• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

December 29, 2025
Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

April 29, 2026
Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

April 29, 2026
Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi

April 29, 2026
BEM PTNU Wilayah Jakarta Dukung Pansus DPRD DKI dalam Pengelolaan Sampah dan Penguatan Inovasi Energi Berbasis Masyarakat

BEM PTNU Wilayah Jakarta Dukung Pansus DPRD DKI dalam Pengelolaan Sampah dan Penguatan Inovasi Energi Berbasis Masyarakat

April 29, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

April 28, 2026
Nanda Asifa Putri, Presiden Organisasi Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) Periode 2026-2027.

Penetapan Presiden Cakrawala Indonesia Bangkit Periode 2026–2027: Hasil Seleksi Kepemimpinan Berbasis Analisis dan Objektivitas

April 28, 2026
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

Diduga Ada Keterlibatan Oknum Aparat dalam Penolakan Gereja di Lampung, PNIB Turunkan Tim Investigasi

April 28, 2026
Gedung PBNU

Tenggat Waktu sampai Agustus Tak Ada Muktamar, PWNU dan PCNU Mosi Tidak Percaya ke PBNU

April 28, 2026
VinFast Mobil Listrik Asal Vietnam Mogok Sebabkan 7 Tewas

VinFast Mobil Listrik Asal Vietnam Mogok Sebabkan 7 Tewas

April 28, 2026
KH. Ishak Sakurdin, S.Pd.I, Mudir Idarah Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Bekasi

JATMAN Kabupaten Bekasi Apresiasi Peningkatan Pelayanan Jamaah Haji 2026 sebagai Wujud Nyata Melayani Umat

April 28, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 30, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
December 29, 2025
in Opini
A A
0
Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU (Foto: AI/MSN)

551
SHARES
1.6k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Hiruk pikuk konflik PBNU dalam beberapa pekan terakhir kembali menegaskan satu hal mendasar: NU bukan sekadar organisasi modern dengan struktur formal, melainkan ruang kultural tempat otoritas keulamaan, simbol, dan adab saling berkelindan. Karena itu, setiap pernyataan elite NU—terutama para kiai sepuh—selalu dibaca melampaui teks administratifnya.

Upaya damai yang digagas para kiai sepuh dan berujung pada forum konsultasi Syuriah–Mustasyar di Lirboyo sempat melahirkan euforia islah. Di akar rumput, warga NU berharap konflik segera ditutup. Namun harapan itu terguncang ketika Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dalam pengajian Satu NU Satu Bangsa, menyatakan bahwa Pj Ketua Umum PBNU masih dijabat KH Zulfa Mustofa berdasarkan hasil rapat pleno di Hotel Sultan—rapat yang sebelumnya menyatakan Gus Yahya tidak lagi menjabat Ketua Umum PBNU.

Pernyataan tersebut sontak memicu kegaduhan baru. Media sosial riuh. Kritik dan kecaman mengalir deras, terutama dari kalangan yang menilai islah telah gagal bahkan dianggap batal. Dalam hitungan hari, konflik PBNU kembali tampak terbuka di ruang publik.

Namun dinamika itu berubah cepat. Pada Minggu, 28 Desember, bertempat di Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya—kediaman KH Miftachul Akhyar—pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PBNU berkumpul, bersilaturahmi, dan mendeklarasikan bahwa kepengurusan PBNU kembali seperti semula. Gus Yahya kembali sebagai Ketua Umum, Gus Ipul sebagai Sekjen, dan Rais Aam tetap KH Miftachul Akhyar. Pesannya singkat, tetapi sarat makna: sudah rukun.

BeritaTerkait:

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Tenggat Waktu sampai Agustus Tak Ada Muktamar, PWNU dan PCNU Mosi Tidak Percaya ke PBNU

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

Rais Aam PBNU Ungkap Gelaran Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus, Tempat Belum Pasti!

Jika dibaca melalui kacamata teori resolusi konflik, langkah KH Miftachul Akhyar mencerminkan pendekatan principled negotiation (Fisher & Ury). Rais Aam tampak menolak islah yang lahir dari tekanan opini publik, euforia media sosial, atau desakan kelompok tertentu. Islah tidak dibiarkan menjadi reaksi emosional, melainkan ditempatkan sebagai hasil ijtihad politik-keulamaan dan pertimbangan kelembagaan.

