• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.

KARBALA: Kebenaran itu bukan Tentang Jumlah, tapi Keberanian

July 14, 2025
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

KARBALA: Kebenaran itu bukan Tentang Jumlah, tapi Keberanian

Oleh: Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I.

liputan9news by liputan9news
July 14, 2025
in Opini
A A
0
Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.

Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.

527
SHARES
1.5k
VIEWS

SIDOARJO|  LIPUTAN9NEWS

Berawal dari wafatnya Muawiyah bin Abu Sufyan, yang kemudian kekuasaan diserahkan sepenuhnya kepada putranya, yakni Yazid bin Muawiyah.

Namun, terkait hal ini ditolak oleh tokoh-tokoh Islam, termasuk Sayyidina Husain. Alasannya apa?…. sebab hal ini dinilai sebagai wujud penyimpanan dalam ajaran Islam.

Sayyidina Husain menolak untuk memberikan baiat atau sumpah setia kepada Yazid. Dan, pada waktu itu Sayyidina Husain memutuskan pergi ke Kufah, Irak karena banyak dukungan dari penduduk kota tersebut. Namun di tengah perjalanannya, tepatnya di Karbala dicegat oleh pasukan Ubaidillah bin Ziyad.

BeritaTerkait:

Sejarah Masjid dan Situs Makam Sayyidina Husain di Karbala, Irak

Hal ini mengingatkan kembali pada malam itu, lentera menyala redup di perkemahan dengan desiran angin karbala seakan-akan membawa kabar maut.

Pada saat itu Sayyidina Husain berdiri, untuk memadamkan lampu, lalu ia berkata dengan tegasnya, “Barang siapa yang ingin pergi, malam ini aku bebaskan. Esok, hanya maut yang menanti.”

Mendengar perkataan Sayyidina Husain ini, tak ada satu pun dari pasukannya punya niatan melangkah mundur atau ingin melarikan diri dari kepungan musuh. Meskipun jumlahnya tidak sebanding, Sayyidina Husain dan pasukannya ini berjumlah sekitar 72 orang, termasuk keluarga dan sahabatnya bertempur melawan pasukannya Ubaidillah yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Terkait akan hal ini, perlu menjadi suatu catatan sejarah Islam, bahwa ini bukanlah pertempuran untuk kemenangan. Akan tetapi ini akan menjadi saksi bahwa di hadapan kesewenang-wenangan (tirani), kehormatan itu menjadi lebih mahal dari hilangnya nyawa.

Kehadiran Sayyidina Husain dalam sejarahnya ini tidak untuk memberontak demi kekuasaan yang bersifat sementara. Namun, semata-mata untuk menegakkan keadilan, Ia menolak membaiat Yazid bin Muawiyah. Sebab sistem pewarisan kekuasaannya ini bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan menimbulkan banyak mudharatnya.

Sayyidina Husain berkata dengan lantangnya

“Aku keluar semata-mata untuk menegakkan perbaikan di tengah umat kakekku (Nabi Muhammad).”

Tepatnya pada tanggal 10 Muḥarram pagi, satu demi satu syahid di medan pertempuran. Diantaranya, Ali al-Akbar (putra kesayangannya) pergi ke medan tempur dengan wajah penuh semangat yang mengingatkan kita pada kakeknya, yakni Rasulullah SAW. Kemudian menyusul satu demi satu, keponakannya, para pemuda (dari Bani Hasyim), termasuk juga sahabat-sahabatnya yang setia semuanya syahid dalam kehormatan dan mendapatkan jaminan surga-Nya Allah SWT.

Suatu momen yang sangat mengharukan dan tak akan pernah terlupakan dalam sejarahnya ini. Yakni, Sayyidina Husain berdiri mengangkat bayi kecilnya, Abdullah, memohon setetes air. Namun, Musuh tak menjawab dengan belas kasihan, justru menjawabnya dengan anak panah yang meleset dengan tajamnya mengenai bayi tersebut. Seketika, bayi itu wafat di pelukannya. Dan untuk sesaat, awan di langit seakan-akan seperti berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan.

Satu hal yang membuat takjub, dalam kondisi pasukan tinggal segelintir dan dikepung ribuan pasukan musuh. Akan tetapi mereka, tidak ada satu pun pasukan dari pihak Sayyidina Husain mengeluh maupun mundur dari medan perang. Sebab yang menjadikan semangat membara di hadapan mereka adalah seorang lelaki agung, cucu Baginda Nabi Muhammad SAW tersebut.

Meskipun pada akhirnya beliau jatuh tersungkur di atas padang berdebu, dengan penuh luka tubuhnya, kepalanya orang suci tersebut dipenggal oleh tangan jahat Syimr bin Dzil Jausyan, dan langit seperti pecah oleh ratapan para malaikat yang menyaksikan hal itu.

Melihat kelamnya sejarah tersebut, sehingga patut menjadi doa kita bersama,

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا عَلَى خُطَى الْحُسَيْنِ، نَصْدُقُ إِذَا كَذَبَ النَّاسُ، وَنَثْبُتُ إِذَا رَجَفَ الزَّمَانُ.

“Ya Allah, tetapkan kami di jalan Ḥusain: jujur saat dunia berdusta, teguh saat zaman gemetar.”

Dan, menjadi pengingat kita dalam setiap peristiwa bahwa “kebenaran itu bukan tentang jumlah, tapi keberanian.” Juga menjadi pengingat kita akan pentingnya menjaga ajaran Islam dan melawan kezaliman dalam setiap kesempatan. Serta menjadi inspirasi bagi umat Islam pada umumnya untuk selalu berada di jalan yang benar tanpa keraguan.

Syahidnya Sayyidina Husain ini diperingati oleh umat Muslim (khususnya Syiah) sebagai hari berkabung atau duka cita. Atau lebih familiarnya di tengah masyarakat muslim dikenal sebagai “Hari Asyura” hingga saat ini. Semoga Bermanfaat…..

Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.

Tags: KarbalaKarbala Irak
Share211Tweet132SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sejarah Masjid dan Situs Makam Sayyidina Husain di Karbala, Irak
Sejarah

Sejarah Masjid dan Situs Makam Sayyidina Husain di Karbala, Irak

by liputan9news
September 16, 2024
1

Karbala, LIPUTAN 9 NEWS Masjid dan Situs Makam Imam Husain atau “Sayyidina Al-Imam Al-Husayn Ibn Ali” merupakan sebuah masjid dan...

Read more
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In