LIPUTAN9.ID – Orang mulia adalah orang yang terhormat, memilki kedekatan dengan Allah, berslimut ahlak mulisa dan selalu berbuat baik serta menjaga ha-hal yang membuat Allah murka. Setiap manusai berharap memiliki dan mengharapkan kemulyaan yang diberikan oleh Allah ataupun manusiayang lain. Kemulyaan merupakan sesuatu yang membuat manusia menjadi tershormat, menyenangkan dan mendapatkan strata yang baik diatas rata-rata.
Karena kemulyaan dan kebaikan serta siakap yang diberikan masyaratakat serta posisi dalam pandagan Allah, maka semua manusia menginginkan posiis yang muilia dan jika bisa selamanya. Kemudian siapa dan bagaimana orang orang yang dimulyakan dalam al-Qur’an?
Materi khutbah kali ini mengupas tentang orang yang mulia menurut pandangan Al-Qur’an. Judul Khutbah Jum’at: Orang Mulia Perspektif Al-Qur’an dapat di download disini.
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا اَنْ هَدَانَا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ اِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلَ اللهِ، صَلَاةُ اللهِ وَسَلَامُ اللهِ عَلَى مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ, أَيُّهَاالْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِىْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ، لَنْ يَّضُرُّوْكُمْ اِلَّآ اَذًىۗ وَاِنْ يُّقَاتِلُوْكُمْ يُوَلُّوْكُمُ الْاَدْبَارَۗ ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ.
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bersyukur kepada Allah dengan melangitkan kalimat Tahmid sebagai manifestasi dari pujian kita kepada Allah Swt. atas segala limpahan nikmat, rahmat, serta keberkahan yang kita terima setiap saat yang terkadang tanpa harus keluar keringat, Semoga kitab isa dan selalu berusaha menjadikan diri menjadi orang yang selalu bersyukur kepadaNya amin. Shalawat dan salam marilah senantiasa kita sanjungkan kepada baginda Rasulullah Muhammad Saw. Semoga kita kelak mendapatkan syafaatnya. Amin.
Selanjutnya, Khatib berwasiat pada diri khatib pribadi dan kepada segenap jamaah, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan taqwa yang sebenar-benar taqwa. Marilah kita menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; memperbanyak berbuat baik, menghormati perbedaaan yang dianugerahkan kepada kita, serta senantiasa menjaga nikmat perdamaian dan kerukunan yang terlimpah kepada bangsa-bangsa dinunia ini.
Sidang Jumat Rahimakumullah,
Pada khutbah kali ini khotib ingin menyampaikan judul khutbahnya yaitu, Khutbah Jum’at: Orang Mulia Perspektif Al-Qur’an.
Orang mulia adalah orang yang terhormat, memilki kedekatan dengan Allah, berslimut ahlak mulisa dan selalu berbuat baik serta menjaga ha-hal yang membuat Allah murka. Setiap manusai berharap memiliki dan mengharapkan kemulyaan yang diberikan oleh Allah ataupun manusiayang lain. Kemulyaan merupakan sesuatu yang membuat manusia menjadi tershormat, menyenangkan dan mendapatkan strata yang baik diatas rata-rata.
Karena kemulyaan dan kebaikan serta siakap yang diberikan masyaratakat serta posisi dalam pandagan Allah, maka semua manusia menginginkan posiis yang muilia dan jika bisa selamanya. Kemudian siapa dan bagaimana orang orang yang dimulyakan dalam al-Qur’an? Ada beberapa penjelasan yang bisa disimak. diantaranya adalah:
Pertama,: Orang Yang Beriman dan Beramal Sholeh
Orang yang beriman adalah orang yang meyakini akan adanya Tuhan Allah dan hari Akhr, sehingga dalam hidupnya akan selalu merasa terkontrol oleh Allah yang Maha kuasa dengan bantuan malaikat Rokib dan Atid. Beramal sholeh adalah manifestasi dari keimanan kepada Allah, sehingga jika malas untuk berbuat baik, maka berrati keimanannya masih dalam posisi yang harus diperkuat secara maksimal. Hal ini juga berarti bahwa antara keimanan dan berbuat baik ada korelasinya, semakin baik dan kuat keimannnya, maka akan sebakin banyak dan berkualitas perbuatan baiknya baik secara fertikal maupun secara horizontal terhadap sesama manusai atau mahluk lain didunia ini. Allah berfiman:
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”” (QS Alashr [103]: 3).
