• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Anti Mainstream ala SCBD: Sebuah Catatan Kehidupan

Anti Mainstream ala SCBD: Sebuah Catatan Kehidupan

August 6, 2022
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Anti Mainstream ala SCBD: Sebuah Catatan Kehidupan

Oleh: KH. Jamaluddin F. Hasyim, Ketua KODI DKI Jakarta dan Ketua Majelis Dakwah Islam Nusantara (MADINA)

liputan9news by liputan9news
August 6, 2022
in Uncategorized
A A
0
Anti Mainstream ala SCBD: Sebuah Catatan Kehidupan
513
SHARES
1.5k
VIEWS

Jakarta, Liputan9 – Saya ingin meramaikan wacana tentang fenomena SCBD alias CFW (Citayam Fashion Week) yang lagi tren saat ini. Pro kontra muncul terkait keberadaan kaum muda “pinggiran” yang masuk ke “tengah” itu.

Kaum menengah atas yang selama ini diidentikkan dengan kawasan perkantoran paling elit itu awalnya bersuara minor karena keberadaan mereka yang nongkrong disana tidak kenal waktu menimbulkan kekumuhan akibat sampah dimana-mana, lalu ada ketakutan jika mereka menjelma jadi kriminal dadakan yang menyasar kaum elit yang lalu lalang disana.

Biasalah kelas elit selalu terganggu berdekatan dengan kelas miskin. Bukankah Rasulullah shalallahu alayhi wa sallam sendiri pernah dipojokkan oleh segelintir elit Quraisy yang ingin masuk Islam, namun sifat Jahiliah mereka tidak ingin berdekatan dengan kaum budak dan miskin yang selalu bersama Sang Rasul. Turunlah ayat-ayat yang menegur beliau agar tetap bersama kaum beriman meskipun miskin papa. Sudah 15 abad sifat itu masih ada ternyata.

BeritaTerkait:

KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda dan Studium General Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) Tahun 2023

Habaib, Dulu dan Kini (1)

Prestasi Versus Kemanusiaan?

KODI DKI Jakarta Gelar Orientasi Kader Mubalig PKM Angkatan XXX tahun 2023

Sementara itu sebagian masyarakat yang relijius menyatakan keprihatinannya melihat bagaimana muda mudi bercampur baur bahkan memperlihatkan auratnya, ditambah sebagian kalangan homoseksual yang memanfaatkannya untuk eksis dan mencari pasangan. Ada bahkan yang menyatakan dukungan karena dapat mengikis kecenderungan Arabisasi kaum kadrun, kata mereka.

Bagaimana kita melihat fenomena SCBD dengan obyektif dan adil?

Sisi Positif

1. Kaum muda yang berkumpul dan mengekspresikan diri disana seakan menemukan ruang ekspresi yang keren disaat mereka tidak menemukannya di kampung mereka sendiri.

2. Sadar bahwa nuansa fashion yang nampak, maka masing-masing berlomba tampil dengan busana dan gaya terbaiknya, meski harganya cuma 70 ribu, 30 ribu, bahkan ada yang terang-terangan mengaku pinjam kepada teman. Sebuah anti mainstream, pembalikan logika yang tajam, dimana biasanya yang berani bergaya di kawasan itu mengenakan outfit yang harganya jutaan rupiah. Belum mobil mewah yang menyertainya. Nah ini pemuda-pemudi berkulit dekil, datang dengan naik KRL, cuma bawa uang cukup buat ongkos saja, berani tampil di pusat glamor ibukota.

3. Keinginan kuat tampil flamboyan memaksa mereka kreatif mencari model yang tidak biasa, out of the box, sehingga kreatifitas bermunculan disana. Mereka pun belajar padu padan pakaian, berjalan di catwalk, dan berpose di depan kamera. Jadilah bibit-bibit model muncul secara masif. Media Jepang bahkan sudah meliputnya dan menyatakan kekagumannya.

