• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Zakky Mubarok

Membentuk Kepribadian yang Kuat dan Mandiri

March 5, 2025
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Membentuk Kepribadian yang Kuat dan Mandiri

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA.

liputan9news by liputan9news
March 5, 2025
in Syiar Islam
A A
0
Zakky Mubarok

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Musytasar PBNU/Foto: Liputan9news

495
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Puasa Ramadhan yang diwajibkan pada setiap manusia muslim, salah satu tujuannya adalah membentuk kepribadian yang kuat dan mandiri. Pada saat seorang muslim melaksanakan puasa dengan baik, sesuai dengan tuntutan agamanya, maka akan menjadi orang-orang yang beriman dan bertakwa, dengan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Manusia yang beriman dan berakwa akan memperoleh kebahagiaan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan demikian, ia akan meraih kesuksesan dan keberhasilan yang maksimal dalam menapaki jalan kehidupannya.

Puasa menurut pengertian bahasa adalah al-Imsâku atau menahan diri dari sesuatu, dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu puasa lahiriah dan puasa ruhaniah. Puasa lahiriah terdiri dari tiga hal yaitu meninggalkan makan, minum, dan bercampur dengan istri dari fajar di waktu subuh, sampai terbenam matahari di waktu maghrib dengan ikhlas mengharap keridhaan Allah s.w.t.. Inilah puasa yang telah banyak dikerjakan umat Islam.

Puasa ruhaniah atau puasa batiniah merupakan lanjutan dari puasa lahiriah, yaitu dengan:

BeritaTerkait:

Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Meningal

5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Seorang Khatib

Yang Diridhai dan Yang Dimurkai Oleh Allah Swt

Larangan Saling Mengkafirkan Sesama Muslim

  1. menjaga pandangan mata dari melihat sesuatu yang tercela,
  2. menahan pendengaran dari mendengarkan berbagai hal yang tidak terpuji, seperti ghibah, hoaks, gosip, dan informasi-informasi yang tercela lainnya.
  3. menjaga lisan dari segala perkataan yang tidak terpuji seperti berdusta, mencela orang lain, menyakiti, mengumpat, dan merendahkan sesama.
  4. menjaga tangan dan anggota badan lainnya dari segala perbuatan yang dilarang oleh agama, seperti menyakiti orang lain, atau melakukan perbuatan maksiat atau perbuatan-perbuatan lain yang bersifat fasik yang mendatangkan kerugian bagi sesamanya. Masih berkaitan dengan puasa ruhaniah yang lebih tinggi lagi adalah harus menjaga pikiran dan hati kita dari segala hal yang tercela, seperti memikirkan hal-hal yang dilarang oleh agama, dan mengotori hati dengan penyakit ruhani seperti takabbur, ujub, riya’, hasad, sum’ah, dan sebagainya.

Tingkatan puasa yang paling tinggi adalah menahan diri dari hawa nafsu. Karena itu, Nabi bersabda: “Jihad yang paling utama adalah memerangi hawa nafsu”. (HR. Ahmad, 23950). Jihad memerangi hawa nafsu lebih berat dari melaksanakan jihad dalam perang konvensional. Jihad dalam arti perang, jarang terjadi, kalaupun terjadi hanya beberapa hari, tetapi jihad untuk mengalahkan hawa nafsu terjadi setiap detik selama hidup. Dari sini terbayang, betapa beratnya berjihad memerangi hawa nafsu masing-masing.

Memerangi hawa nafsu ini terdiri dari tiga hal, yaitu (1) melawan nafsu dari dorongan perut. Dengan demikian, tidak boleh memperturutkan nafsu makan secara berlebihan, tetapi harus sederhana. Mereka yang makan berlebihan digambarkan seperti orang yang menggali kuburannya sendiri. Berbagai macam penyakit yang terjadi pada masa kini yang sangat berbahaya adalah disebabkan oleh pola makan yang berlebihan. Nabi s.a.w. memperingatkan kita:

“Pada suatu saat kamu akan menjumpai orang-orang yang makan berlebihan, minum berlebihan, berkata berlebiha, berpakaian secara berlebihan, mereka itulah orang-orang yang paling buruk dari umatku”. (HR. Tabrani, 7512).

Memerangi nafsu yang ke (2) adalah menahan libido seksual dari dorongan yang menyesatkan, yaitu segala aktivitas seksual yang melanggar larangan agama seperti perselingkuhan, perzinahan, devisiasi seksual, dan sebagainya. Dorongan nafsu ini jauh lebih berat dari dorongan nafsu yang pertama, karena dapat menjerumuskan manusia dalam kubangan kehancuran.

Hal ini semua terlihat dalam mess media yang berkembang dewasa ini, betapa banyaknya keluarga yang sukses, istrinya berpendidikan tinggi, dan anak-anaknya sukses, tapi kemudian keluarga ini jatuh tersungkur dalam kehidupan yang sangat hina karena diperdayakan oleh libido seksualnya. Banyak sekali kejahatan-kejahatan yang bersifat kriminal yang dilakukan oleh manusia, diawali dari mengumbar libido seksualnya. Libido seksual hanya diarahkan sesuai petunjuk agama, yaitu hanya kepada istri atau suami yang sah. Selain dari itu, pasti akan mencelakakan.

Nafsu yang ke (3) adalah hawa nafsu yang menyesatkan, yaitu nafsu yang tidak terkendali, sehingga melakukan berbagai tindakan yang merugikan dirinya dan orang lain. Akibatnya, bisa menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat. Hanya berapa detik atau berapa menit saja orang tidak bisa menjaga hawa nafsu ini, maka akan menyesal untuk selama-lamanya. Musuh yang paling berbahaya bukanlah menghadapi pasukan tempur dengan senjata lengkapnya atau pasukan pengebom. Tapi, yang paling berbahaya adalah nafsu yang ada pada diri sendiri apabila tidak dikendalikan.

Nabi s.a.w. mengisyaratkan:

ليسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ، إنَّما الشَّدِيدُ الذي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ.

“Bukanlah orang hebat itu, orang yang dapat mengalahkan orang lain. Sesunguhnya orang yang hebat adalah orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika sedang marah.” (HR. Muslim, 2609).

Dr. KH. Zakky Mubarok Syakrakh, MA., Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Tags: KepribadianKuatMandiriSyiar Islam
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Zakky Mubarok
Syiar Islam

Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Meningal

by liputan9news
January 27, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban yang paling tinggi setelah kita berbakti kepada Allah dan rasul-Nya....

Read more
Khutbah Jumat: Hari Pahlawan Nasional

5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Seorang Khatib

December 4, 2025
Zakky Mubarok

Yang Diridhai dan Yang Dimurkai Oleh Allah Swt

November 25, 2025
Zakky Mubarok

Larangan Saling Mengkafirkan Sesama Muslim

October 29, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In