TANGERANG SELATAN | LIPUTAN9NEWS
Sedang asyiknya menjalankan rutinitas membaca Al-Qur’an, kami terhenti membacanya pada ayat ke 79 dan 80 surat Al-Qashash. Ketertarikan kami pada kedua ayat ini membuat kami penasaran untuk mentadabburinya (memahaminya) melalui literatur kitab-kitab tafsir.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman :
فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
Artinya: “Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Qashash : 79)
وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلا يُلَقَّاهَا إِلا الصَّابِرُونَ
Artinya: “Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, “Kecelakaan yang besarlah bagi kalian, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar.” ((QS. Al-Qashash : 80)
Allah Swt. menceritakan bahwa Qarun pada suatu hari keluar memamerkan dirinya kepada kaumnya dengan segala kemewahan dan perhiasan yang dimilikinya, termasuk iringan kendaraannya, juga pakaiannya yang gemerlapan serta para pelayan dan para pembantu terdekatnya.
Dua reaksi/sikap manusia terhadap kekayaan Qorun :
1. Sikap orang yang silau dunia
Tatkala orang-orang yang menghendaki kehidupan duniawi dan silau dengan perhiasan dan kemewahannya melihat apa yang ditampilkan oleh Qarun, maka hati mereka berharap seandainya saja mereka memperoleh seperti apa yang dimiliki oleh Qarun. Hal ini disitir oleh firman-Nya:
{يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ}
Artinya: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.” (Al-Qashash: 79)
Yakni mempunyai keberuntungan dunia yang berlimpah.
2. Reaksi/sikap orang beriman, berilmu dan beramal saleh
Ketika orang-orang yang bermanfaat ilmunya mendengar ucapan ahli dunia itu, maka mereka menjawabnya:
{وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا}
Artinya: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh,” (Al-Qashash: 80)
Maksudnya, balasan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin lagi saleh di negeri akhirat lebih baik daripada apa yang kamu lihat sekarang. Sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis sahih yang mengatakan:
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خطر عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، وَاقْرَؤُوا إِنْ شِئْتُمْ: {فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman, “Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh apa (pahala) yang belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar (kisahnya) oleh telinga serta belum pernah terdelik (keindahannya) di dalam hati seorang manusia pun.” Selanjutnya Nabi Saw. bersabda, “Bacalah oleh kalian firman Allah Swt. berikut jika kalian suka,” yaitu: Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As-Sajdah: 17)
Adapun firman Allah Swt.:
وَلا يُلَقَّاهَا إِلا الصَّابِرُونَ}
Artinya: “dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar.” (Al-Qashash: 80)
As-Saddi mengatakan bahwa tiada seorang pun yang memperoleh surga kecuali hanyalah orang-orang yang sabar; seakan-akan kalimat ini merupakan kelanjutan dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dianugerahi ilmu.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa kalimat seperti itu tidaklah dikatakan kecuali hanyalah oleh orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang tidak menginginkan duniawi dan hanya berharap kepada pahala Allah di negeri akhirat.
Surat Al-Qashash ayat 79-80 mengisahkan Qarun yang memamerkan kemewahan hingga membuat orang yang cinta dunia iri. Ayat 80 menekankan teguran orang berilmu, beriman dan beramal soleh bahwa pahala Allah lebih baik daripada kekayaan duniawi.
Fokusnya adalah bahaya kesombongan harta dan keutamaan ilmu, iman serta amal saleh daripada kemegahan semu.
Konteks: Qarun keluar menemui kaumnya dengan pamer perhiasan dan kemegahan yang berlebihan.
Reaksi Manusia: Orang-orang yang gila harta (cinta dunia) mendambakan kekayaan Qarun, menganggapnya sebagai keberuntungan besar, dan ingin bernasib sama.
Pelajaran: Ayat ini menggambarkan sifat manusia yang mudah silau oleh gemerlap dunia dan melupakan akhirat.
Teguran Ilmuwan/Orang Beriman: Orang-orang yang dianugerahi ilmu (bijaksana) memperingatkan bahwa kemewahan Qarun tidak ada apa-apanya dibanding pahala Allah.
Hakikat Kebahagiaan: Pahala Allah dan ganjaran di akhirat jauh lebih baik bagi mereka yang beriman dan beramal saleh.
Penerima Pahala: Peringatan dan pahala besar tersebut hanya bisa diterima dan dihayati oleh orang-orang yang sabar.
Kekayaan yang dipamerkan (Qarun) adalah fitnah (ujian) yang sering menipu manusia. Ilmu yang sejati membawa manusia pada kesabaran dan ketaatan, bukan pada kesombongan harta. Keuntungan sejati adalah keimanan dan amal saleh, bukan harta dunia. Wallahu a’lam bisshowab.
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)
Domisili: Thali’a Clauster (Ps. Ceger) Jl. Musholla Nurul Huda No.1, blok B12Jurang Mangu Barat, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222 HP/WA +62852-1737-0897.






















