• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Tinjauan Fikih dalam Pelaksanaan Shalat Rebo Wekasan

Tinjauan Fikih dalam Pelaksanaan Shalat Rebo Wekasan

September 21, 2022
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Tinjauan Fikih dalam Pelaksanaan Shalat Rebo Wekasan

liputan9news by liputan9news
September 21, 2022
in Uncategorized
A A
0
Tinjauan Fikih dalam Pelaksanaan Shalat Rebo Wekasan

Foto: ilustrasi orang sehabis shalat/by: ASR

499
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta, Liputan9.id – Salat ‘Rebo Wekasan’ tidaklah asing di telinga kita. Terutama kita yang berasal dari masyarakat budaya Jawa. ‘Rebo Wekasan’ sendiri merupakan istilah dari hari Rabu terakhir pada bulan Shafar. Dalam banyak keterangan, hari ini hari di mana Allah swt. menurunkan segala bala` (cobaan) dan marabahaya ke dunia. Bala` yang turun ini terlebih dahulu difilter oleh seorang Wali Quthb (wali tertinggi) dan barulah kemudian menimpa umat manusia.

Imam al-Dairabi berkata :

ذَكَرَ بَعْضُ الْعَارِفِيْنَ مِنْ أَهْلِ الْكَشْفِ وَالتَّمْكِيْنِ أَنَّهُ يَنْزِلُ فِي كُلِّ سَنَةٍ ثَلَاثُ مِئَةِ أَلْفِ بَلِيَّةٍ وَعِشْرُوْنَ أَلْفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ وَكُلُّ ذَلِكَ فِيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِيْرِ مِنْ صَفَرَ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبَ أَيَّامِ السَّنَةِ

BeritaTerkait:

Wayang Golek Purwa Dihidupkan Kembali, Disbudpora Bekasi Siapkan Regenerasi Dalang Muda

Teater Musikal yang Riang

Bolehkah Shalat Tahajud Dilaksanakan secara Berjamaah?

Menuju Shalat yang Berkualitas Menurut Imam Al-Ghazali

“Sebagian ulama Arifin dari Ahli Kasyf menuturkan bahwa pada setiap tahunnya diturunkan 320 ribu bala’ (cobaan). Yaitu terjadi pada hari Rabu terakhir dari bulan Shafar. Pada waktu itu merupakan hari terberat dari sekian banyak di hari dalam satu tahun.”

Di tempat lain Al-Syaikh Al-Buni mengatakan :

اِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَزِّلُ بَلَاءً فِي آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ صَفَرَ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْاَرْضِ فَيَأْخُذُهُ الْمُوَكَّلُ بِهِ وَيُسَلِّمُهُ اِلَى قُطْبِ الْغَوْثِ فَيُفَرِّقُهُ عَلىَ الْعَالَمِ فَمَا حَصَلَ مِنْ مَوْتٍ اَوْ بَلَاءٍ اَوْ هَمٍّ اِلَّا وَيَكُوْنُ مِنَ الْبَلَاءِ الَّذِيْ يُفَرِّقُهُ الْقُطْبُ

“Sesungguhnya Allah menurunkan bala’ di hari Rabu terakhir dari bulan Shafar di antara langit dan bumi. Kemudian bala’ tersebut diterima oleh malaikat yang bertugas dan diserahkan kepada wali Quthb al-Ghauts lalu disebar ke seluruh penduduk alam semesta. Segala bentuk kematian, bala’ atau kesusahan tidak lain adalah berasal dari bala’ yang disebarkan oleh sang wali quthb tersebut.”

Untuk menghadapi hari yang begitu berat ini banyak ulama yang menganjurkan untuk melakukan amalan ibadah berupa salat dengan tata cara (kaifiyyah) tertentu. Namun dar itu, ada juga ulama yang mengatakan bahwa salat dengan kaifiyyah tertentu itu dihukumi bid’ah yang memerlukan sebuah jalan tengah.

