JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menyatakan dukungan terhadap penguatan supremasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta agenda transformasi pesantren yang diperjuangkan KH Imam Jazuli, Lc., M.A., Rais Syuriyah PBNU masa khidmah 2026–2031.
Dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa Nahdliyin dalam menjaga kehormatan ulama sekaligus mendorong pembaruan pendidikan pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman.
Bagi BEM PTNU Se-Nusantara, penguatan Syuriyah bukan sekadar persoalan struktur organisasi, melainkan upaya meneguhkan kembali otoritas ulama sebagai penjaga nilai keagamaan, Khittah 1926, dan arah perjuangan Nahdlatul Ulama.
Kehadiran KH Imam Jazuli di jajaran Rais Syuriyah PBNU dinilai membawa gagasan yang menghubungkan tradisi keilmuan pesantren dengan kebutuhan masyarakat modern.
Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon tersebut selama ini dikenal aktif mendorong pengembangan pesantren melalui berbagai program pendidikan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Selain penguatan otoritas Syuriyah, BEM PTNU Se-Nusantara juga memberikan perhatian terhadap gagasan transformasi pesantren yang dikembangkan KH Imam Jazuli.
Transformasi tersebut mencakup peningkatan tata kelola kelembagaan, penguasaan teknologi dan literasi digital, serta penguatan kemandirian ekonomi pesantren.
Melalui berbagai program, termasuk workshop pesantren transformatif yang menjangkau pengasuh pesantren di berbagai daerah, gagasan tersebut diarahkan agar pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Namun, modernisasi tidak boleh menghilangkan identitas dan tradisi keilmuan pesantren.
Prinsip al-muhafadzah ‘ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah atau menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik tetap menjadi pijakan utama.
Dalam pernyataan dukungannya, BEM PTNU Se-Nusantara menegaskan:
“Kami menyatakan dukungan penuh dan konsisten terhadap langkah strategis KH Imam Jazuli dalam mengawal Supremasi Syuriyah dan Agenda Transformasi Pesantren di Indonesia. Kepemimpinan beliau adalah manifestasi nyata dari perpaduan antara keteguhan tradisi keulamaan dan visi progresif masa depan umat.”
Dukungan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa masa depan NU dan pesantren membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk kalangan mahasiswa, dalam menjaga tradisi sekaligus membangun inovasi.
BEM PTNU Se-Nusantara juga mengajak seluruh elemen Nahdliyin untuk memperkuat persatuan dan bekerja bersama dalam membangun organisasi.
Dengan penguatan peran ulama dan transformasi pesantren, NU diharapkan terus berkontribusi dalam pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan peradaban Islam yang rahmatan lil alamin.
Bagi kalangan mahasiswa Nahdliyin, menjaga kehormatan ulama dan memajukan pesantren bukan dua agenda yang terpisah, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menyiapkan masa depan Nahdlatul Ulama.
























