• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
https://liputan9.id/?s=Sulaiman+Djaya

Ubrug yang Guyub dan Lentur Untuk Festival Ubrug Se-Kabupaten Serang 10 Oktober 2024

October 11, 2024
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Lainnya Seni Budaya

Ubrug yang Guyub dan Lentur Untuk Festival Ubrug Se-Kabupaten Serang 10 Oktober 2024

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
October 11, 2024
in Seni Budaya
A A
0
https://liputan9.id/?s=Sulaiman+Djaya
497
SHARES
1.4k
VIEWS

Banten | LIPUTAN9NEWS
Sewaktu kanak-kanak dan remaja, di kampung saya dan di kampung-kampung lain di sejumlah desa di kecamatan saya, di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, bila ada yang menggelar hajatan seperti khitanan dan nikahan, biasanya mereka menyewa grup-grup wayang golek dan ubrug. Grup-grup itu acapkali mereka sewa dari Karawang, Subang atau dari Banten sendiri.

Digelar di malam hari dihadiri segala usia, termasuk saya, yang kadang lakon yang dimainkan dalang atau pentas ubrugnya dikomunikasikan dengan Bahasa Sunda dan Jawa Serang (Jaseng). Praktik dua bahasa itu sendiri di sekitaran wilayah saya sudah merupakan keunikan orang Banten Utara tempat saya tinggal. Meski kadang yang terbiasa Bahasa Jawa Serang dan tidak bisa melafalkan Bahasa Sunda, tetap bisa mengerti ketika ada saja orang atau tamu yang menggunakan Bahasa Sunda.

Lakon-lakon yang disuguhkan grup-grup itu bisa tentang tokoh-tokoh atau cerita wayang, namun ajaibnya diselingi dengan kisah-kisah keseharian, tentu saja dibarengi dengan banyolan yang sesungguhnya satir dan kritik yang dipinjam untuk menyampaikan edukasi atau pesan moral. Orang-orang duduk menghampar di tikar yang dibuat dari bahan yang sejenis bahan karung atau kadangkala tikar-tikar pandan yang disediakan sohibul hajat untuk para penonton. Dan biasanya yang paling laku adalah kacang goreng sebagai jajanannya.

BeritaTerkait:

Wayang Golek Purwa Dihidupkan Kembali, Disbudpora Bekasi Siapkan Regenerasi Dalang Muda

Teater Musikal yang Riang

Ikhtiar Festival Teater Remaja Banten

MUI Jakarta Mengenalkan Tradisi Betawi Lewat Festival Seni dan Budaya

Diantara lampu-lampu petromak yang disiapkan sohibul hajat dan damar (lampu minyak) para pedagang yang berjualan di sekitar area pertunjukan, suara dalang wayang golek dan para pemeran ubrug memang menyuguhkan karakter tokoh-tokoh hebat sekaligus wong cilik yang lugu dan lucu. Dan itulah sisi menarik dan memikat seni (teater) pertunjukkan rakyat bagi para petani yang hidup di desa kala itu.

Begitulah seni (teater) pertunjukan rakyat dalam pengalaman saya sebagai penonton di masa kanak-kanak dan remaja saya: seni pedagogis sekaligus hiburan yang membangun keakraban (guyub) dengan penonton dan dikomunikasikan dengan cerita dan bahasa yang dimengerti secara langsung oleh para petani di desa. Para penonton merasa terlibat ketika para pemeran kadangkala menyapa penonton dan bertanya kepada hadirin.

Cerita yang dipentaskan juga kisah kehidupan sehari-hari wong cilik atau jalma alit dengan nama-nama tokoh serta karakter yang juga akrab dengan kehidupan rakyat kecil atau para petani ketika itu, seperti Pak RT, Lurah, juragan gabah (bos padi), suami dan istrinya atau kisah kehidupan rumah tangga mereka yang bukan pejabat, di mana kisah-kisah dan ceritanya acapkali mengisahkan kesulitan dan keluh-kesah hidup mereka, yang tak lain merupakan kritik yang mereka sampaikan kepada orang-orang besar atau para perjabat mereka. Atau katakanlah aspirasi mereka agar hidup mereka tidak susah terus-menerus.

Dengan begitu, aksi panggung mereka sebenarnya lebih merupakan katalisator atau memang katarsis dari apa yang sebenarnya ingin disampaikan para penonton, yang karenanya para penonton pertunjukkan merasa terwakili aspirasi mereka dan harapan mereka dalam hidup sehari-hari. Yang karena barangkali karena itu pula, sebelum televisi dan sinetron menggesernya, pertunjukkan atau pementasan ubrug di masa itu digemari, dan kerapkali diundang untuk mengisi setiap hajatan bagi keluarga-keluarga yang mampu menyewa jasa mereka.

Mereka juga adakalanya disewa dari biaya atau anggaran hasil gotong-royong masyarakat untuk mengisi acara-acara yang sifatnya diselenggarakan dengan guyub atau gotong-royong. Dan tentu seperti biasanya, pertunjukkan mereka dimulai dengan intro atau pendahuluan melalui musik dan tembang yang dilakukan oleh para pemusik dan sinden (penyanyi/biduan) sebelum para aktor memerankan tokoh-tokoh atau karakter orang-orang kecil dengan pakaian dan gaya yang lucu dan menghibur serta mengisahkan atau menceritakan kisah dan cerita kehidupan rakyat kebanyakan.

Bagi saya, ubrug adalah seni (teater) pertunjukkan rakyat yang dimainkan atau dipentaskan dengan cara interaktif bersama para penonton secara komunikatif ketika mereka hendak menyuguhkan hiburan untuk rakyat atau wong cilik. Ubrug memang kebalikan dari seni (pertunjukkan) borjuis (kelas menengah dan kelas atas) seperti drama yang dipentaskan di teater, konser musik klasik, dan ballet. Ubrug memang seni pertunjukkan rakyat yang canda dan cerita yang mereka komunikasikan dengan para penonton tidak sepi dari pesan moral dan kritik sosial.

Singkat kata, ubrug adalah teater rakyat yang ketika bermain dan mementaskan diri mereka memang sadar siapa yang menjadi penonton mereka. Orang-orang kecil yang juga membutuhkan hiburan atau ingin sejenak melupakan keluh-kesah dan keterbatasan ekonomi hidup sehari-hari mereka, sekaligus menjadi katalisator bagi aspirasi dan apa yang juga ingin disampaikan para penontonnya.

Sulaiman Djaya, Pemerhati Kebudayaan

Tags: CeritaCerita RakyatFestivalFestival UbrugSeni BudayaUbrug
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Wayang Golek Purwa Dihidupkan Kembali, Disbudpora Bekasi Siapkan Regenerasi Dalang Muda
Daerah

Wayang Golek Purwa Dihidupkan Kembali, Disbudpora Bekasi Siapkan Regenerasi Dalang Muda

by Liputan9 | Bekasi
December 19, 2025
0

KABUPATEN BEKASI | LIPUTAN9NEWS Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi menggelar Festival Dalang Wayang Golek Purwa Kabupaten Bekasi...

Read more
Teater Musikal yang Riang

Teater Musikal yang Riang

November 22, 2025
Teater remaja

Ikhtiar Festival Teater Remaja Banten

August 3, 2025
MUI Jakarta Mengenalkan Tradisi Betawi Lewat Festival Seni dan Budaya

MUI Jakarta Mengenalkan Tradisi Betawi Lewat Festival Seni dan Budaya

May 1, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In