• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

January 18, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

Oleh: Aguk Irawan MN

liputan9news by liputan9news
January 18, 2026
in Opini
A A
0
Mencari Cermin yang Jernih dari Kasus Korupsi

Foto: ilustrasi (Ai/ASR/MSN)

511
SHARES
1.5k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Wajah kekuasaan seringkali terbentur pada sesuatu yang banal sekaligus mengerikan: korupsi. Ia bukan sekadar angka yang raib dari kas negara atau perut rakyat yang kian kempis. Di sana, ada yang lebih mendalam sedang runtuh: kehormatan agama.

Sejarah, dalam ingatannya yang paling purba, mencatat bahwa integritas bukanlah sesuatu yang turun begitu saja dari langit tanpa ujian. Bahkan di zaman Nabi SAW, ketika wahyu masih basah di lisan, bayang-bayang ketamakan itu sudah mengintai.

Ibnu Ishaq mencatat peristiwa di Bukit Uhud, ketika segelintir pasukan curiga akan pembagian ghonimah (harta rampasan). Kemudian ada yang ghulul. Sebuah tuduhan yang kemudian dibersihkan oleh langit melalui ayat, namun meninggalkan luka pada gagasan tentang kepercayaan.

Lalu ada Mid’am, atau mungkin Kirkirah. Seorang budak yang gugur di medan perang, yang secara lahiriah tampak sebagai martir. Namun, sebuah mantel yang ia selipkan secara sembunyi-sembunyi—hanya sebuah mantel—membuat Nabi berkata bahwa ia berada di dalam api. Bahkan, Nabipun tidak menyalatinya langsung, sebuah isyarat simbolik bahwa “mantel” yang digelapkan itu kini membakar tubuhnya di alam kubur.

BeritaTerkait:

Khutbah Jumat: Strategi Mencegah Korupsi Dengan Mempekokoh Keimanan (Tauhid)

KPK Panggil Dito Ariotedjo Hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

Perlu Pengawasan Publik Yang Ketat Kepada Sektor Perumahan Mengingat Rawan Korupsi

Di Tepi Gerbong Yang Retak

Korupsi, dalam fragmen ini, bukan soal besar kecilnya nominal. Ia adalah soal pengkhianatan terhadap amanah yang membuat “kesalehan visual” menjadi tak berarti. Pun dalam kisah perhiasan seharga dua dirham, atau kasus Abdullah Ibn al-Lutbiyyah, sang pemungut zakat yang mencoba melegalkan gratifikasi dengan dalih “hadiah”. Nabi dengan tajam bertanya: “Maukah kau duduk di rumah ayah dan ibumu, lalu melihat apakah hadiah itu akan datang kepadamu?”

Di sini, korupsi tidak sekadar merugikan rakyat secara ekonomi atau negara secara hukum. Korupsi adalah pembangkangan teologis—ia merugikan agama. Hadiah yang diterima Ibn al-Lutbiyyah merobek prinsip keadilan zakat. Menggelapkan mantel kemudian dijual ke pedagang berarti meremehkan harta umat. Ia adalah noda yang menodai sakralitas kepemimpinan dan amanah

Maka korupsi dalam perspektif ini adalah bentuk keserakahan yang menolak percaya bahwa rezeki sudah diatur, sebuah “kekufuran kecil” dalam tindakan. Korupsi, dengan demikian, adalah upaya memprivatisasi yang publik. Ia mencuri hak Tuhan yang dititipkan pada kaum dhuafa. Ia menjadikan agama hanya sebagai jubah, sementara di baliknya, nafsu terus menggerogoti.

Namun, sejarah Islam juga tidak hitam-putih. Kaku dan hanya satu warna. Ada sebuah oase kebijaksanaan dalam keadilan yang presisi. Di masa Khalifah Umar bin Khattab, saat Amul Maja’ah (tahun kelaparan) mencengkeram Madinah, kita menemukan sebuah paradoks hukum yang indah. Hatib bin Abi Balta’ah melaporkan budaknya yang mencuri dan menyembelih unta.

