• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Ngopi Senja dan Etos Hidup Koh Iping

May 21, 2025
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Ngopi Senja dan Etos Hidup Koh Iping

Oleh: Sulaiman Djaya

liputan9news by liputan9news
May 21, 2025
in Opini
A A
0
Sulaiman Djaya

Ngopi Senja dan Etos Hidup Koh Iping

499
SHARES
1.4k
VIEWS

Banten | LIPUTAN9NEWS

Dalam setiap perbincangan dengan kami di lantai 4 toko miliknya, Toko Krakatau Royal di kawasan Royal Kota Serang, Banten, Pak Wiping selalu menyelipkan sejarah Indonesia. Paling sering di era Bung Karno dan tentang Bung Karno. Misalnya bagaimana dilema yang dihadapi Bung Karno ketika harus mengeksekusi sahabatnya sendiri yang sama-sama pernah ngaji kepada HOS Cokroaminoto, yaitu Kartosuwiryo, setelah pengadilan memvonis Kartosuwiryo harus dihukum mati.

Bung Karno memang menunda penandatanganan surat keputusan hukuman mati terhadap Kartosuwiryo karena sejumlah pertimbangan, termasuk kemungkinan dampak politik dan sosial yang luas yang akan mengancam stabilitas politik dan posisinya sendiri sebagai pemimpin revolusi. Penundaan ini menyebabkan eksekusi Kartosuwiryo sempat tertunda selama tiga bulan, sebelum akhirnya Bung Karno menandatangani surat tersebut, dan hukuman mati terhadap Kartosuwiryo pun dilaksanakan pada 5 September 1962.

Sebelum penandatanganan dan eksekusi tersebut, Bung Karno pernah tidak bisa tidur, dan meminta Soebandrio untuk datang ke kediamannya jelang subuh hari. Saat Soebandrio sampai di kediamannya, Bung Karno ‘curhat’ bahwa ia mengenal Kartosuwiryo sebagai seorang idealis, dan bukan politisi oportunis yang mementingkan diri sendiri. Bagi Bung Karno, Kartosuwiryo sebenarnya adalah orang yang lebih mementingkan kepentingan rakyat banyak, ketimbang didorong oleh motif dan kepentingan pribadi. Karena itulah Bung Karno sempat ragu untuk menandantangani surat sebelum eksekusi dilaksanakan.

BeritaTerkait:

Rumi

Kepedulian Menumbuhkan Kehidupan yang Sehat

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

Menjadi Bermakna Sebagai Manusia

Sudah tentu perbincangan kami setiap Jum’at sore itu santai sembari mencicipi cemilan hidangan dan minuman yang disediakan karyawati-karyawati Koh Iping. Namun bukan berarti membincangkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak menginspirasi. Sebab yang kami perbincangkan kerapkali seputar isu-isu kemasyarakatan dan mentalitas manusia Indonesia, yang sudah tentu pula di dalamnya kami membincang isu-isu seni dan sastra.

Saya sengaja mengajak anak-anak muda: jurnalis, mahasiswi, mahasiswa, mereka yang memiliki minat pada kebudayaan dan kepenulisan, untuk nimbrung bergiliran-bergantian setiap minggunya. Dan hasilnya, mereka ‘melaporkan’ hasil obrolan kami lewat tulisan, semisal esai dan reportase jurnalistik. Tak lain karena obrolan berkala mingguan kami itu memang selalu ada yang menarik untuk dituliskan, dari mulai membincang isu-isu politik hingga kebudayaan dan sejarah.

Di setiap Jum’at sore itu, saya sendiri selalu menyela diskusinya dengan membacakan satu dua puisi-puisinya Pak Wiping, biar ada selingan dan jeda. Tapi justru dari puisi-puisi yang saya baca itulah, senantiasa muncul tema dan masalah yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Contohnya masalah prilaku keagamaan masyarakat yang senjang dengan realitas kehidupan sehari-hari. Beragama cenderung egoistik, terlampau memikirkan pahala untuk diri sendiri hingga lupa untuk memberikan sumbangsih kiprah sosial bagi kemajuan masyarakat.

