• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

Ilias dan Perang Dadakan (Dongeng Zaman Komoditas 4)

October 30, 2024
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Lainnya Seni Budaya

Ilias dan Perang Dadakan (Dongeng Zaman Komoditas 4)

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
October 30, 2024
in Seni Budaya
A A
0
Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

497
SHARES
1.4k
VIEWS

Banten | LIPUTAN9NEWS

8
Sebelum menjadi pemuda yang gagah dan tampan, Ilias menjalani waktu keseharian di masa remaja dan kanak-kanaknya dengan menggembalakan binatang-binatang ternak mirip domba, tapi binatang-binatang itu hanya seukuran kelinci ketika dewasa. Selain menggembalakan binatang-binatang ternak tersebut, Ilias juga kadangkala membantu ibunya, Zipora, menanam dan merawat pohon-pohon ajaib, yang salah-satunya pernah dimakan bersama Siswi Karina dan Misyaila.

Negeri Telaga Kahana di mana Ilias lahir berada di sebuah danau ajaib yang amat luas, merupakan negeri dan dunia yang sangat berbeda dengan negeri-negeri lain. Di negeri itu, empat musim datang dan hadir secara bergantian masing-masing selama seminggu, dan jika maut menimpa mereka di negeri itu, maka yang dijemput maut mula-mula menjelma sebentuk asap sebelum kemudian menghilang ke udara.

BeritaTerkait:

AS tidak Berhasil Intimidasi Iran, Akhirnya Sepakat Berunding di Oman

Konflik Iran Israel, PNIB: Kita Negara Non Blok, Jaga Persatuan Jangan Terpecah Belah Dukung Mendukung

PNIB Sebut Perang India Pakistan Akibat Adu Domba Asing, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Peta Lama untuk Perang Masa Depan (Dongeng Zaman Komoditas 8)

Jika salju turun di negeri ajaib tersebut, para penduduknya akan menyalakan tungku-tungku perapian di rumah-rumah mereka, dan karena itulah, Ilias pun kadangkala akan membantu ibunya mengeringkan kayu-kayu bakar sebagai persediaan dan antisipasi bila salju turun di negeri mereka. Hagar dan Sophia, kedua adiknya yang sama-sama jelita, mengerjakan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal ihwal keadaan dan perangkat di dalam rumah mereka.

Satu-satunya rasa bosan yang mereka alami adalah ketika salju turun di negeri mereka dari waktu pagi hingga ke pagi esok harinya, yang jika mereka tak menyalakan tungku-tungku perapian, niscaya mereka akan membeku seperti patung-patung yang terbuat dari gypsum atau tanah liat. Namun, setelah itu, mereka akan mengalami kegembiraan yang luar biasa ketika cahaya yang datang kemudian segera meluruhkan salju-salju di negeri mereka, yang disusul dengan mekar dan merekahnya bunga-bunga ajaib dan menakjubkan, yang pada saat bersamaan hadir pula aneka ragam binatang-binatang bersayap yang tak kalah ajaibnya yang tak pernah dijumpai Siswi Karina.

Pada saat itulah, Ilias menggembalakan binatang-binatang ternak yang besar hanya seukuran kelinci, sembari bergembira dan bermain-main dengan aneka ragam binatang bersayap yang ada, sedangkan Zipora akan mencari dan mengumpulkan ranting-ranting dan dahan-dahan yang jatuh dan patah di antara jejak-jejak salju yang telah luruh dan telah menjadi udara karena datangnya cahaya yang menggembirakan mereka setelah mengalami kedinginan selama berjam-jam.

Pada saat itu pula, pohon-pohon yang mereka tanam dan mereka rawat telah berbuah dan akan dapat mereka unduh dan mereka ambil di sore harinya.

Tapi bukan itu semua yang membuat Negeri Telaga Kahana begitu sangat istimewa dan sangat berharga di mata Jarjus Bushan sang pemimpin Negeri Amarik dan di mata Mayar Rother sang ketua ordo rahasia yang menguasai banyak pabrik senjata super canggih. Negeri itu, sebagaimana juga telah diakui dan diketahui para penduduknya, menyimpan benih-benih Kristal istimewa yang dapat dijadikan sebagai bahan bagi pembuatan senjata super canggih yang sangat luar biasa dan tak ada bandingannya.