Kita mulai dari pendapat ulama yang menganjurkannya terlebih dahulu. Para ulama berbeda-beda dalam memberikan tata cara salat Rebo Wekasan. Di antaranya:

Imam Al-Dairabi
Melakukan salat sunah sebanyak empat rakaat. Pada tiap rakaat, setelah membaca surat al-Fatihah membaca surat Al-Kautsar 17x, surat Al-Ikhlash 5x, Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan Al-Nas) 1x. Kemudian setelah salam membaca doa :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Al-Buni
Melakukan salat sunah sebanyak 6 raka’at. Raka’at pertama membaca surat Al-Fatihah dan Ayat Kursi dan rakaat kedua dan selanjutnya membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlash. Kemudian setelah salam membaca shalawat kepada Rasulullah Saw dengan bagaimanapun bentuk shighatnya, Serta diakhiri dengan membaca do’a sebagai berikut :

اللهم إنِّي أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنِيْ وَأَنْ تُعَافِيَنِيْ مِنْ بَلَائِكَ يَا دَافِعَ الْبَلَايَا يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ اكْشِفْ عَنِّي مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ إِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا

Menurut ba’dh al-shalihin
Dalam kaifiyyah ini tidak dilakukan dengan melakukan salat, akan tetapi dengan membaca surat Yasin sebanyak 1x. Ketika sampai pada ayat: سلام قولا من رب رحيم ayat ini diulangi sebanyak 313x. Kemudian membaca do’a :

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْآفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّآتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا أَعْلىَ الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصىَ الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اَللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْاَرْضِ اِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Kemudian salah satu ulama yang mengatakan salat ‘Rebo Wekasan’ tidak boleh adalah Syaikh Abd al-Hamid Quds Al-Makky. Beliau menungkapkan hal tersebut ketika mengomentari pernyataan Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam Irsyad al-‘Ibad tentang salat-salat yang dianggap bid’ah. Berikut cuplikannya:

قَالَ الْعَلَّامَةُ الشَّيْخُ زَيْنُ الدِّيْنِ تِلْمِيْذُ ابْنِ حَجَرٍ اَلْمَلِكِى فِى كِتَابِهِ اِرْشَادِ الْعِبَادِ كَغَيْرِهِ مِنْ عُلَمَاءِ الْمَذْهَبِ: وَمِنَ الْبِدَعِ الْمَذْمُوْمَةِ الَّتِى يَأْثَمُ فَاعِلُهَا وَيَجِبُ عَلَى وُلَاةِ الْأَمْرِ مَنْعُ فَاعِلِهَا صَلَاةَ الرَّغَائِبِ -اِلَى أَنْ قَالَ- أَمَّا أَحَادِيْثُهَا فَمَوْضُوْعَةٌ بَاطِلَةٌ وَلَا يَغْتَرُّ عَنْ ذِكْرِهَا اهـ، قُلْتُ وَمِثْلُهُ صَلَاةُ الصَّفَرِ فَمَنْ أَرَادَ الصَّلَاةَ فِى وَقْتِ هَذِهِ الْأَوْقَاتِ فَلْيَنْوِ النَّفْلَ الْمُطْلَقَ فُرَادَى مِنْ غَيْرِ عَدَدٍ مُعَيَّنٍ وَهُوَ مَا لَا يَتَقَيَّدُ بِوَقْتٍ وَلَا سَبَبٍ وَلَا حَصْرَ لَهُ اهـ

“Syaikh Zainuddin (Al-Malibari) menungkapkan dalam kitabnya Irsyad al-Ibad seperti halnya ulama lain dari mazhab Syafi’i bahwa termasuk dari bid’ah yang tercela pelakunya berdosa dan wajib dilarang oleh pemerintah adalah salat Ragha`ib, hadis-hadis yang dipakai adalah hadis maudhu’ maka jangan terpancing untuk menuturkannya. Saya (Syaikh Zainuddin) berkata: termasuk dari bid’ah adalah salat bulan Shafar. Maka siapa yang ingin mengerjakan salat di waktu ini, niatilah salatnya dengan niat salat sunah mutlak secara sendiri dan tanpa hitungan tertentu. Sebab salat sunah mutlak itu tidak terikat dengan sebab dan tidak terikat dengan batas.”

