• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

March 2, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
March 2, 2026
in Nasional
A A
0
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

503
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Satu abad pertama, NU berhasil membuktikan diri sebagai jangkar Islam ramah (rahmatan lil ‘alamin) yang mengawal tradisi Nusantara dengan Aswaja. Namun, memasuki milenium kedua, sarung dan kitab kuning—sebagai simbol kultural—menghadapi tantangan akselerasi zaman yang tak terelakkan. NU kini berdiri di persimpangan antara realitas ganda: sebagai organisasi Islam terbesar dengan akar kultural yang kokoh, sekaligus sebagai entitas yang tertatih-tatih merespons disrupsi zaman.

Jargon “NU tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana” kini terdengar usang dan kurang bermanfaat, bahkan cenderung menjadi pembenaran atas sikap ambivalen yang tidak menghasilkan kemaslahatan terukur bagi warga nahdliyin (umat). Karenanya, secara politik, NU sedang berada di titik kritis dan membutuhkan refleksi agar tidak sekadar menjadi Ormas penonton di tengah perubahan.

Tantangan pertama adalah relasi PBNU dan partai politik (khususnya PKB). NU, sebagai civil society yang melahirkan PKB, seharusnya menempatkan partai tersebut sebagai alat politik warga untuk memperjuangkan kebijakan berpihak pada umat. Sayangnya, relasi ini seringkali terjebak pada konflik elit, saling serang, dan delegitimasi yang memanas, terutama menjelang Pemilu 2024.

Atas nama Khittah 1926, elit PBNU banyak yang salah tafsir dengan sudut yang sempit, akhirnya membiarkan anak kandungnya (PKB) berjalan sendirian secara tertatih, bahkan tidak sedikit dari elit itu menjadi “penggembos” suara, sementara PKB yang merasa mandiri dan solid, hanya menonjolkan kepentingan elektoral dan perebutan kekuasaan, bukan perjuangan politik substansial untuk nahdliyin. NU perlu kembali pada khittah sebagai pengawal moral, tetapi tidak perlu antipati pada PKB yang didirikan para masayikh NU untuk menjadi wadah aspirasi warganya.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Tantangan berikutnya yang mendesak NU adalah kesenjangan digital. Saat dunia dakwah beralih ke layar kaca digital, konten moderat seringkali kalah cepat dengan narasi ekstrem. Umat membutuhkan bimbingan agama yang instan namun mendalam, sesuatu yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh gerakan dakwah konvensional.

Karenanya, NU perlu proaktif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi dan Aswaja An-Nahdliyah. Penguatan literasi digital di kalangan nahdliyin dan pengembangan konten digital yang menarik menjadi tantangan untuk melawan narasi ekstremisme di ruang siber. Secara keilmuan dan sanad, NU harus melahirkan “Ulama Digital” yang tidak hanya mahir bahtsul masail secara tekstual, tetapi juga cakap bahtsul masa’il kontemporer di dunia maya.

Berikutnya adalah perlunya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan NU menjadi krusial untuk menghadapi tantangan global. Hal ini mencakup peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pelatihan vokasional, dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Pendidikan transformatif, khususnya revitalisasi kurikulum pesantren dan LP Ma’arif NU, perlu memadukan penguasaan ilmu agama dengan literasi digital, sains, dan kewirausahaan untuk menciptakan nahdliyin yang berdaya saing.

Kemudian, perlunya revitalisasi format dakwah. Dakwah NU selama milinium pertama sering mengandalkan panggung dan gebyar seremonial, serta banyak diisi dengan agenda ritual tradisi, seperti peringatan kematian dan serupa, bukan tak penting, tapi perlu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi yang lebih mengarah pada peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

Selain melestarikan tradisi, dakwah juga harus fokus pada pemberdayaan umat, edukasi yang sifatnya mencerahkan, dan solusi terhadap persoalan kontemporer. Pemanfaatan platform digital untuk menyebarkan konten dakwah yang relevan dan mudah dipahami menjadi penting untuk menjangkau generasi muda.

Lalu tantangan berikutnya adalah penguatan akses kesehatan dan jejaring sosial-ekonomi. NU peru membuka akses terhadap layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga, termasuk nahdliyin, adalah hal mendesak. NU mendatang perlu menjadikan isu kesehatan dan penguatan jaring pengaman sosial sebagai target utama, seperti membangun klinik NU minimal di setiap kecamatan, serta memastikan pengawalan program BPJS bagi warga miskin, sebagai prioritas utama.

Lebih jauh, struktur ekonomi jamaah yang masih lemah membuat NU rentan terhadap polarisasi. Kemandirian NU bukan lagi wacana, melainkan keharusan untuk memberdayakan ekonomi melalui digitalisasi UMKM. Jika tidak, “sarung” yang menjadi simbol kebersahajaan berisiko tertinggal oleh cepatnya laju teknologi yang serba cepat.

Adapun wacana tentang Islam Nusantara dan Fiqih Peradaban tidak boleh terlalu melambung ke langit, tapi perlu menyentuh bumi, dengan kontekstualisasi dan internalisasi di tengah kebutuhan umat, juga harus diterjemahkan ke dalam program-program konkret yang menyentuh kebutuhan riil nahdliyin di akar rumput.

NU di abad kedua membutuhkan keberanian untuk berinovasi, beradaptasi, dan kembali fokus pada pemberdayaan umat demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan beradab. Tradisi harus dipertahankan, namun visi misi harus diperbarui.

Sebab kaidah al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah tidak cukup hanya memelihara tradisi lama yang baik, tetapi juga harus mengambil inovasi baru yang lebih baik. Prinsip ini berarti perlu menyeimbangkan pelestarian warisan (akidah/amaliyah) dengan kemajuan modernisasi (IPTEK), dan inilah yang nanti akan menjadikan NU terus eksis dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Milenium kedua adalah era di mana NU diuji untuk menjadi “pelayan umat” yang tidak hanya menyentuh aspek ukhrawi, tetapi juga menjawab permasalahan duniawi— politik, sosial, ekonomi, pendidikan, dan literasi digital—tanpa kehilangan jati diri tradisionalnya. Demikian diantara tantangan yang dihadapi dan harus menjadi program prioritas PBNU mendatang, siapapun nahkodanya. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Abad Kedua NUImam JazuliNahdlatul UlamaNUTradisiTransformasi
Share201Tweet126SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In