Benih-benih Kristal tersebut ada di sebuah bukit bernama Bukit Kaf.

9
Sungguh sebuah malapetaka yang tak diduga, di saat Misyaila, Siswi Karina, Ilias, Hagar dan Sophia sedang berada di Negeri Farisa, bangsa Amarik menyerang Negeri Telaga Kahana. Penyerangan itu dipimpin langsung oleh Jarjus Bushan yang terkenal mengahalalkan segala cara.

Dalam pertarungan dan pertempuran yang tak seimbang dari segi persenjataan, banyak prajurit dan penduduk Negeri Kahana gugur, sementara beberapa penduduk lainnya berusaha memimpin migrasi anak-anak dan kaum perempuan ke tempat perlindungan yang tak diketahui Bangsa Amarik melalui jalan terowongan rahasia di bawah belukar-belukar berduri.

Meski dengan kekuatan dan persenjataan yang tak seimbang itu, para prajurit Negeri Telaga Kahana bertempur dengan gagah berani, hingga mereka pun sanggup memberikan perlawanan yang sengit kepada para pasukan penyerang.

Mereka juga berhasil menjatuhkan banyak pesawat-pesawat canggih milik Bangsa Amarik yang menghujani peluru-peluru panas ke negeri mereka dan berusaha menyerang mereka. Dengan menggunakan kuda-kuda ajaib yang tangkas dan berlari cepat yang acapkali bagai terbang dengan lesatan yang cepat dan tangkas pula, mereka terus meluncurkan panah-panah mereka ke arah pesawat-pesawat bangsa Amarik yang juga bergerak cepat.

Sebagian dari mereka melancarkan perang gerilya dengan cara menyergap setiap pasukan Bangsa Amarik yang mendekat ke alat-alat penjebak yang telah lama mereka ciptakan sebagai persiapan bila sewaktu-waktu ada serangan, dan ternyata memang benar.

Tanpa sadar, kedatangan pasukan Bangsa Amarik tersebut disambut dengan hantaman-hantaman jebakan yang telah dibuat para prajurit dan penduduk Negeri Telaga Kahana. Banyak dari prajurit dan pasukan Bangsa Amarik yang masuk dalam perangkap mereka atau gugur terkena senjata dan alat-alat perangkap, dan seketika itulah mereka tewas dengan sia-sia karena tak sempat menyerang.

Kejadian-kejadian itu tak pernah disadari dan diantisipasi sebelumnya oleh Jarjus Bushan yang memimpin agresi, sebagaimana ia juga tak menyangka bahwa prajurit dan rakyat Negeri Telaga Kahana ternyata adalah orang-orang yang cerdik dan telah mempersiapkan diri dengan matang dan cermat akan hal-hal yang tak terduga di masa depan. Bersambung.

Sulaiman Djaya, Esais dan penyair

Tags: DongengDongeng Zaman KomoditasIliasPerangPerang Dadakan
Share199Tweet124SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Hosseini Khamenei (Foto: Official Khamenei website/Handout via REUTERS)
Internasional

AS tidak Berhasil Intimidasi Iran, Akhirnya Sepakat Berunding di Oman

by liputan9news
February 7, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya sama-sama menyetujui untuk melanjutkan perundingan terkait nuklir di Muscat, Oman pada...

Read more
Konflik Iran Israel, PNIB: Kita Negara Non Blok, Jaga Persatuan Jangan Terpecah Belah Dukung Mendukung

Konflik Iran Israel, PNIB: Kita Negara Non Blok, Jaga Persatuan Jangan Terpecah Belah Dukung Mendukung

June 25, 2025
PNIB Sebut Perang India Pakistan Akibat Adu Domba Asing, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

PNIB Sebut Perang India Pakistan Akibat Adu Domba Asing, Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

May 17, 2025
Sulaiman Djaya, Pekerja Budaya

Peta Lama untuk Perang Masa Depan (Dongeng Zaman Komoditas 8)

December 3, 2024
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In