Kedua: Orang Mendawamkan Ibadah Qiyamul lail,
Dalam Islam, ibadah banyak macamnya, secara garis besar ada ibadah mahdoh dan ada ibadah Ghoiru Mahdhoh. Ibadan Mahdhoh adalah Ibadah yang sudah ada dan jelas ketentuan-ketentuan ibadahnya seperti Ibadah Sholat yang sudah ditentukan waktunya, caranya, bacaannya. Sedangkan Ibadah Ghoiru Mahdhoh adalah Ibadah yang tidak ada ketentuan pasti ibadah tersebut. Contoh memberi senyum, tidak ada ketentuan pasti bagaiman senyumnya dan berapa kali harus senyum dan lain sebagainya.
Ibadah yang punya nilai atau kualitas baik adalah ibadah yang dilakukan pada malam hari yang disebut juga dengan qiyaamullail. Ibadah ini sungguh berat untuk dilakukan orang islam secara istiqomah atau dawam. Namun bukan beraarti tidak bisa, karenanya Allah memberikan kelebihan kepada orang yang mendawamkan sholat di malam hari Kelebihan Yang Allah akan Memulyakan orang-orang yang mendawamkan ibadah Qiyaamullail, sebagiman firmanNya:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’ [17]: 79).
Ketiga: Orang Yang Memiliki Ilmu
Orang yang memiliki ilmu yang sering disebut ilmuan atau ulama adalah sosok manusia yang semangat dan bekerja keras dalam mencari ilmu sehingga focus dan istiqomah. Tidak semua orang yang mencari ilmu itu akan berhasil dan memiliki banyak ilmu sehingga disebut ilmuan atau ulama, karena untuk mendapatkan ilmu bukan hanya usaha keras tapi hidayah dan ridho Allah selalu menyertai sehingga akan dimudahkan dalam mendapatkan ilmu-ilmunya.
Dengan memilikimilmuyang banyak, maka dia akan berusaha mengamalkan ilmunya sehingga membawa manfaat dan pencerahan untuk masyarakatnya sehingga lebih maju dan bermartabat. Karenanya Allah memulyakan orang-orang yang memiiki ilmu, sebagimana FirmanNya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ
”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Almujadilah [58]: 11)
Keempat, : Orang Yang Paling Baik Taqwanya,
Taqwa adalah melakukan semua perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah dengan niat mengaharap ridhoNya. Untuk menjadi orang paling bertaqwa memang sulit dan berat, namun kita sebagai ummat Islam harus berusaha menjadi orang yang paling taqwa, orang yang paling patuh dan tunduk kepada Allah. Usaha yang maksimal dan kontinya menjadi sangat penting walaupun berat untuk dijalankan. Kenapa berat?, karena orang yang paling baik taqwanya punya kualitas baik juga kedekatannya dengan Alah sehingga Allah memulyakan orang yang baik taqwa sebagaiman firmanNya:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti. QS. Al-Hujurot: 13
Kelima,: Orang Tua Yang Melahirkan
Orang atau ibu bapak adalah sosok manusia yang paling berjasa kepada kita sebagai anak, banyak hal mereka kerjakan, perjuangkan, dan mereka korbankan untuk kehidupan kita. Untuk itu sangatlah wajar apabila kita sebagai anak harus berusaha menghormati, mematuhi dan memulyakan mereka. Tanpa usaha dan perjuangan yang mereka lakukan, nisacayan kita tidak akan ada apa apanya. Allah berfirman:
وَا خْفِضْ لَهُمَا جَنَا حَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 23-24)
Hadirin sidang jum’ah yang dimulyakan Allah,
Demikian khutbah yang singkat ini, semoga bisa bersemangat untuk memahami sepertia apa orang-orang yang mulia dalam AL-Qur’an sehingga kitab melakuannyadan diantara orang yang mulia dalam pandangan Al-Qur’an adalah:
- Orang Yang beriman dan Beramal Sholeh,
- Orang Yang Mendawamkan Ibadah Qiyamullail,
- Orang Yang Memiliki Ilmu,
- Orang Yang Paling Baik Taqwanya,
- Orang Tua Yang Melahirkan.
Semoga Allah memudahkan dan memberi kekuatan serta semangat kepada kita untuk bisa memaksilakan imemposisikan diri menjadi hamba yang berkualitas, sehingga kita pantas mendapatkan posisi yang tinggi dimata Allah yang mendapatkan ampuna dan rahmatNya didunia dan Akhirat, amin amin ya Robbal “aalamiiin.
بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى طَاعَتِكَ وَاهْدِهِمْ سَوَاءَ السَّبِيْلِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْهُمْ الْفِتَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Materi khutbah Jum’at dengan tema, Khutbah Jum’at: Orang Mulia Perspektif Al-Qur’an, dalam bentuk PDF dapat di Download dengan KLIK disini
KH. Ahmad Misbah, M.Ag., Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD PCNU) Tangerang. Penulis tinggal Puri Bintaro Hijau Blok A6/17, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Hp 08129039482