MAKKAH | LIPUTAN9NEWS
Musyrif Diny Kementerian Haji RI, KH Misbahul Munir menyampaikan bahwa ending atau output dari pelaksabaab ibadah Haji umat Islam harus lebih toleran terhadap perbedaan. Haji harus mencemerkan keberhasilan atau tri sukses yang harus dicapai penyelenggra haji yaitu Kementerian Haji (Kemenhaj). Tri sukse tersebut meliputi sukses secara Spritual, Ekosistem ekonomi, dan Peradaban.
Menurut KH Misbahul Munir, Haji mabrur itu meningkatkan semangat kebersamaan, gotong-royong dan persatuan dalam berbangsa.
“Misi haji bisa membawa Umat Islam lebih toleran terhadap perbedaan. Musyrif Diny banyak dari ormas keagamaan namun guyub dan kompak menghadapi dinamika perbedaan di internal dan mengedepankan persatuan dan persamaan,” ujarnya dari tanah suci Makkah, Sabtu (30/05/2026).
Lebih lanjut, Pimpinnan PP Majelis Dzikir Nurul Wathan (MDNW) itu, menyebutkan bahwa saat Jamaah Haji melihat dengan matakepala sendiri perbedaan suku bangsa, bahasa dan karakter, serta madzhab. Ternyata semuanya menghadap ka’bah yang sama. Dibawah Panji kalimat yang sama Lailaha Ilallah Muhamad Rasulullah.
“Artinya perbedaan suku bangsa, bahasa, madzhab dalam agama adalah hal yg biasa
Justru kita harus bersatu menghadapi musuh bersama yakni kedzoliman kebersamaan dan persatuan ini yg sangat ditakuti oleh kaum kuffar,” ucap Kiai Misbah dari tanah suci.
“Juga budaya gotong royong, saling bantu terhadap sesama saat bersama 221 ribu jamaah harus berlanjutvdiprkatekan di dalam negeri kita tercinta,” pungkasnya.

























