• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
moqsith

Pembelokan Sejarah NU, Kiai Moqsith: Kepengurusan PBNU 1926 Tanpa Habaib Asal Yaman

July 18, 2024
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pembelokan Sejarah NU, Kiai Moqsith: Kepengurusan PBNU 1926 Tanpa Habaib Asal Yaman

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
July 18, 2024
in Uncategorized
A A
0
moqsith

Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, MA, Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)/Foto: Dok. AMG

746
SHARES
2.1k
VIEWS

Jakarta, LIPUTAN 9 NEWS
Fenomena pembelokan sejarah NU sangat marak belakangan ini. Video pendek yang beredar di dunia maya, terkait sejarah berdirinya ormas islam Nahdlatul Ulama. Video itu berisi, seolah berdirinya NU itu, merupakan gagasan dari Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhor, hanya karena ia keturunan Arab, maka tidak diperbolehkan oleh Belanda ujar penceramah dalam video tersbut.

Faktanya, Jami’atul Khayr (1905) dan Al-Irsyad (1914) yang lahir jauh sebelum berdirinya NU diperbolehkan dan eksis sampai detik ini. Kedua organisasi tsb adalah didirikan oleh orang-orang keturunan Arab. Yang pertama didominasi oleh kaum sayyid (keturunan Nabi) dan yang kedua adalah wadah untuk keturunan Arab non sayyid. Bahkan Rabithah Alawiyah (RA) pun, didirikan pada 1928, sebelum kemerdekaan, dikutip dari RMI NU Banten, Kamis (18/07/24).

Cikal bakal NU, berawal dari Konggres Al-Islam IV dan V, di mana kaum tradisionalis (pesantren) tidak terakomodasi dalam delegasi Mu’tamar ‘Alam al-Islami (Konfrensi Islam Internasional) di Makkah. Dari situ, KH. Wahab Hasbullah bersama rekan-rekannya membentuk Komite Hijaz –untuk mengirim delegasi sendiri ke Arab Saudi. Inilah yang akhirnya mengilhami terbentuknya organisasi Santri Tradisionalis dengan nama Nahdlatul Ulama (NU) di tahun 1926.

BeritaTerkait:

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Sejalan dengan hal tersebut, Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam postingan medsosnya menyampaikan naskah struktur kepengurusan PBNU awal mula berdirinya NU tahun 1926.

“Inilah struktur kepengurusan PBNU tahun 1926. Kiai atau ulama siapa menduduki jabatan apa bisa dibaca dalam naskah-arsip di bawah ini (dalam naskah SK Struktur PBNU 1926),” tulis Kiai Muqsith.

SK PBNU 1926
Struktur PBNU 1926/Foto: Media Sosial Facebook KH. Abdul Moqsith Ghazali

Kiai Moqsith selanjutnya menyampaikan, menarik ada nama Syekh Ahmad Ghanaim Surabaya (asal Mesir) sebagai Mustasyar PBNU periode itu. Kata Kiai Moqsith, saya tidak banyak tahu tentang tokoh ini.

“Menarik juga, sepintas tidak terbaca ada nama-marga habaib asal Yaman dalam kepengurusan PBNU di periode awal ini (1926),” tuturnya.

Selanjutnya, Kiai Moqsith mempertanyakan apakah para habaib pada saat itu memilih bergabung dengan Jamiat Khair (1905) ketimbang bergabung dengan Jam’iyah NU.

“Saya tidak tahu, apakah para habaib saat itu lebih memilih bergabung ke Jamiat Khair (berdiri tahun 1905) -yang mayoritas anggotanya memang orang-orang Arab dan pimpinannya dari kalangan Ba’alwi- ketimbang bergabung ke NU,” tanyanya.

Merujuk pada naskah Struktur PBNU 1926, Kiai Moqsith menjelaskan, bahwa dalam naskah ini ada juga nama KH. Abdul Halim (Majalengka) sebagai Naibul Katib PBNU.

“KH. Abdul Halim (Majalengka)- ayahanda KH. Asep Saifuddin Chalim (Ketum Pergunu sekarang)- sebagai Wakil Katib PBNU. Nama Kiai Asep beberapa hari ini sempat ramai diperbincangkan ketika satu “tragedi” menimpanya saat beliau menghadiri suatu acara di Jawa Timur,” pungkasnya. (ASR)

Tags: HabaibPBNUPembelokanSejarah NUStruktur PBNU 1926
Share298Tweet187SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Agenda

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

by Yuzep Ahmad
January 31, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa seluruh unsur...

Read more
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

January 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In