• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Biografi Guru Mughni Ulama Karismatik Asli Betawi

Biografi Guru Mughni Ulama Karismatik Asli Betawi

September 10, 2024
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Tokoh

Biografi Guru Mughni Ulama Karismatik Asli Betawi

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
September 10, 2024
in Tokoh
A A
0
Biografi Guru Mughni Ulama Karismatik Asli Betawi

Guru Mughni ulama karismatik asli Betawi/Foto: istimewa

613
SHARES
1.8k
VIEWS

Jakarta, Liputan9.id – Di antara deretan gedung-gedung pencakar langit Jakarta, ada dua bangunan yang tampak unik karena tidak tergerus derasnya pembangunan kota metropolitan ini.

Bangunan pertama adalah sebuah masjid di pinggir jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan bernama Baitul Mughni. Di tengah gedung-gedung tinggi berkaca yang menyilaukan, bangunan ini layaknya oase di tengah padang pasir.

Sementara bangunan kedua adalah situs cagar budaya berupa makam dan masjid kecil di kawasan elite bisnis Jakarta, tepatnya sekitar 500 meter dari Hotel JW Marriott, di depan Kantor Kedutaan Besar Pakistan, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

BeritaTerkait:

Gelar Bahtsul Masail, Kiai dan Ulama Yogyakarta Tegaskan Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen Islah NU

Kiai Zulfa Mustofa Kunjungi Sejumlah Pondok Pesantren di Jawa Timur

Jejak Tinta Para Ulama (Ketika Keterbatasan Melahirkan Karya)

Ketua PCNU Jakarta Utara Ajak Umat Jaga Keamanan dan Ketenangan dalam Aksi Demonstrasi

“Kondisi makam sangat terawat, berlantai keramik dengan warna dasar abu-abu. Setiap hari berbondong-bondong orang salat di Masjid Baitul Mughni, sebagaimana ada peziarah datang ke makam dan masjid kecil itu untuk sekadar berziarah dan salat,” terang Helmi Hidayat dalam karyanya berjudul Guru Mughni Kuningan (1860-1935): Mata Rantai Biographical Dictionary Ulama Betawi.

Kedua bangunan ini memang tidak bisa terpisahkan dengan ulama dan pejuang kemerdekaan, Abdul Mughni bin Sanusi bin Ayyub bin Qais yang hidup di antara tahun 1860-1935. Guru Mughni disebut sebagai salah satu dari 13 ulama Betawi generasi kelima yang hidup pada era penjajahan Belanda.

Menukil dari Ensiklopedia Jakarta, Selasa (23/11/2021), Ayah Guru Mughni adalah Haji Sanusi bin Ayyub yang masih keturunan dari Adipati Cangkuang atau Pangeran Kuningan. Tidak mengherankan sosok Guru Mughni begitu dihormati oleh masyarakat selain dari keilmuaannya.

Walau terlahir dari keluarga kaya pada saat itu, Haji Sanusi tidak melupakan pendidikan agama Islam kepada anak-anaknya. Sehingga Mughni kecil dan kakak-kakaknya harus tetap mengaji selepas membantu berdagang.

Mughni pertama kali belajar dari ayahnya di Masjid Mubarok, Kuningan, sesudahnya belajar kepada guru bernama H. Jabir yang lalu meneruskan belajar kepada Sayyid Usman bin Yahya yang digelari “Mufti Betawi”. Setelah memasuki usia 18 tahun, Mughni dikirim ayahnya menuntut ilmu di Makkah dan bermukim di sana selama 9 tahun.

Di Makkah, dirinya belajar berbagai ilmu kepada halaqah para ulama. Semua ilmu dilahap oleh Mughni, bahkan ada cerita karena kecintaannya kepada guru-gurunya. Mughni remaja terus mengulang-ulang pertanyaan berbagai dispilin ilmu itu walau sebenarnya sudah paham, sehingga para gurunya hanya bisa tertawa.

Di sana dirinya belajar dari banyak ulama, antara lain Syaikh Sa’id al-Babasor, Syaikh Mukhtar Atharid, Syaikh Umar Bajunaid al-Hadrami, Syaikh Sa’id al-Yamani, Syaikh Muhammad Ali-Al-Maliki, Syaikh Abdul Karim Al-Dagestani, Syaikh Mahfud At-Tremasi dan Syaikh Muhammad Umar Syatho, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi dan lain-lain.

