• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Gaji DPR RI dan Ironi Pajak Rakyat 

August 30, 2025
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

May 15, 2026
Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, May 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Gaji DPR RI dan Ironi Pajak Rakyat 

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
August 30, 2025
in Opini
A A
1
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Ketua Bidang Perfilman Majelis Kebudayaan Banten

511
SHARES
1.5k
VIEWS

BANTEN | LIPUTAN9NEWS

Tunjangan rumah untuk anggota DPR RI sesungguhnya sudah diberikan pada bulan Oktober 2024. Pertanyaannya: kenapa amarah rakyat dan mahasiswa menyikapi hal tersebut baru meledak dan ramai di media sosial sejak Agustus 2025? Informasi tersebut memang muncul ke publik tak sengaja, sebagai insiden atau kebetulan, dipancing oleh lembaga sipil kredibel yang konsen dalam masalah korupsi.

Saat itu, di forum Indonesian Corruption Watch (ICW), politikus Partai Golkar Zulfikar Arse Sadikin mengeluh bahwa anggota DPR susah nyari uang halal. Keluhan tersebut langsung ditanggapi politikus PDIP Tb. Hasanudin, bahwa ada kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI tahun ini (2025) yang sampai nominal 100 jutaan. Pernyataan politikus PDIP itu langsung direspon dan dibenarkan oleh Wakil Ketua DPR RI dan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sufmi Dasco Ahmad. Sejak itulah publik jadi sadar betapa besar pendapatan anggota DPR RI dari APBN, sekaligus tidak transparannya pemerintah yang selama ini rajin menarik pajak dari rakyat.

Rasa jengkel publik bertambah pula ketika tersebar di jagat media sosial pernyataan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto terkait gaji guru: Apakah harus keuangan Negara? Tidak mungkinkah melalui partisipasi masyarakat? Memang merupakan pernyataan bodoh seorang menteri, karena masyarakat sudah bayar pajak, yang ironisnya pajak rakyat yang diambil Negara itu justru banyak dikorupsi para elit. Bahkan dalam sebuah perbincangan, menanggapi hal itu, Rocky Gerung sampai berkomentar: Kalau di Perancis, Sri Mulyani sudah dipenggal kepalanya.

Di saat rakyat dibebani aneka pajak, anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI justru naik gaji berlipat-lipat serta mendapatkan tunjangan yang fantastis, di saat mereka juga tidak bayar pajak (yang dalam bahasa administratifnya: pajak mereka ditanggung Negara). Kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR yang fantastis itu adalah balasan Prabowo Subianto karena DPR RI telah mensahkan RUU TNI menjadi UU TNI dan sejumlah RUU lainnya yang memang diusulkan presiden.

BeritaTerkait:

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

Belajar dari Einstein

Seni yang Menyadarkan

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

Sri Mulyani bertanya: Haruskah semuanya ditanggung Negara? Tidakkah ada partisipasi masyarakat? Ia lupa bahwa yang selama ini diperas adalah rakyat melalui aneka pajak yang justru tidak banyak memberikan manfaat bagi rakyat, dan lebih sering digasak elit segelintir. Yang mestinya dilakukan adalah membenahi manajemen pemerintah itu sendiri agar korupsi bisa diberantas, bukan malah selalu menjadikan rakyat sebagai sapi perah ketika Negara mengalami kebocoran akibat korupsi yang gila-gilaan.

Jadi sekarang menjadi semakin terang dan jelas di mata rakyat, kemiskinan di Indonesia memang karena kebijakan ekonomi-politik yang memanjakan segelintir elit di saat tidak ada komitmen yang sejati memberantas korupsi, saat drama pemberantasan korupsi hanya jadi panggung pencitraan, bukannya menerapkan sistem yang akan berkelanjutan dan menciptakan efek jera yang sesungguhnya. Buktinya, sejumlah koruptor triliunan dibebaskan di HUT RI ke-80, semisal Setya Novanto yang malah saat dibebaskan disambut gembira oleh sejumlah elit Partai Golkar. Ditambah lagi, publik bertanya pula: uang triliunan yang konon disita dari para koruptor itu ke mana?

Mari kita bandingkan dengan zakat, sekedar tambahan saja, di mana dalam kasus ini, Sri Mulyani juga ngawur, bila dikelola dengan jujur dan amanah, zakat itu sampai kepada mustahiq, mereka yang berhak menerima manfaat zakat. Lagipula, penerima zakat adalah rakyat miskin, beda dengan pajak yang justru menyasar rakyat miskin dan memanjakan elit. Dan sesungguhnya, di luar pajak, melalui zakat, mayoritas masyarakat muslim sudah sangat berkontribusi secara material. Jadi sesungguhnya, penyakit kronis-nya ada di sistem dan manajemen pemerintahan itu sendiri yang masih tertinggal dibandingkan Negara-negara maju.

