• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Menjawab Tuduhan Bid’ah

Menjawab Tuduhan Bid’ah

September 18, 2022
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Menjawab Tuduhan Bid’ah

Oleh : KHM Hamdan Suhaemi

liputan9news by liputan9news
September 18, 2022
in Uncategorized
A A
0
Menjawab Tuduhan Bid’ah
494
SHARES
1.4k
VIEWS

Manhaj Salaf belakangan sangat gencar mempropagandakan tuduhan bid’ah dlolalah pada umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jama’ah. Tuduhan bid’ah yang disebar melalui media sosial, baik tulisan maupun ucapan, seolah tidak dilirik oleh negara, karena diasumsikan masuk ranah privat seseorang pemeluk agama. Betul bid’ah adalah ranah agama, bukan sesuatu yang harus diurus oleh negara. Tetapi propaganda bid’ah itu yang membuat gelisah, mengganggu ketertiban, kenyamanan beragama umat Islam lainnya yang berbeda dengan mereka.

Sebenarnya apa yang jadi target mereka ? apakah ingin mengklaim diri mereka yang patut disebut muslim yang sebenarnya, dan yang lain tidak benar. Mengklaim kunci surga ada di tangan mereka dengan seringnya menuduh keliru dan salah atas praktik keagamaan yang berbeda dengan mereka. Mereka secara kuantitatif sangat kecil, tapi banyak secara kuantitatif dalam semburan hoax, kebencian, tuduhan bid’ah dan kesesatan. Ataukah umat Islam Indonesia yang bermazhab Ahli Sunnah wal Jama’ah dipaksa jadi salafiyun, dipaksa agar mengakui kebenaran ajaran manhaj salaf?.

Berawal dari mana bid’ah menjadi yang utama dari jargon keagamaannya ?, tentu kita cek hadits berikut ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

BeritaTerkait:

Kenapa Harus Bermaulid Nabi?

Tashoruf Imam atas Rakyat, Kritik Siyasah Pemerintahan Yang Sah

Betulkah Makan Pada Acara Kematian itu Hukumnya Bidah?

Perayaan Maulid Nabi, Antara Ajaran, Budaya dan Tuduhan Bid’ah

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ كُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Artinya: Jauhilah perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap yang baru adalah perbuatan bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan di dalam neraka.

Hadits di atas adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (urutan ke 4607 ), Imam Tirmidzi ( urutan hadits ke 2676 ), Imam Ibnu Majah (urutan ke 42 ), Ahmad ( juz 4 halaman 126-127) dan dishahihkan oleh Tirmidzi dan Al Hakim di dalam Al Mustadrak. Itu artinya hadits tersebut adalah hadits masyhur.

Berawal dari hadits di atas itulah kemudian kaum manhaj salaf mengambilnya sebagai ” Palu Godam ” untuk menolak dan menyesatkan amaliah agama umat Islam Ahli Sunnah wal Jama’ah yang kebetulan di Indonesia sudah menjadi tradisi yang baik dan benar. Tentu tuduhan tersebut bertolak belakang atas prinsip Ushul Fiqih yaitu.

تقديم المصلحة الراجحة اولى من تقديم المصلحة المرجوحة

Artinya: mendahulukan kemaslahatan yang sudah baku dan jadi tradisi itu lebih baik daripada kemaslahatan yang masih baru yang belum baku.

Lalu, bagaimana yang dimaksud bid’ah tersebut. Sehingga kini masih sibuk untuk dibicarakan. Dalam kitabnya al-Ta’rifat, Imam al-Jurjani menjelaskan.

البدعة هي الامر المحدث الذي لم يكن عليه الصحابة و التابعون و لم يكن مما اقتضاه الدليل الشرعي.

Artinya: Bid’ah itu adalah perkara atau sesuatu yang baru yang tidak dilakukan oleh para sahabat, para tabiin dan tidak pula dijadikan sebagai dalil syar’i.

Imam Hasan Al-Bashry rahimahullah dalam kitabnya Imam Ahmad al-Zuhdi seorang tabi’in yang terkenal, dan wafat 110 H telah berkata:

اِعْرِفُوا الْمُهَاجِرِيْنَ بِفَضْلِهِمْ، وَاتَّبِعُوْا آثاَرَهُمْ، وَإِيَّاكُمْ وَمَا أَحْدَثَ النَّاسُ فِي دِيْنِهِمْ، فَإِنَّ شَرَّ الأُمُوْرِ اْلمُحْدَثَاتُ.

Artinya: Kenalilah keutamaan-keutamaan kaum Muhajirin dan ikutilah jejak mereka, hati-hatilah kalian dari sesuatu baru yang dibuat-buat manusia di dalam agama mereka, karena sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah perkara-perkara baru di dalam agama.

Sedikit demi sedikit kita perlu pahami soal bid’ah, banyak pendapat soal tersebut dan sudah dijelaskan oleh ulama dari masa ke masa.

قال ابن العربي: ” ليست البدعة والمحدَث مذمومين للفظ بدعة ومحدث ولا معنييهما، وإنما يذم من البدعة ما يخالف السنة، ويذم من المحدثات ما دعا إلى الضلالة”.

Pendapat Imam Ibnu al-Arobi, bahwa tidak ada bid’ah dan yang baru disebut jelek baik lafadz dan artinya, dan karena sesungguhnya yang disebut bagian dari bid’ah adalah ajaran yang berbeda dengan ajaran Islam, dan disebut sesat apabila yang baru tersebut mengajak pada kesesatan.

Sementara Imam Nawawi RA, Imamnya madzhab Syafi’i menjelaskan dalam kitabnya Tahdzibu al-Asmai wa al-Lughot.