Dalam konflik organisasi berbasis nilai seperti NU, penyelesaian yang tergesa justru berisiko melahirkan konflik laten. Johan Galtung menyebutnya sebagai negative peace: konflik tampak selesai di permukaan, tetapi menyimpan ketegangan struktural di dalam. Sikap Rais Aam yang sempat “menahan” islah dapat dibaca sebagai upaya memastikan perdamaian yang lebih substantif, bukan sekadar kosmetik.

Dari perspektif komunikasi politik, langkah ini juga sarat makna simbolik. Jürgen Habermas mengingatkan bahwa legitimasi tidak hanya lahir dari keputusan formal, tetapi dari proses komunikasi yang dianggap sah oleh komunitas.

Dengan menjadikan Pondok Pesantren Miftachussunnah sebagai locus islah, KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa rekonsiliasi PBNU bukan sekadar peristiwa administratif, melainkan peristiwa kultural-keulamaan.

Pesan simboliknya jelas: islah NU tidak ditentukan di hotel, ruang pleno, atau media sosial, melainkan di pesantren—ruang otoritas moral NU. Dan, itu terjadi di Pondok Pesantren Miftachussunnah.

Yang tak kalah penting, tidak muncul klaim siapa paling berjasa memediasi dua kubu yang berseteru. Justru sebaliknya, peristiwa ini menegaskan kembali bahwa komando dan otoritas tertinggi jam’iyah secara keulamaan berada pada sosok Rais Aam. Islah hadir sebagai keputusan kolektif, bukan panggung heroisme personal.

Dalam tradisi jam’iyah, pesantren bukan hanya tempat pendidikan, tetapi juga pusat legitimasi etis. Di titik ini, Rais Aam mengukuhkan bahwa jika islah terjadi, ia lahir bukan karena “tekanan publik”, melainkan karena keselarasan ijtihad antara Syuriah dan Tanfidziyah.

Pelajaran penting bagi warga NU adalah bahwa rukun tidak selalu berarti tanpa beda. KH Hasyim Asy’ari pernah mengingatkan, “Ikhtilaf itu rahmat selama dijaga adabnya.” Sementara KH Wahab Hasbullah menegaskan bahwa jam’iyah hanya akan utuh jika perbedaan dikelola dengan kebijaksanaan, bukan emosi.

Dalam konteks itu, islah di Pondok Pesantren Miftachussunnah bukan sekadar penutup konflik PBNU. Ia adalah penanda bahwa politik NU, betapapun riuhnya di permukaan, pada akhirnya selalu kembali ke pesantren—tempat konflik diturunkan nadanya, makna dirapikan, dan jam’iyah dijaga martabatnya.

Yusuf Mars, adalah CEO @PadasukaTV, CEO Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara dan Asia Tenggara (LEKSINAT). Mahasiswa Doktoral Sejarah Peradaban Islam UNUSIA.

Tags: GesturIslahKiai MiftachKonflik PBNUMembacaPBNUPolitikResolusi KonflikUpaya DamaiYusuf Mars
Share220Tweet138SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok
Opini

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

by liputan9news
April 28, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Saya sengaja menggunakan istilah “paslon” (pasangan calon) dalam membaca dinamika Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Istilah ini memang...

Read more
Gedung PBNU

Tenggat Waktu sampai Agustus Tak Ada Muktamar, PWNU dan PCNU Mosi Tidak Percaya ke PBNU

April 28, 2026
Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU (Foto: Dok.PMNU)

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

April 17, 2026
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Achyar, saat menghadiri Muskerwil PWNU Jawa Timur di Sunan Bejagung 2, Tuban, Jaw Timur, Minggu (12/4/2026) (Foto: ANTARA/HO-PWNU Jawa Timur)

Rais Aam PBNU Ungkap Gelaran Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus, Tempat Belum Pasti!

April 14, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2557
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

April 29, 2026
Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

April 29, 2026
Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi

April 29, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In