Naskah khutbah Jum’at Di Masjid Jami’ Al-karim Bumi Bintaro Permai Pesanggrahan Jakarta Selatan.01 Rabiul Akhir 1446 H/27 September 2024 M
Khutbah pertama
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذيْ مَنَّ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِینَ إِذۡ بَعَثَ فِیهِمۡ رَسُولࣰا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ یَتۡلُوا۟ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتِهِ. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ .
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Ketika seseorang benar dan jujur serta sungguh-sungguh mencintai kekasih pujaannya, maka otomatis ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi dan mentaati permintaan kekasihnya demi kelanggengan cinta kasihnya. Bahkan iapun seringkali mengingat serta menyebut-nyebut nama kekasihnya sampai terbawa dalam mimpi.
Imam Syafi’i rahimakumullah berkata :
لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَهُ … إِنَّ الْمُحِبَّ لِمَنْ يُحِبَّ مُطِيْع
“Kalaulah cinta anda itu jujur lagi benar, pasti anda akan mematuhi-Nya; sebab orang yang mencintai itu pasti patuh kepada yang dicintai.”
Ketika kita mencintai seseorang, maka nama orang tersebut akan sering kita sebut-sebut, tak jarang pula kita mimpikan.
من أحب شيئا أكثر من ذكره
Artinya: _”Barang siapa mencintai sesuatu pastilah ia akan banyak menyebutnya
Sedemikian besar perhatian kita kepada orang yang kita cintai yang notabene hanyalah manusia biasa.
Lalu, bagaimana cinta kita kepada kekasih Allah Subhanahu wata’aalaa, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam hamba pilihan yang seluruh perhatianNya tercurah untuk keselamatan kita selaku ummatNya dunia akhirat ?
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam teramat sangat sayang pada UmmatNya.
والله اني لارحمكم أشد رحمة من رحمة اباءكم لكم ومن انفسكم لانفسكم
Bukti cinta Rasulullah shalallahu alaihi wasallam kepada ummatNya
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Diantara sekian banyak bentuk sayang/cinta nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam kepada ummatNya adalah nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menolak masuk surga sebelum seluruh ummatNya terlebih dahulu masuk sorga.
Diceritakan dalam kitab Asy-faa’ah, Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan semua nabi untuk masuk surga dan menduduki kursi-kursi yang telah disediakan. Setelah semua nabi masuk, Allah Subhanahu wata’aalaa melihat masih ada satu kursi yang kosong. Kursi itu adalah kursi untuk Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Allah pun bertanya pada Rasulullah kenapa dia belum mau masuk ke Surga.
“Ya Allah, kalau aku masuk sorga, maka pintu-pintu surga akan ditutup. Nanti ummatku tidak bisa masuk,”_ jawab Nabi
Kita boleh-boleh saja mengaku mencintai Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullahNya. Pertanyaannya apakah Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullaNya mencintai kita ?
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia“.[HR. Imam Bukhori]
Dalam surat at-Taubah ayat 24 Allah Subhanahu wata’aalaa berfirman :
قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24).
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.”[1] Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari makhluk lainnya adalah wajib.
Al Qadhi Iyadh menyatakan, ayat ini cukup menjadi anjuran dan bimbingan serta hujjah untuk mewajibkan mencintai beliau dan kelayakan beliau mendapatkan kecintaan tersebut, karena Allah menegur orang yang menjadikan harta, keluarga dan anaknya lebih dicintai dari Allah dan RasulNya dan mengancam mereka dengan firmanNya:
فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ
Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya), kemudian di akhir ayat menamakan mereka sebagai orang fasiq dan memberitahukan, bahwa orang tersebut termasuk sesat dan tidak mendapatkan petunjuk Allah.[6]
Pengakuan akan cinta kita kepada Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullahNya tidaklah cukup hanya sebatas dalam ucapan lisan kita. Apalah artinya sebuah pengakuan kalau tidak diwujudkan dengan bukti. Pengakuan cinta kita baru dianggap benar setelah adanya pembuktian.
Pembuktian itulah yang menunjukkan kecintaannya yang hakiki kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Semakin banyak memiliki bukti, maka semakin tinggi dan sempurna kecintaannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Diantara cara membuktikan cinta kita kepada Allah Subhanahu wata’ala dan RasulullahNya adalah :
1. Ihyaaussunnah (Meneladani, Mencontoh,
mengikuti dan mengamalkan
sunnah-sunnah Rasulullah shalallahu
alaihi wasallam).
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوني يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ اللهُ غَفُورٌ رَحيمٌ قُلْ أَطيعُوا اللهَ وَ الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لا يُحِبُّ الْكافِرينَ
Artinya: _“katakanlah, ‘jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, *ikutilah aku (Sunnah2Ku)*, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Katakanlah, ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang kafir.”_ (QS. Ali-Imron: 31)
Imam Ibnu Katsir rohimahullah, dalam kitab tafsirnya tafsir Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas sebagai berikut :
أي : يحصل لكم فوق ما طلبتم من محبتكم إياه ، وهو محبته إياكم ، وهو أعظم من الأول ، كما قال بعض الحكماء العلماء : ليس الشأن أن تحب ، إنما الشأن أن تحب ، وقال الحسن البصري وغيره من السلف : زعم قوم أنهم يحبون الله فابتلاهم الله بهذه الآية ،
“Yakni kalian akan memperoleh balasan yang lebih daripada apa yang dianjurkan kepada kalian agar kalian mencintai-Nya, yaitu Dia mencintai kalian. _*Kecintaan Allah Subhanahu wata’aalaa kepada kalian nilainya jauh lebih besar daripada kecintaan kalian kepada-Nya.*_ Seperti yang dikatakan oleh sebagian ulama yang bijak, bahwa _*duduk perkaranya bukanlah bertujuan agar kamu mencintai Allah Subhanahu wata’aalaa, melainkan yang sebenarnya ialah bagaimana supaya kamu dicintai oleh Allah Subhanahu wata’aalaa.*_
Al-Hasan Al-Basri dan lain-Lainnya dari kalangan ulama Salaf mengatakan bahwa ada segolongan kaum yang menduga dan mengaku bahwa dirinya mencintai Allah Subhanahu wata’aalaa, maka Allah Subhanahu wata’aalaa menguji mereka dengan ayat ini
قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي، وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الجنة(رواه امام ترميذي)
Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah saw bersabda : _”Barangsiapa yang *menghidupkan sunnahKu*, maka berarti ia mencintaiKu dan barangsiapa yang mencintaiKu, maka berarti ia bersamaKu di Surga”_.(HR.Imam Tirmidzi)
So, … Agar kita dicintai Allah Subhanahu wata’aalaa dan RasulullaNya maka *HIDUPKANLAH SUNNAH-SUNNAH RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM*.Itulah esensi cinta yang sesungguhnya.