Guru dari para ulama Betawi

Selama 9 tahun belajar di Makkah, Mughni kemudian kembali ke tanah air, di sini dirinya memulai mengajar di rumah sendiri dan di masjid untuk beberapa waktu sebelum kembali ke Makkah dan bermukim selama lima tahun.

Setelah 14 tahun menimba ilmu di Makkah, baik pada perjalanan pertama dan kedua. Banyak masyarakat kemudian yang berbondong-bondong datang untuk mendapat ilmu darinya, sejak itulah dirinya mendapat sebutan “Guru Mughni”.

Selama di Makkah, Guru Mughni belajar beragam keilmuan, tetapi dirinya hanya mengajarkan Ilmu fiqih, tauhid, tafsir, hadis, dan beberapa cabang ilmu bahasa Arab kepada muridnya.

Guru Mughni disebut salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam memberikan penerangan kepada masyarakat Betawi, khususnya soal akidah, sehingga melunturkan pengaruh ajaran animisme dan dinamisme.

Memang dalam bidang akidah, pada awal abad ke 20 masyarakat Kuningan masih mempercayai kekeramatan kuburan yang mendekati kemusyrikan. Lewat dakwah, Guru Mughni perlahan tetapi pasti mengikis kepercayaan akan takhayul itu.

Selama mengajar, seperti pelajaran fiqih, Guru Mughni menggunakan kitab Safinatun Najab yang diajarkan kepada murid, sedangkan untuk tingkat guru, dirinya menggunakan Kitab Fathul Mu’in.

Sementara itu untuk pelajaran tauhid, dirinya menggunakan kitab Kifayatul Awam, dan bila pelajaran tafsir, dirinya menggunakan kitab Tafsir Jalalain. Kitab Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim digunakan sebagai pelajaran hadits.

Dari semua kitab yang digunakan Guru Mughni sebagai bahan ajar, mudah diketahui bahwa dirinya penganut Mahzab Syafi’i. Tampaknya mahzab ini banyak dianut oleh rata-rata ulama Betawi, termasuk Guru Mughni saat menyebarkan Agama Islam.

Diketahui bahwa mahzab ini tergolong sangat toleran, inklusif dan menghargai budaya lokal. Inilah yang menjadi alasan mengapa persentuhan Islam dengan budaya Betawi berjalan mulus tanpa menimbulkan konflik.

Selama hidupnya, Guru Mughni menghasilkan dua buah karya, di antaranya adalah Taudhih al-Dala’il fi Tarjamati Hadist al-Symil dan Naqlah Min ‘Ibarat al-Ulama Nasihat Mawa ’izah li Awlad al- Zamdn Fi Adab Qird ’at al-Qur’an wa Ta ‘limih.

Sementara itu pada bidang pendidikan, dirinya memberikan aturan ketat kepada keluarganya. Misalnya tidak ada satupun anaknya yang diperbolehkan belajar di sekolah Belanda, hal ini bentuk dari sikap non-koperatif dirinya kepada pemerintah Belanda.

Walau begitu Guru Mughni tidak anti dengan ilmu umum, dirinya banyak memanggil guru-guru untuk mengajar anaknya privat. Dari sinilah banyak anak cucu turunannya yang menjadi ulama besar, seperti KH. Ahmad Mawardi, KH. Syahrowardi, KH. Ali Syibramalisi, KH. Abdul Aziz Abdullah Suhaimi dan lain- lain.

Bukan hanya dari keturunannya, banyak juga murid-muridnya yang kelak dikenal sebagai pemuka agama terkemuka, seperti Guru Abdul Rahman Pondok Pinang, KH Mughni dari Lenteng Agung, Guru Na’im dari Cipete, KH Hamim dan KH Rasain juga dari Cipete, Guru Ilyas dari Karet dan Guru Ismail Pedurenan.

Ulama pejuang yang kaya raya dan dermawan

Dikabarkan oleh Jakarta Islamic Center, Guru Mughni pernah menolak jabatan sebagai Penghulu Kepala yang ditawarkan kepadanya. Alasannya adalah karena faktor kebangsaan, dirinya tidak ingin bekerja sama dengan Belanda.

Selain itu, dirinya pun cukup kaya sehingga tidak punya masalah ekonomi. Bahkan sebagian harta dirinya sumbangkan untuk membiayai kegiatan dakwah Islam dan juga untuk membantu masyarakat Kuningan yang butuh modal berdagang.