Dari statement di atas, Syaikh Zainuddin Al-Malibari meskipun menganggap salat ‘Rebo Wekasan’ adalah bid’ah namun beliau tetap memberi solusi jalan tengah dengan menggantinya dengan salat sunah mutlak.

Perbedaan ulama yang semacam ini bukanlah untuk dipertentangkan dan diperselisihkan, namun untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada umat untuk menjalani agama dengan tanpa keluar dari jalur syariat.

Yang terpenting dari itu semua adalah agar akidah umat tidak keliru apalagi tersesat. Bahwasanya tidak ada hal-hal buruk yang terjadi karena sebab-sebab tertentu, seperti datangnya hari demikian, datangya tanda-tanda demikian, atau hal-hal lain yang berbau mitos dan klenik. Bahkan hal ini sangat dilarang oleh syariat.

Kita harus yakin bahwa semua yang terjadi pada kita apakah itu baik atau buruk merupakan takdir dan kehendak Allah. Seperti tertera dalam rukun iman yang kelima. Yakni meyakini qadha` dan qadar baik dan buruk itu berasal dari Allah. Syaikh Abdurrauf al-Manawi dalam Faidl al-Qadir juz 1, hal.62 menjelaskan:

وَالْحَاصِلُ أَنَّ تَوَقِّيَ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ عَلىَ جِهَةِ الطِّيَرَةِ وَظَنِّ اعْتِقَادِ الْمُنَجِّمِيْنَ حَرَامٌ شَدِيْدُ التَّحْرِيْمِ إِذِ الْأَيَّامُ كُلُّهَا لِلهِ تَعَالىَ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ بِذَاتِهَا وَبِدُوْنِ ذَلِكَ لَا ضَيْرَ وَلَا مَحْذُوْرَ وَمَنْ تَطَيَّرَ حَاقَتْ بِهِ نَحْوَسَتُهُ وَمَنْ أَيْقَنَ بِأّنَّهُ لَا يَضُرُّ وَلَا يَنْفَعُ إِلَّا اللهُ لَمْ يُؤَثِّرْ فِيْهِ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ

“Walhasil, sesungguhnya segala bentuk kehati-hatian dan penjagaan di hari Rabu atas dasar mitos buruk dan meyakini kebenaran para peramal adalah sangat diharamkan. Sebab semua hari adalah milik Allah. Tidak dapat berdampak buruk dan memberi manfaat dengan sendirinya. Dan dengan tanpa keyakinan akan mitos buruk tersebut, maka diperbolehkan. Barangsiapa meyakini mitos buruk, maka kejadian buruk tersebut benar-benar akan menimpanya. Barangsiapa meyakini bahwa tidak ada yang memberi bahaya dan manfaat kecuali Allah, maka tidak akan terjadi kepadanya keburukan tersebut”. (Sumber: Lirboyo.net)

Tags: Rebo WekasanSeni BudayaShalat
Share200Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Wayang Golek Purwa Dihidupkan Kembali, Disbudpora Bekasi Siapkan Regenerasi Dalang Muda
Daerah

Wayang Golek Purwa Dihidupkan Kembali, Disbudpora Bekasi Siapkan Regenerasi Dalang Muda

by Liputan9 | Bekasi
December 19, 2025
0

KABUPATEN BEKASI | LIPUTAN9NEWS Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi menggelar Festival Dalang Wayang Golek Purwa Kabupaten Bekasi...

Read more
Teater Musikal yang Riang

Teater Musikal yang Riang

November 22, 2025
Ilustrasi shalat berjamaah

Bolehkah Shalat Tahajud Dilaksanakan secara Berjamaah?

November 7, 2025
Ilustrasi Shalat Khusu'

Menuju Shalat yang Berkualitas Menurut Imam Al-Ghazali

October 31, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In