وقال النووي في كتاب تـهذيب الأسماء واللغات، مادة (ب د ع ) البدعة بكسر الباء في الشرع هي: إحداث ما لم يكن في عهد رسول الله صلّى الله عليه وءاله وسلم، وهي منقسمة إلى حسنة وقبيحة

Imam Nawawi menjelaskan bahwa bid’ah menurut syari’at itu membuat baru apa yang tidak ada di zaman Rosulullah S.a.w. bid’ah juga terbagi menjadi bagus dan buruk.

Ini kalau kita pahami, bahwa yang tidak diajarkan Rosulullah s.a.w lalu kemudian dibuat buat seolah itu ajaran Rosulullah pengertianya adalah dalam hal syari’at lalu kemudian ditambahkan atau dikurangi, seperti ada ajaran yang mengajak agar berpuasa wajib tidak di bulan Ramadhan, tetapi di bulan yang lain. Ini yang jelas disebut bid’ah dlolalah.

Begitupun pandangan imam Abdul Aziz bin Abdul Salam dalam kitabnya al-Qowaid tentang bid’ah.

، قال الإِمام أبو محمّد عبد العزيز بن عبد السلام رحمه الله ورضي عنه في ءاخر كتاب القواعد: “البدعة منقسمة إلى واجبة ومحرّمة ومندوبة ومكروهة ومباحة. قال: والطريق في ذلك أن تعرض البدعة على قواعد الشريعة، فإن دخلت في قواعد الإِيجاب فهي واجبة، أو في قواعد التحريم فمحرّمة، أو الندب فمندوبة، أو المكروه فمكروهة، أو المباح فمباحة”.

Bahwa bid’ah itu terbagi-bagi ada bid’ah yang wajib terjadi, ada bid’ah yang diharamkan, ada bid’ah yang disunnahkan, ada bid’ah yang dimakruhkan dan ada pula bid’ah yang dibolehkan. Karena itu lihat bid’ah yang bertolak pada kaidah syari’at, bila itu mengharuskan wajib maka bid’ah akan jadi wajib.

وزاد ابن حجر العسقلاني فقال: “ما أحدث ولا دليل له من الشرع بطريق خاص ولا عام”. ومثله ما قاله ابن تيمية أيضاً والشاطبي -رحمهما الله- بأن البدعة هي “التي لم يدل عليها دليل شرعي، لا من كتاب ولا سنة ولا إجماع ولا قياس ولا استدلال معتبر عند أهل العلم، لا في الجملة ولا في التفصيل”.

Kemudian, Imam Ibnu Hajar al-Asqolani mengatakan bahwa ” sesuatu yang baru dan tidak ada dalil atasnya dari syari’at, dilihat dengan cara khusus bukan secara umum “. Pandangan Ibnu Hajar al-Asqolani ini mudah dipahami bahwa jika itu dikatakan bid’ah tentu harus melihatnya pada yang khusus,karena sesuatu yang baru tidak mewakili yang umum. Bahkan Ibnu Taimiyah pun yang oleh kaum manhaj Salaf dianggap imam besarnya sepakat atas pendapat Ibnu Hajar al-Asqolani tersebut.

أو ما قاله أبو العباس القرطبي بأن البدعة هي: “ما ابتدئ وافتتح من غير أصل شرعي”. وعبارة الأمير الصنعاني : “ما عمل من دون أن يسبق له شرعية من كتاب ولا سنة”.

Imam Qurtubi juga menjelaskan bahwa bid’ah itu diawali dan dibuka bukan dari pokok syari’at, artinya jika tidak ada hubungannya hal baru yang menyalahi syari’at maka tidak dihukumi bertentangan dengan syari’at. Tetapi sebaliknya jika hal baru tersebut berkaitan dengan syari’at lalu dibuat baru atau dibuat kurang maka dengan sendirinya disebut bid’ah dlolalah ( sesat ) seperti raka’at sholat dzohor yang sudah disyariatkan itu 4 raka’at dikurangi menjadi 3 atau 2. Bila itu terjadi maka kita sebut bid’ah.

Tetapi sesuatu baru yang tidak ada hubungannya dengan apa yang sudah ada dalam syariat, maka lihat ke khususnya, apa itu? Illat, syarat dan sebab. Jangan kemudian dijustifikasi secara umum sesuatu itu dianggap bid’ah dlolalah (sesat), padahal tidak sama sekali ada hubungannya merubah dan menambahkan ajaran.

Oleh : KHM Hamdan Suhaemi, Wakil Ketua PW GP Ansor Banten, Ketua PW Rijalul Ansor Banten

Tags: bid'ahHamdan Suhaemi
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kemarin saya memenuhi undangan anggota DPRD dari fraksi partai Gerindra bapak Abdul Madjid, S. Pd di kediamannya Pujer Bondowoso.
Opini

Kenapa Harus Bermaulid Nabi?

by liputan9news
September 15, 2025
0

BONDOWOSO | LIPUTAN9NEWS Kemarin saya memenuhi undangan anggota DPRD dari fraksi partai Gerindra bapak Abdul Madjid, S. Pd di kediamannya...

Read more
Tashoruf Imam atas Rakyat, Kritik Siyasah Pemerintahan Yang Sah

Tashoruf Imam atas Rakyat, Kritik Siyasah Pemerintahan Yang Sah

March 23, 2025
Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

Betulkah Makan Pada Acara Kematian itu Hukumnya Bidah?

October 21, 2024
Perayaan Maulid Nabi, Antara Ajaran, Budaya dan Tuduhan Bid’ah

Perayaan Maulid Nabi, Antara Ajaran, Budaya dan Tuduhan Bid’ah

September 10, 2024
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In