Karena ia akan semakin memahami sistematika, struktur, peta, format, narasi bahkan pekerjaan yang paling rumit sekalipun dari waktu ke waktu.

BeritaTerkait:

Masjidil Haram Semakin Padat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Pentingnya Menjadi Guru yang Ikhlas

Antara Ikhlas dan Riya’

Kenapa rumit? Bisa jadi, karena seseorang tidak terbiasa membaca, menulis, mengolah, mengidentifikasi, menganalisis bahkan mengerjakan bentuk-bentuk pekerjaan yang dianggap rumit. Atau buruknya, selalu mewakilkan pekerjaaannya kepada orang lain yang seharusnya dikerjakan oleh dirinya sendiri.

Max Horkheimer dan Theodor W. Adorno dalam, “dialectic of Enlightenment,” menyebutkan seseorang akan tercerahkan jika paham aturan main bekerja. Ada saatnya main. Ada saat bekerja, yang kadang harus menangguhkan main disaat dihadapkan pada target pekerjaan. Begitulah aturan dasar dari kedisiplinan diri jika ingin tercerahkan.

Semua perkembangan, baik kompetensi atau kemahiran tergantung dari kuatnya kemauan dan disiplinnya aktivitas bekerja. Tidak akan ada pembangunan secara fisik, mental maupun intelektual tanpa adanya usaha yang fokus dan kerja keras, kata Calvin Coolidge, dalam, “The Price of Freedom.”

Bekerja keras, bukanlah persoalan kalah atau menang, kata Vince Lombardi dalam, “Winning is A Habit”. Tetapi hal ini mengenai persoalan martabat diri dari suatu keberhasilan dari pekerjaan dalam wujud kerja keras. Martabat diri yang melekat pada sebuah pengabdian kepada pekerjaan yang ada dipundaknya dan juga ketekunan yang harus dilakukan dalam pekerjaan yang dipikulnya. Seseorang yang bermartabat dalam menjalankan peran pekerjaannya adalah orang yang selalu memberikan hal terbaik dari dirinya sendiri dalam peran, fungsi dan tugas pekerjaan yang diembannya.

Kata Harold Whitman’s saat berbicara tentang “crowning achievement”, saatnya nanti yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah orang yang selalu antusias dan berjuang keras dalam melakukan pekerjaannya.

Saat menjalankan peran, fungsi dan tugas pekerjaan, jauhkan diri dari menyalahkan orang lain dan upaya-upaya menghindar dari apa yang harus dikerjakan. Menurut Wayne Dyer dalam, “The Power of Intention”, tindakan menyalahkan dan menghindar hanya akan membuang waktu. Sebesar apa pun kesalahan yang ditimpakan ke orang lain dan sejauh apapun menghindar diri dari target pekerjaan tidak akan menjadi solusi bagi diri. Hal tersebut justru akan menutup dari segala aktifitas mengubah diri dan lingkungan menjadi lebih baik. Bahkan jauhnya akan mengakibatkan jatuhnya martabat diri dalam lingkungan pekerjaan.

Dalam perspektif agama, kunci utama dalam memerankan pekerjaan, seberat dan serumit apapun adalah ikhlas. Ikhlas adalah jiwa bekerja. Kondisi jiwa yang akan memudahkan rasa, pikiran dan perilaku untuk selalu tergerak melakukan pekerjaan dengan tenang, tekun, sigap, rela dan tuntas.

Belajar tentang keikhlasan dalam bekerja, hakikatnya selalu memperhatikan bagaimana keadaan hati. Dan ikhlasnya hati akan menenangkan diri seseorang dalam beban-beban berat saat bekerja.

Bagi orang yang beragama, bekerja bukan sekadar masalah bagaimana mendapatkan uang, melainkan bagaimana menjadikannya sebagai jalan menuju ridho Allah. Terkhusus bagi muslim, ia harus selalu menyadari bahwa setiap pekerjaan itu bagian dari ibadah kepada Alloh yang harus dikerjakan dengan penuh keikhlasan (baca: QS. Al-A’raf: 29, WS. Ghafir: 65, QS. Az Zumar: 2, QS. Al-Bayyinah: 5).