Kita pun memang perlu juga memahami dan membedah isi pikiran Sri Mulyani dan ideologi yang dianutnya, yaitu neoliberalisme. Ketika dia menganggap guru adalah beban Negara, logika Sri Mulyani memang logika kapitalisme, di mana yang tidak mendatangkan profit atau keuntungan untuk elit akan dianggap sampah. Sebaliknya, ia menganggap pejabat sebagai aset karena para elit pejabat dalam kapitalisme menjadi alat atau instrumen untuk memperkuat cengkeraman sistem, dan karena itu dalam logika Sri Mulyani, elit pejabat adalah investasi jangka panjang. Yah korporasi dan kapitalisme melakukan dan menguatkan cengkeremannya dengan menggunakan birokrasi.

Dengan demikian, Sri Mulyani tentu bukan orang lugu, semisal ketika ia menganalogikan pajak dengan zakat. Ia dengan sadar melakukan politisasi agama, membalut dan meligitimasi keserakahan kapitalisme dengan etik dan moral religius, berusaha menanamkan kesadaran palsu. Kenyataan jelasnya adalah bahwa pajak meski memang berasal dari rakyat, tapi diperuntukkan menjaga roda konsumsi para pejabat dan investor besar. Diambil dari rakyat miskin, tapi dikasih kontrak ke kelas kaya dan berkuasa.

Di awal memimpin setelah dilantik, Prabowo Subianto mengumumkan efisiensi, namun ternyata rakyat Indonesia di-prank, karena dalam kenyataannya tidak ada efisiensi, yang terjadi di lapangan justru penggemukan birokrasi dan kementerian hingga gaji dan aneka tunjangan fantastis anggota DPR RI. Yang tak kalah ngawur adalah obral tanda jasa di saat berlangsungnya demonstrasi mahasiswa dan rakyat pada 25 Agustus 2025, untuk orang-orang yang sebenarnya belum jelas reputasi dan sumbangsihnya secara signifikan yang mayoritas adalah mereka yang berada di lingkarannya.

Yang juga mendapat atensi atau perhatian sejumlah kalangan dan para aktivis adalah ketika Prabowo Subianto menyetujui kenaikan iuran BPJS. Iuran yang dinilai akan menambah beban rakyat setelah aneka pajak yang menyasar mereka. Artinya memang terjadi kesenjangan kebijakan antara kebijakan yang menguntungkan elit dan kebijakan yang merugikan rakyat. Di sisi lain, ironi yang tak kalah memprihatinkan ketika Bank Indonesia sebagai bank sentral, pun korup, dan membagi-bagikan uang ke sejumlah anggota DPR RI dengan jumlah nominal yang juga mencengangkan.

Demonstrasi mahasiswa dan rakyat sejak 25 Agustus 2025 dan kemudian berlanjut tanpa henti ke hari-hari selanjutnya, yang terbesar di Jakarta dan kemudian juga menyebar ke sejumlah daerah, mestinya sanggup melahirkan kesadaran dan keinsyafan kolektif: bahwa kebijakan pemerintah memang blunder, keharusan melakukan reformasi total dan utuh untuk membangun sistem dan manajemen pemerintah agar tidak memberi ruang sedikit pun bagi kesempatan dan peluang korupsi.

Jangan lupa juga, anggaran MBG (Makan Bergizi Gratis) itu dipotong dari anggaran pendidikan, yang artinya anggaran pendidikan dikurangi dan dikorbankan, bukannya mengorbankan biaya hedon para elit. Dan mirisnya, pemotongannya cukup besar, hampir mendekati 400 triliun. Tanpa kesadaran dan keinsyafan kolektif, bangsa ini akan terus mengulang kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya.

Sulaiman Djaya, Penyair

Tags: DPR RIGaji DewanGaji DPR RIIroniPajakPemerintahRakyatSulaiman DjayaTunjanganTunjangan RumahWakil Rakyat
Share204Tweet128SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).
Nasional

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

by liputan9news
May 18, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447...

Read more
Sulaiman-Djaya

Belajar dari Einstein

March 10, 2026
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
Sulaiman Djaya

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

February 25, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    3 months ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In