• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Teater Berbasis Kearifan Lokal

May 26, 2024
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Teater Berbasis Kearifan Lokal

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
May 26, 2024
in Uncategorized
A A
1
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Budayawan

508
SHARES
1.5k
VIEWS

Banten, LIPUTAN 9 NEWS

“Dalam konteks adaptif pengayaan variatif pertunjukkan, sebagai contoh kearifan lokal lainnya, kita bisa belajar dari seni pertunjukkan wayang yang lazim disebut goro-goro: banyolan, ketika mereka bebas mencampur-adukkan cerita dengan isu-isu atau soal-soal aktual dalam kehidupan keseharian kita.”

Industri budaya pop dan perkembangan jejaring sosial telah menjadi tantangan sekaligus peluang baru kreatif. Kerja dan dunia teater saat ini berhadapan dan dalam gempuran persaingan industri budaya pop dan kegandrungan orang menghabiskan waktu di dunia mayantara media sosial.

Dengan kenyataan yang tak terbantahkan: teater mengalami kemerosotan audiens saat ini, mau tak mau para seniman teater harus sanggup bersiasat dan mengafirmasi kenyataan kekinian dunia menjadi inspirasi kreatif, semisal mengolah khazanah kearifan lokal bangsa dengan sentuhan dan isu kontemporer.

BeritaTerkait:

Belajar dari Einstein

Seni yang Menyadarkan

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

Kita misalnya bisa menghadirkan cerita-cerita rakyat dengan tokoh-tokoh hikayatnya yang dikenal di panggung pementasan dengan disisipi isu-isu dan masalah-masalah hidup keseharian yang menarik saat ini. Menyuguhkan hal-hal yang akrab bagi kebanyakan orang, sehingga teater menjadi medium pengalaman bersama banyak orang.

Kita pun bisa mengaktualkan khazanah teater tradisi yang bersumber dari sastra lisan seperti cerita rakyat, legenda, hikayat dan yang sejenis itu semua, dengan balutan estetika kontemporer dan muatan isu dan tema yang sekiranya relevan bagi pengalaman hidup keseharian banyak orang.

Sebagai bangsa yang memiliki warisan dan karakter kebudayaan sendiri yang adiluhung dan beragam, sudah sepatutnya kita memahami kandungannya dan kemudian mengaktualkannya bagi audiens dan konteks kekinian. Dalam kadar ini, akar teater tak lain kehidupan dan keberadaan teater karena kehadirannya selalu terkait dengan kehidupan nyata banyak orang.

Sesungguhnya kearifan lokal bangsa ini sudah pula dipraktikkan dalam kerja dan kegiatan kreatif teater. Sebutlah taksu di Bali yang dilakukan untuk menguatkan karisma atau pamor aktor di panggung dengan latihan meditasi atau sukma untuk meningkatkan kepekaan rasa seniman atau pemain teater.

Dalam konteks adaptif pengayaan variatif pertunjukkan, sebagai contoh kearifan lokal lainnya, kita bisa belajar dari seni pertunjukkan wayang yang lazim disebut goro-goro: banyolan, ketika mereka bebas mencampur-adukkan cerita dengan isu-isu atau soal-soal aktual dalam kehidupan keseharian kita.

Mereka bebas dan merdeka melancarkan satir dan kritik secara parodis dan humoris, dengan banyolan yang menghibur khalayak penyimak, dengan tetap santun dan metaforis serta demokratis, sehingga tidak mencerminkan kekasaran atau sarkasme, tetapi lebih mengajak untuk merenung dan menyadari.

Banyak juga kearifan lokal pertunjukkan rakyat, semisal Ubrug Banten, yang berusaha mengangkat isu yang sesungguhnya tidak hitam-putih, seperti keikhlasan mereka menertawakan takdir rakyat jelata dengan seloroh dan banyolan yang menghibur penonton, tetapi sesungguhnya tanpa sadar telah menampilkan upaya untuk menertawai absurditas hidup itu sendiri, seperti tetap ada tawa dalam pengalaman nestapa.

Begitu pun, adaptasi dan perkawinan kultural dalam seni, termasuk teater, bukan sesuatu yang aneh. Kita masih ingat ketika Rendra mementaskan Oedipus dari Yunani dengan kostum dan properti budaya Jawa semisal dipan bambu di mana Rendra sendiri mengenakan kostum batik. Apa yang dilakukan Rendra itu adalah contoh komunikasi antar budaya yang dipraktikkan dalam teater demi penerimaan reseptif khayalak masyarakat Indonesia.

Upaya komunikasi antar budaya dalam seni, termasuk dalam teater, tak lain karena ada banyak isu-isu kemanusiaan yang universal dan sama dalam kehidupan dan sejarah umat manusia, semisal tragedi, kisah cinta, perang, penderitaan, kemiskinan, dan lain sebagainya yang menginspirasi kerja kreatif seni dan teater, yang kemudian dijelmakan sebagai upaya katarsis dan cermin bersama dalam hidup kita.

Kekayaan khazanah kearifan lokal bangsa kita, seperti cerita rakyat, sesungguhnya pun mengandung isu-isu dan materi universal kemanusiaan yang tetap kontekstual untuk dipentaskan kembali ke ragam media dan bentuk seni, seperti teater dan film. Kisah-kisah rakyat seperti Lutung Kasarung dan yang lainnya tidak akan basi bila kita sanggup mengkontekstualkannya dengan penerimaan dan keadaan selera para penonton saat ini.

Di sana ada kisah tentang cinta, absurditas, masalah psikologi hubungan anak dan ibu, kesombongan kekuasaan, feodalisme, kemalangan, juga pengabdian dan kesetiaan, semisal lewat tokoh Tumang yang dikutuk menjadi anjing (hina), padahal Tumang itu justru karakter yang setia, rela berkorban, dan memiliki cinta yang tulus serta jiwa pengabdian yang tanpa pamrih.

Kisah itu sesungguhnya mengandung satir sekaligus ironi. Barangkali juga sesungguhnya merupakan upaya mengkritik dan mengolok-olok situasi atau keadaan sosial-politik-budaya di jamannya ketika hikayat itu dikisahkan kepada masyarakat.

Teater kita saat ini harus mampu mengolah isu dan materi garapanya dari kekayaan sejarah dan budaya bangsa kita, termasuk kekayaan lokal-etnik, yang tidak mesti menjadi chauvinis-primordialis, melainkan diolah dan dipentaskan kembali dalam rangka menemukan dan menciptakan refleksi bersama.

Teater kita saat ini juga harus berusaha mengurangi kesenjangan penerimaan dan apresiasi dari para penontonnya, agar teater tidak ditinggalkan khalayak yang merupakan salah-satu nyawa utama keberlangsungannya. Bahwa memang unsur menghibur dan menyenangkan dari seni tidak mungkin kita abaikan, karena justru seni yang menghibur dan menyenangkan itulah yang acapkali diterima khalayak, meski mengandung refleksi dan pelajaran.

Sulaiman Djaya, Penyair di Kubah Budaya

Tags: BudayaKearifan LokalSeni BudayaSulaiman DjayaTeater
Share203Tweet127SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Sulaiman-Djaya
Opini

Belajar dari Einstein

by Sulaiman Djaya
March 10, 2026
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS “Saya bukan jenius, saya hanya selalu ingin tahu,” demikian ujar Einstein tentang betapa bakat dan kecerdasan saja...

Read more
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
Sulaiman Djaya

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

February 25, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

March 15, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In