• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

February 15, 2026
KH Abdul Wahab Hasbullah, Diplomat Ulung dan Arsitek NU yang Selamatkan Makam Rasulullah

KH Abdul Wahab Hasbullah, Diplomat Ulung dan Arsitek NU yang Selamatkan Makam Rasulullah

February 16, 2026
Antusiasme Rakyat Menguat, BRN Hadiri Kirab Budaya PSI di Kabupaten Tegal

Antusiasme Rakyat Menguat, BRN Hadiri Kirab Budaya PSI di Kabupaten Tegal

February 16, 2026
PNIB: MBG Program Bantuan Sosial, Jangan Lagi Memangkas Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

PNIB: MBG Program Bantuan Sosial, Jangan Lagi Memangkas Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

February 15, 2026
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Tradisi Munggahan dan Persiapan Menyambut Ramadan

February 13, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadan

February 13, 2026
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 16, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 15, 2026
in Opini
A A
0
Imam Jazuli

KH Imam Jazuli,Lc, MA, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon ,Jawa Barat (Foto: Dokpri/Imjaz)

505
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Bumi sedang tidak baik-baik saja. Krisis lingkungan global bukan lagi sekadar isu teoritis, melainkan ancaman nyata yang melanda seluruh lapisan kehidupan. Pemanasan global, didorong oleh emisi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, telah meningkatkan suhu bumi secara signifikan.

Secara teoritis, peningkatan suhu global telah melampaui ambang batas 1,5°C di beberapa wilayah, yang memicu bencana iklim multidimensional—dari mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, hingga badai ekstrem. Tahun 2025 tercatat sebagai salah satu dari tiga tahun terpanas dalam sejarah. Fenomena ini berwujud bencana ekologis: banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga gelombang panas yang mematikan, seperti yang melanda Eropa pada 2025.

Di Indonesia, dampaknya semakin nyata. Catatan bencana per Maret 2025 menunjukkan dominasi bencana hidrometeorologi (banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor) akibat perubahan iklim, dengan jutaan warga terdampak. Data WALHI (2021) bahkan menunjukkan praktik ekstraktif yang mengabaikan daya dukung lingkungan memperparah krisis ini, seringkali menggadaikan ruang hidup masyarakat marjinal demi keuntungan segelintir korporasi.

Dari Teologi ke Aksi

Dalam konteks ini, Green Initiative atau ketahanan lingkungan merupakan bagian dari tajdid (pembaruan) gerakan ekologis Nahdlatul Ulama (NU). Ini adalah respon strategis terhadap krisis iklim global. Sebagai organisasi Islam terbesar, NU memiliki peran krusial dalam mengintegrasikan teologi lingkungan (ekoteologi) ke dalam kesadaran umat.

BeritaTerkait:

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Teologi lingkungan dalam Islam menekankan bahwa alam adalah amanah Allah. Manusia, sebagai khalifah di bumi, memiliki tanggung jawab untuk memeliharanya, bukan merusaknya (QS. Ar-Rum: 41). Tajdid ekologis NU harus melampaui wacana dan masuk ke ranah kesalehan ekologis praktis. Tawaran solusi NU untuk keselamatan bumi, setidaknya ada tiga hal yang tak bisa dipisahkan sebagai tawaran solusi.

Pertama, adanya kurikulum pendamping pesantren berbasis lingkungan. Pesantren dapat mengintegrasikan pendidikan berbasis ekologi sebagai kurikulum pendamping. Santri dididik sadar lingkungan sejak dini, misalnya dengan sistem takzir (hukuman) berbasis ekologis seperti menanam pohon atau mengelola limbah sampah yang ramah lingkungan.

Kedua, pemberdayaan warga Nahdliyin. Melalui lembaga seperti LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim) NU membuat workhsop, seminar dan sosialisai intensif serta pemberdayaan komunitas lokal dalam konservasi lahan gambut, pertanian agroekologi, dan pengelolaan sampah ramah lingkungan harus masif dilakukan

untuk meningkatkan kesadaran warga Nahdliyin. Termasuk mencakup pendampingan masyarakat dalam mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan.