Ali Al-Jurjani dalam kitab At-Ta’rîfât menegaskan bahwa “ikhlas adalah engkau tidak mencari orang yang menyaksikan amalmu selain Allah. Ikhlas juga diartikan membersihkan amal dari berbagai kotoran.” Dengan keikhlasan, seseorang akan selalu berusaha menghalalkan setiap penghasilan yang didapatkan dari peran, fungsi dan tugas pekerjaannya dalam kerja profesional, disiplin, tekun dan berintegritas.

Albert Camus, dalam “The Stranger” menegaskan dalam situasi absurditas bahwa tanpa bekerja keras, semua kehidupan akan membusuk dan terabaikan. Tetapi ketika bekerja tanpa jiwa, maka kehidupan akan tercekik, mati, masa bodoh dan selalu dalam dunia penuh malas. Maka perbaharuilah selalu kondisi jiwa agar tidak dalam keadaan absurd.

Kuncinya adalah ikhlas beramal. Segala sesuatu pekerjaan menjadi ringan dan dilakukan penuh integritas. Sesuatu yanh absurd akan menjadi terang.

*Wadek 1 FDK UIN SGD Bandung dan LAKPESDAM PWNU Jawa Barat.

Tags: IkhlasKerja
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Hjai 2024
Seputar Haji

Masjidil Haram Semakin Padat, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by liputan9news
June 4, 2024
0

Makkah, LIPUTAN 9 NEWS Tiga kata kunci, Jika kita bisa, insyaallah haji kita sukses, yaitu: Sabar, istighfar, dan ikhlas. (KH....

Read more
Pentingnya Menjadi Guru yang Ikhlas

Pentingnya Menjadi Guru yang Ikhlas

July 6, 2023
Berlomba dalam Kebaikan

Antara Ikhlas dan Riya’

September 22, 2022
Load More

Comments 13

  1. istanbul kızlar says:
    2 years ago

    Beylikdüzü Sahilinde Yeni Açılan Su Sporları Merkezi İle Adrenalini Hissedin.

    Reply
  2. escort says:
    2 years ago

    Eminönü’nde Tarihi Evler ile Kültür Turu.

    Reply
  3. yeni eskort says:
    2 years ago

    Şişli’de Engelliler İçin Yeni Açılan Rehabilitasyon Merkezi İle Engel Tanımayan Bir Dünya.

    Reply
  4. taksim eskortu says:
    2 years ago

    Küçükçekmece’de Genç Müzisyenler İçin Yeni Müzik Stüdyoları.

    Reply
  5. kadınlar says:
    2 years ago

    Sağlıklı bir cilde sahip olmaları, onların güzelliklerini ortaya çıkarıyor.

    Reply
  6. istanbulun eskortu says:
    2 years ago

    Beşiktaş’ta Deniz Manzaralı Yoga Stüdyoları ile Zindelik ve Huzur.

    Reply
  7. taksim eskortu says:
    2 years ago

    Kızların yüz hatları, mükemmel oranlara sahiptir.

    Reply
  8. istanbul avrupa says:
    2 years ago

    Eminönü’nde Tarihi Çimlere Piknik Keyfi.

    Reply
  9. istanbul bahçelievler says:
    2 years ago

    Zeytinburnu Sahilinde Yoga Festivali İle Ruhsal ve Bedensel İyileşme.

    Reply
  10. eskortlar says:
    2 years ago

    Avcılar Sahilinde Su Kaydırağı ve Aquapark İle Eğlence Dolu Bir Gün.

    Reply
  11. eskort hatunlar says:
    2 years ago

    Sultanahmet Meydanı’nda Geçmiş ile Günümüzün Buluşması.

    Reply
  12. istanbul kızlar says:
    2 years ago

    Zeytinburnu Sahilinde Film Festivali Coşkusu.

    Reply
  13. balmorex pro says:
    1 week ago

    **balmorex pro**

    balmorex is an exceptional solution for individuals who suffer from chronic joint pain and muscle aches.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In