Misalnya ketika Guru Mughni tinggal di Makkah, dirinya seringkali memberikan pinjaman kemah-kemah untuk jemaah haji Indonesia. Selain itu rumahnya yang berada di Makkah juga dijadikan wakaf untuk para pelajar Indonesia yang bermukim di tanah suci.

Guru Mughni memang terkenal sangat mengutamakan kepentingan masyarakat, seperti halnya dalam perjuangan kemerdekaan. Dirinya pernah mengizinkan rumahnya di Jalan Mas Masur 38 Tanah Abang sebagai tempat pertemuan tokoh-tokoh Jong Islamiten Bond oleh KH Agus Salim.

Salah satu bentuk perjuangan dari Guru Mughni adalah proses pembangunan Masjid Baitul Mughni pada tahun 1901 dengan biaya sendiri dan di atas tanahnya sendiri. Dirinya saat itu menolak tunduk kepada aturan-aturan ketat dari pihak Belanda.

“Umpamanya minggu besok (salat) Jumatnya, itu harus izin dari pemerintah Belanda waktu itu. Nah, beliau pernah minta, Masjid ini supaya digunakan untuk jumatan, tidak diperkenankan. Kemudian… beliau tetap memberanikan diri,” ucap HA. Taufiq Rahmat, Pengurus Umum Masjid Baitul Mughni, mengutip Validnews.

Pada masa itu, pembangunan dan aktivitas masjid memang membutuhkan rekomendasi dari pihak Belanda. Tetapi, Belanda atas pertimbangan Snouck Hurgronje tidak mengeluarkan rekomendasi.

Bedasarkan Risalah Rabithah Alawiyah, pada 1925 pemerintah Belanda mengeluarkan peraturan yang membatasi ruang gerak kegiatan dakwah dan pendidikan.

Tetapi Guru Mughni tetap mendirikan madrasah Sa‘adatud Darain pada 1926, sebagai satu-satunya madrasah yang ada di Kuningan. Keberadaan madrasah yang didirikan oleh Guru Mughni, sangat membantu masyarakat Betawi untuk mendapat pendidikan berkualitas.

Selain itu juga memberikan inspirasi berdirinya beragam lembaga pendidikan Islam, seperti Rumah Pendidikan Islam (RPI) di Kuningan Timur dan Madrasah Al-Falah di Mampang Prapatan.

Masyarakat Betawi berkabung, ketika Guru Mughni menghembuskan napas terakhirnya. Guru Mughni meninggal pada tanggal 5 Jumadil Awwal 1354 H atau tahun 1935 Masehi.Jasad beliau dishalatkan pada hari Jum’at oleh ribuan kaum muslimin yang datang melayat, dengan diimami oleh Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (Habib Ali Kwitang).

Sementara jenazahnya di makamkan di Mushola Al-Mizan Langgar Tanjung, Jalan Mega Kuningan Barat Blok E- 33 Kuningan Timur, Jakarta Selatan, berdekatan dengan Kedutaan Besar Republik Islam Pakistan. (Sumber: berbagai sumber)

Tags: BiografiGuru MughniKarismatikKuninganTokohUlamaUlama Betawi
Share245Tweet153SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gelar Bahtsul Masail, Kiai dan Ulama Yogyakarta Tegaskan Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen Islah NU
Nasional

Gelar Bahtsul Masail, Kiai dan Ulama Yogyakarta Tegaskan Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen Islah NU

by liputan9news
January 28, 2026
0

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS Para Kiai dan ulama Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Forum Bahtsul Masail bertajuk “Otoritas Fatwa Syuriah dan Komitmen...

Read more
Penjabat (Pj.) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofan menyambangi sejumlah pesantren di Jawa Timur. (Foto: Dok. PBNU).

Kiai Zulfa Mustofa Kunjungi Sejumlah Pondok Pesantren di Jawa Timur

December 19, 2025
Jejak Tinta Para Ulama (Ketika Keterbatasan Melahirkan Karya)

Jejak Tinta Para Ulama (Ketika Keterbatasan Melahirkan Karya)

October 13, 2025
Ketua PCNU Jakarta Utara Ajak Umat Jaga Keamanan dan Ketenangan dalam Aksi Demonstrasi

Ketua PCNU Jakarta Utara Ajak Umat Jaga Keamanan dan Ketenangan dalam Aksi Demonstrasi

September 8, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In