Kongkow ngopi setiap Jumat sore di lantai 4 Toko Krakatau Royal itu kami namakan ‘Ngopi Senja’, di mana lanskap dan warna senja-nya bisa kami saksikan lewat kaca jendela, atau sesekali salah-satu diantara kami keluar ruangan sekedar untuk menghisap rokok sembari mengambil gambar senja dan panorama Kota Serang yang kami anggap menarik untuk kami abadikan menjadi jepretan fotografi dengan kamera android.

Tak lupa juga sesekali kami membahas tentang Banten –dari mulai sejarahnya hingga karakteristik dan mentalitas masyarakatnya. Salah-satu yang kami kritisi adalah ketika mereka yang mengajarkan agama justru ‘mengajarkan’ masyarakat untuk malah ‘menjauh’ dari realitas kehidupan, meremehkan untuk ‘bertebaran di muka bumi’ dengan jalan membangun kreativitas dan keberdayaan ekonomi sehingga kita bisa menolong diri kita sendiri dan tidak terdominasi oleh kekuatan yang justru ‘tidak ramah’ kepada kita.

Di edisi ‘Ngopi Senja’ 16 Mei 2025, misalnya, kami membincang ihwal para pemimpin agama sebenarnya bisa memberdayakan masyarakat atau jamaah mereka dengan membekali mereka etos hidup untuk berusaha mencari rizki yang halal sesuai dengan kondisi zaman. Membekali jamaahnya dengan kreativitas dan inovasi, karena diantara yang menyebabkan banyak orang melakukan ‘kejahatan’ adalah karena kondisi kemiskinan.

Yah katakanlah isu yang kami bincangkan itu senafas dengan teologi pembebasan yang biasanya dibahas mahasiswa yang aktif di komunitas kajian mereka. Terutama sekali para mahasiswa yang konsen dengan masalah-masalah keagamaan dalam kaitannya dengan persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan, seperti kemiskinan dan rendahnya kapasitas literasi dalam mayoritas masyarakat muslim di Indonesia yang membuat mereka tidak sanggup berkembang dan maju.

Selain itu, kami juga membahas betapa pentingnya ekonomi ummat berbasis pertanian dan ketahanan pangan di tengah semakin berkurangnya ketersediaan lahan akibat ledakan populasi, meluasanya perkotaan dan hunian, juga kerusakan lingkungan yang menghilangkan produktivitas lahan, sementara dalam hal inovasi pertanian dan produksi pangan, kita pun masih tertinggal. Padahal di masa depan, seiring dengan berkurangnya lahan dan terus bertambahnya populasi (penduduk) bumi, masalah yang akan menjadi persoalan mendesak dan utama adalah masalah pangan.

Di obrolan ‘Ngopi Senja’ setiap Jum’at sore di lantai 4 Toko Krakatau Royal di kawasan Royal di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa Kota Serang, Banten, kami memang membincangkan apa saja yang dirasa penting dan menarik untuk kami bahas. Mulai dari masalah ekonomi, kemasyarakatan, agama, seni, sastra, isu-isu kebudayaan hingga peristiwa-peristiwa politik aktual: domestik dan global.

Sulaiman Djaya, Esai dan penyair

Tags: Sulaiman Djaya
Share200Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Rumi
Opini

Rumi

by liputan9news
January 17, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS “Cinta adalah dasar perbuatanku” (Muhammad Rasulullah Saw). “Agama itu cinta dan cinta adalah agama” (Imam Muhammad Al-Baqir...

Read more
Sulaiman-Djaya

Kepedulian Menumbuhkan Kehidupan yang Sehat

December 28, 2025
Sulaiman-Djaya

Keutamaan Ilmu Bernalar Sahih

December 24, 2025
Sulaiman Djaya

Menjadi Bermakna Sebagai Manusia

December 11, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In