Ketiga, memperkuat advokasi dan regulasi ekologis (bersama PKB). NU bersama PKB wajib mengawal ketat regulasi tentang pemanfaatan kekayaan negara. Kebijakan tambang, minyak, dan hutan harus memprioritaskan kelestarian lingkungan dan hak rakyat adat/lokal di atas keuntungan korporasi.

Dengan langkah-langkah tersebut, NU tidak hanya menjaga bumi dari kehancuran fisik, tetapi juga menegakkan teologi yang ramah alam, mewujudkan rahmatan lil ‘alamin yang sesungguhnya. Keselamatan bumi adalah bagian tak terpisahkan dari iman.

Transisi Energi Berkeadilan

Krisis energi global yang dipicu oleh ketergantungan berlebih pada bahan bakar fosil telah menuntut akselerasi transisi yang mendesak menuju energi terbarukan sebagai solusi utama yang berkelanjutan dan aman. Peralihan ke sumber energi bersih—seperti matahari, angin, dan panas bumi—bukan sekadar upaya mitigasi perubahan iklim, melainkan langkah strategis untuk mengamankan ketahanan energi jangka panjang, mengurangi emisi karbon, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan memaksimalkan potensi energi baru terbarukan, secara otomatis mengurangi ketergantungan pada impor fosil yang rentan terhadap volatilitas harga dan menciptakan masa depan yang lebih ramah lingkungan serta berdaulat energi. Karena itu, krisis energi menuntut transisi ke energi terbarukan.

Namun, transisi ini seringkali elitis. NU harus memastikan bahwa transisi energi tidak hanya menguntungkan elit, tetapi juga melindungi ruang hidup rakyat kecil dan tidak menyebabkan land grabbing (perampasan tanah). Dan, NU memiliki potensi besar untuk menjadi jangkar perdamaian dunia, termasuk dalam isu iklim. Namun, diplomasi global NU tidak boleh kehilangan kompas moralnya—harus pro-lingkungan dan pro-manusia.

Sekali lagi, krisis lingkungan adalah ujian iman terbesar di abad ke-21. Jika NU berhasil mengintegrasikan nilai-nilai ekologi ke dalam struktur organisasinya, NU tidak hanya akan menyelamatkan Indonesia, tetapi juga menjadi model bagi peradaban dunia dalam menghadapi perubahan iklim.

Menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari iman dan wujud cinta tanah air hubbul wathon minal iman). Jadi, keselamatan bumi adalah harga mati. Saatnya NU berdiri di garda terdepan, siapapun nahkoda PBNU harus memastikan bahwa tanah yang kita pijak dan udara yang kita hirup tetap terjaga untuk generasi mendatang. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc , MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: BumiEkologisImam JazuliKeselamatanLingkunganNahdlatul UlamaNUTajdidTeologi
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 
Opini

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

by liputan9news
February 14, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Melihat sosok KH. Imam Jazuli hari ini, yang mengasuh dan berdiri di tengah ribuan santri di Pesantren...

Read more
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2527
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Abdul Wahab Hasbullah, Diplomat Ulung dan Arsitek NU yang Selamatkan Makam Rasulullah

KH Abdul Wahab Hasbullah, Diplomat Ulung dan Arsitek NU yang Selamatkan Makam Rasulullah

February 16, 2026
Antusiasme Rakyat Menguat, BRN Hadiri Kirab Budaya PSI di Kabupaten Tegal

Antusiasme Rakyat Menguat, BRN Hadiri Kirab Budaya PSI di Kabupaten Tegal

February 16, 2026
PNIB: MBG Program Bantuan Sosial, Jangan Lagi Memangkas Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

PNIB: MBG Program Bantuan Sosial, Jangan Lagi Memangkas Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

February 15, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In