4. Dari sisi keadilan, kaum marjinal yang diberi ruang “menduduki” ruang kaum elit dapat menghapus jurang kesenjangan yang dalam diantara mereka. Toleransi penghuni kawasan terhadap kehadiran model dari kampung itu merupakan sebuah kemajuan dalam relasi sosial masyarakat kita. Belakangan kita saksikan kaum elit dan selebriti ikut meramaikan disana, bahkan memberikan kesempatan mereka pekerjaan yang menghasilkan uang. Para pemuda/di itu mendadak jadi selebritis baru yang menghiasi layar televisi dan media sosial.

Lalu bagaimana sisi negatifnya?

1. Munculnya fenomena CFW tanpa desain konsep yang matang lama kelamaan membuat banyak pihak bingung mau dibawa kemana situasi tersebut. Belakangan muncul statemen pentolan CFW yang akan memindahkan CFW ke wilayah Pantai Indah Kapuk, sebuah kawasan super elit namun jauh dari akses transportasi umum. Apa sebenarnya motif pencetus CFW?

2. Seperti disebut diatas, outfit yang ditampilkan dalam CFW bisa sebebas-bebasnya. Pakaian super minim untuk anak usia sekolah menengah, make up yang mencolok, dandanan ala orang dewasa, apalagi interaksi yang juga seperti tanpa batas, membuat banyak orang tua prihatin bagaimana masa depan anak bangsa yang seperti itu. Sentuhan bahkan rangkulan mesra yang dipertontonkan secara terang-terangan membuat banyak kalangan risih dan bertanya-tanya sebegitu bebaskah pergaulan mereka? Bahkan mereka yang menginap dengan memanfaatkan ruang apa saja yang ada, banyak yang bertanya, dimana orang tua mereka? Ini patut dipikirkan kita bersama.

2. Perkumpulan yang tanpa kenal waktu sampai larut malam memang seakan tidak ada aturan. Aparat satpol PP sampai turun dan menertibkan mereka. Bahkan ada yang diliput media tidur di “passade” menuju stasiun di pagi hari karena ketinggalan kereta malam sebelumnya. Pihak berwenang perlu merumuskan konsep yang lebih baik.

3. Ketika semua anak muda itu berlomba eksis, muncul juga kaum homoseksual remaja dengan dandanan wanita yang mencoreng citra positif CFW. Mereka terang-terangan bilang cari cowok, padahal mereka cowok juga, untuk dijadikan pacar. Nampaknya hal ini sudah sampai batas toleransi nilai-nilai masyarakat. Perlu ada sikap yang jelas dan tegas dari para tokoh agama.

4. Kebebasan yang diekspresikan dalam CFW itu perlu diarahkan karena bagaimanapun mereka generasi bangsa yang perlu mengenyam pendidikan yang cukup yang tidak boleh dikorbankan untuk kesenangan semata.

Nampaknya ini yang mampu saya potret dari fenomena CFW tanpa ada tendensi menghakimi namun kepedulian kepada masa depan bangsa yang patut kita renungkan bersama. Tidak perlu bersikap menolak dengan kasar dan sarkastis, bagaimanapun mereka anak muda yang butuh didengar dan dibimbing oleh para senior agar dapat tumbuh menjadi kebanggaan bangsa. Itu saja.

Oleh: KH. Jamaluddin F. Hasyim, Ketua KODI DKI Jakarta dan Ketua Majelis Dakwah Islam Nusantara (MADINA)

Tags: Anti MainstremCitayan Fishion WeekKH. Jamaluddin F. HasyimSCBD
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda dan Studium General Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) Tahun 2023
Uncategorized

KODI DKI Jakarta Gelar Wisuda dan Studium General Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) Tahun 2023

by liputan9news
August 24, 2023
0

Jakarta, LIPUTAN9.ID - Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta menggelar Wisuda dan Studium General Pendidikan Kader Mubaligh (PKM) angkatan XXIX/20203...

Read more
Jamaluddin F Hasyim

Habaib, Dulu dan Kini (1)

June 3, 2023
Prestasi Versus Kemanusiaan?

Prestasi Versus Kemanusiaan?

April 1, 2023
KODI DKI Jakarta Gelar Orientasi Kader Mubalig PKM Angkatan XXX tahun 2023

KODI DKI Jakarta Gelar Orientasi Kader Mubalig PKM Angkatan XXX tahun 2023

March 16, 2023
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In