• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Zionisme Nahdliyyah dan Urgensi Rais Aam Mundur

September 8, 2025
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Zionisme Nahdliyyah dan Urgensi Rais Aam Mundur

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA

liputan9news by liputan9news
September 8, 2025
in Opini
A A
1
Imam Jazuli

KH Imam Jazuli, Ketua Steering Committee (SC) Muktamar Luar Biasa (MLB) Nahdlatul Ulama (NU)/Foto: Liputan9news

653
SHARES
1.9k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS
Jam’iyah Nadhlatul Ulama menerbitkan Surat Penghentian atau Penangguhan Pelaksanaan AKN NU dan Nota Kesepahaman PBNU dengan CSCV bernomor 4368/PB.23/A.II.08.07/99/08/2025. Dengan itu, kecenderungan PBNU pada pragmatisme politik semakin kental.

Center for Shared Civilizational Values (CSCV) yang digawangi KH. A. Mustofa Bisri, KH. Yahya Cholil Staquf, C. Holland Tylor, Yaqut Cholil Qoumas, dan Dr. Timothy Samuel Shah, cukup memberikan dampak riskan bagi citra NU. CSCV pada gilirannya menjadi pintu masuk ideologi Zionisme.

CSCV memasukkan paham zionis ke tubuh NU, melalui penyelenggaraan kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU), sangat halus. Jika bukan karena kehadiran Dr. Peter Berkowitz, dkk., sebagai pemateri di AKN NU, mata publik mungkin akan lebih terkecoh.

Aktor utama kemelut ini terletak pada peran ganda KH. Yahya Cholil Staquf. Di satu sisi, ia sebagai Ketua Umum PBNU, dan di sisi lain, sebagai Presiden CSCV. Membuat nota kesepahaman apapun dan menyelenggaraan kegiatan apapun antara PBNU dan CSCV semudah membalikkan telapak tangan.

BeritaTerkait:

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

Rangkap jabatan dalam politik yang pragmatis bukan masalah. Masalah sesungguhnya yang paling signifikan adalah pembiaran oleh Rais Aam KH. Miftachul Akhyar. Penghentian atau penangguhan baru diputuskan setelah kritik pedas dilayangkan oleh publik.

Praktik politik Rais Aam bukan lagi pragmatis, tetapi telah condong pada oportunis. Sekiranya publik tidak peduli pada citra NU, boleh jadi restu Rais Aam akan berkelanjutan. PBNU akan terus dicemarkan oleh CSCV yang menjadi corong zionisme.

Oportunisme bukan gaya politik yang selayaknya diperankan oleh Rais Aam. Bagaimana pun NU adalah organisasi yang memiliki pijakan-pijak moral dan idealisme kokoh yang telah dicontohkan para muassis. Salah satunya adalah pembelaan terhadap kepentingan Palestina.

Politik oportunis hanya kontra produktif dengan perjuangan membela Palestina. Dengan dikeluarkannya surat penghentian dan penangguhan AKNU dan kerjasama PBNU dengan CSCV, solusi jangka pendek menyelamatkan citra NU mungkin berhasil. Tetapi, itu bukan solusi jangka panjang.

Solusi jangka panjang yang mungkin bisa ditempuh adalah pertama dengan memutus mata rantai pengaruh zionisme ke dalam tubuh NU. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menutup pintu kerjasama PBNU dengan CSCV sampai batas waktu yang tidak ditentukan. CSCV bagai parasit di tubuh NU. Lebih-lebih elite CSCV, Yaqut Cholil Qoumas, masih berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Langkah selanjutnya adalah KH. Yahya Cholil Staquf sebagai representasi CSCV dan zionisme maupun KH. Rais Aam sebagai simbol politik oportunis harus merelahkan tahta kepemimpinannya. Selama dua figur besar ini masih memiliki simpul kuasa, citra NU sulit dipulihkan. Potensi lain masuknya zionisme di tubuh NU sulit dibendung.

Mengapa Rais Aam Harus Mundur

Satu periode pasca Muktamar NU di Lampung, warga Nahdliyyin terlalu lelah menjaga nama baik organisasi, hanya karena manuver-manuver politik para pengurusnya yang liar dan tak terkendali. Terlalu banyak, mulai dari masalah konsesi tambang, pemecatan sepihak terhadap pengurus yang tidak sehaluan, hingga pengaruh zionisme.

Semua berakar dari satu penyakit yang sama, yaitu oportunisme politik, pragmatis, transaksional. Nilai-nilai ideal menjadi barang langka yang sulit ditemukan lagi di lingkungan NU. Mungkin itu biasa-biasa saja bagi pengurus yang dekat dengan kekuasaan, tetapi menjadi problem fatal bagi warga NU yang masih ideal dengan nilai-nilai tradisional NU, Khitthah Jam’iyah, dan jejak perjuangan muassis.

Rais Aam terkesan membiarkan terhadap polarisasi yang tercipta di akar rumput. Tidak ada contoh kepemimpinan yang berhasil menyatukan warga Nahdliyyin yang semakin terbelah. Juga tidak ada langkah konkrit untuk menjaga apa yang disebut Ukhuwah Nahdliyyih yang semakin keropos dari waktu ke waktu.

Singkat kata Rais Aam, KH. Miftachul Akhyar, belum memiliki kapasitas leadership yang ideal. Padahal, jamaah NU semakin besar dari waktu ke waktu, tentu dengan segala macam aspirasi dan golongan. Tidak semua warga cocok dengan pilihan politik transaksional, pragmatis, dan politis. Juga tidak semua warga suka dengan kondisi perpecahan di akar rumput yang menajam.

Tentu warga tidak bisa menerima pembiaran semacam ini berlanjut hingga datang masa Muktamar berikutnya. Bukan mustahil juga KH. Yahya Cholil Staquf dan KH. Miftachul Akhyar akan kembali berkuasa di Muktamar selanjutnya. Mengingat betapa intimnya mereka dengan kekuasaan, termasuk zionisme.

Mengundurkan diri bagi Rais Aam memang pilihan paling ideal. Tentu ada harga yang harus dibayar, yaitu: tidak ada sejarah NU dimana Rais Aam mengundurkan diri. Tetapi, jika tidak mengundurkan diri, korban juga lebih besar. Tidak ada sejarah NU dimana pemimpin-pemimpinya menjadi corong kepentingan zionisme.

Dalam situasi ini, kita perlu kembali ke kaidah fikih “idza ijtama’a mafsadatani fa ‘alaikum bi akhaffihima.” Jika ada dua pilihan buruk, maka pilihkan yang paling ringan mudharatnya. Oleh karenanya, dari pada memiliki pemimpin yang menjadi kaki tangan zionis, lebih baik memiliki pemimpin yang mengundurkan diri. Wallahu a’lam bis shawab.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: MundurNahdlatul UlamaNahdliyinRais Aam PBNUZionisZionisme
Share261Tweet163SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)
Nasional

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

by liputan9news
April 2, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah Al-Amudi di Kantor...

Read more
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
KH Imam Jazuli

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

March 2, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    2 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In