Secara legalistik, syarat nisab terpenuhi. Namun Umar, dengan ketajaman nurani, menolak menjatuhkan hukuman potong tangan. Umar melihat ada yang melampaui teks. Ia menemukan bahwa sang pencuri didorong oleh kelaparan yang eksistensial, bukan oleh keserakahan yang struktural. Di sini, mens rea atau niat jahat itu absen.

Sang pelaku, budak atau pegawai itu mencuri untuk menyambung nyawa, bukan untuk menumpuk harta. Dan, anehnya Umar justru menegur sang majikan yang tidak memberi upah layak.Di sinilah letak perbedaannya: Korupsi adalah kejahatan mereka yang “kenyang” namun ingin menelan lebih banyak, sementara pencurian karena lapar adalah jeritan mereka yang “hak”nya dirampas oleh sistem yang korup.

Selain itu ada fenomena yang ganjl. Sang Pengadil di meja hijau nampak amat ragu dengan pengambilan sanksi. Dari isitulah kemudian kita mengenal asas keadilan: bagi hakim, lebih baik memaafkan orang yang mungkin bersalah, daripada menghukum orang yang mungkin tak bersalah.

Korupsi tidak hanya merugikan rakyat secara materi, ia merusak estetika iman. Ia membuat doa-doa terasa hambar karena diucapkan oleh mulut yang memakan hak orang lain. Jika di zaman Nabi dan Umar keadilan diletakkan pada tempatnya—menindak tegas yang rakus dan melindungi yang terdesak—maka hari ini kita sering melihat yang sebaliknya: hukum yang tajam pada yang lapar, namun tumpul pada mereka yang bergelimang gratifikasi.

Bisa jadi tindakan korupsi adalah sebentuk ateisme praktis. Seseorang bisa saja bersujud ribuan kali, namun ketika ia mengambil yang bukan haknya, ia sedang berkata bahwa Tuhan tidak melihat, atau setidaknya, Tuhan bisa disuap dengan sekadar ritual. Dan di situlah, agama kehilangan jiwanya. Wallahu’alam bishawab.

Dr. KH. Aguk Irawan MN, Lc., MA., Pengasuh Pesantren Baitul Kilmah Yogyakarta, Santri Alumni Darul Ulum, Langitan. Pernah kuliah jurusan Aqidah-Filsafat di Al-Azhar University Cairo dan Sekolah Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga. Pengajar Antropologi-budaya di STIPRAM Yogyakarta, serta di Ma’had Aly KH. Ali Maksum Krapyak dan STAI Pandanaran Yogyakarta. Buku terbarunya terbit di penerbit Mizan Group; Genealogi Etika Pesantren, Kajian Intertekstual (2018) dan Sosrokartono, Sebuah Biografi Novel (2018).

Biografi KH. Mustaqim bin Husain

Tags: CerminKejujuranKorupsiRetak
Share204Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Khutbah Jumat: Strategi Mencegah Korupsi Dengan Mempekokoh Keimanan (Tauhid)
Khutbah

Khutbah Jumat: Strategi Mencegah Korupsi Dengan Mempekokoh Keimanan (Tauhid)

by liputan9news
January 28, 2026
0

Khutbah Pertama الحمد لله الذي أمر بالعدل والإحسان، ونهى عن الفساد في الأرض، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده...

Read more
KPK Panggil Dito Ariotedjo hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Panggil Dito Ariotedjo Hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

January 23, 2026
Salamuddin Daeng, Salamudin Daeng, Peneliti Senior Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) 

Perlu Pengawasan Publik Yang Ketat Kepada Sektor Perumahan Mengingat Rawan Korupsi

January 21, 2026
Foto: Ilustrasi

Di Tepi Gerbong Yang Retak

January 15, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In