_*Jangan mengaku cinta Allah subhanahu wata’ala dan RasulNya kalau sholatnya tidak berjama’ah di masjid bagi laki-laki.*_
Karena diantara Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang paling utama adalah “*mendirikan sholat fardhu yang lima waktu berjama’ah di masjid.
2. Istiqamah Memperbanyak bersholawat kepada nabi Muhammad Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam
Disebutkan dalam kitab:
نهج الوصول الي حقيقة محبة الرسول صلى الله عليه وسلم لمحمد بن خليفة التميمي
(Pedoman untuk sampai pada hakikat cinta Rasulullah shalallahu alaihi wasallam karya Muhammad bin Khalifa Al-Tamimi bahwa :
ومن علامات محبته ﷺ الإكثار من ذكره ﷺ، فمن أحب شيئا أكثر من ذكره، ودوام الذكر سبب لدوام المحبة وزيادتها ونمائها. وفي هذا المعنى يقول ابن القيم ﵀ في ضمن تعداده للفوائد والثمرات الحاصلة من الصلاة على النبي ﷺ: “أنها سبب لدوام محبته للرسول ﷺ وزيادتها وتضاعفها
_”Salah satu tanda/bukti cinta Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah sering mengingat dan menyebutNya (dengan memperbanyak bersholawat kepadaNya). Barangsiapa mencintai sesuatu lebih dari mengingatnya, dan terus-menerus mengingatnya adalah alasan untuk mencintai terus, bertambah dan bertumbuh.”_
Dalam pengertian ini, Ibnu al-Qayyim rahimakumullah mengatakan, di antara manfaat dan buah yang dihasilkan dari sering dan banyaknya bersholawat kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam adalah demi keberlangsungan cintanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam serta peningkatan dan pelipatgandaannya.
عن عائشة رضى الله عنها انها قالت . مَن احبَّ اللهَ تعالى اكثرَ ذِكرَه، وثمرتُه ان يَذكُرَه اللهُ برحمتِه وغفرانه ويُد خِلَه الجنةَ مع انبيائه واوليائه ويُكرِمَه برؤية جمالهِ، ومن احبَّ النبىَّ عليه السلام اكثرَمن الصلاة عليه وثمرتُه الوصولُ الى شفاعتِه و صُحبتهِ فى الجنة (كذافى الجامع الصغير)
Dari Aisyah RA, bahwa dia berkata: _”Barang siapa mencintai Allah Ta’ala, maka dia banyak mengingat-Nya, maka buahnya ialah, bahwa Allah mengingat dia dengan rahmat-Nya dan ampunan-Nya serta memasukanya ke dalam surga bersama para Nabi-Nya dan para Wali-Nya, dan dimuliakan dia oleh-Nya dengan melihat keindahan-Nya. Dan barang siapa mencintai Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, maka dia banyak bershalawat kepadanya, sedang buahnya ialah, mencapai syafaatnya dan berteman dengannya di surga,”_ (Demikian tersebut dalam al-Jami ‘us-Shagir)
Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Shalat Jum’at hafidzhakumullah.
Kita memang tidak sedang hidup bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ………
Kita juga belum pernah merasakan betapa sejuk dan indah serta bahagianya memandang wajah Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam ………
Kita juga belum pernah mendengar betapa merdunya suara Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Kitapun memang tidak akan pernah bisa beribadah persis seperti ibadahnya Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam.
Akan tetapi kita adalah UMMAT YANG DIRINDUKAN OLEH RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM DAN KITA BISA BERSAMA BELIAU DI SORGA.
Hadits Abu Hurairah riwayat Imam Muslim
بكى رسولُ اللهِ يومًا, فقالوا: ما يُبكيكَ يا رسولَ اللّه؟ قالَ: اشتقتُ لأحبابي, قالوا: أولسنا أحبابَك يا رسولَ الله؟ قالَ: لا أنتُم أصحابي, أمّا أحبابي فقومٌ يأتونَ مِن بعدي يؤمنونَ بي ولم يروني.
_”Suatu hari Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam menangis. Para sahabat bertanya: “Apa yg membuatmu menangis ya Rasulullah ? Aku sangat merindukan para kekasihKu, maka mereka (para sahabat) berkata : Bukankah kami ini para kekasihMu ya Rasulullah ? Maka Aku berkata, kalian semua sahabatku, dan para kekasihKu adalah ummat yang datang setelahku, namun walaupun mereka tidak hidup sezaman denganKu dan belum pernah melihatKu akan tetapi _*mereka beriman denganku dan istiqamah menghidupkan sunnah2Ku.”*_
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ . رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ . رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Wallahu ‘a’lam bisshowaab
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)
Domisili : Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897