• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sulaiman Djaya

Kanak-kanak Senja Bagian Keempat

November 20, 2023
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Kanak-kanak Senja Bagian Keempat

Oleh: Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya by Sulaiman Djaya
November 20, 2023
in Uncategorized
A A
1
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, Budayawan

499
SHARES
1.4k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Di sebuah hari yang rimbun dan sendu……Kuarahkan dua mataku menembus lembab kaca jendela, memandangi dinding-dinding langit dan cakrawala. Rumput-rumput dan jalan basah seakan dunia-dunia yang terbaring dalam sapuan gelombang-gelombang angin yang mengirimkan dingin pada tubuh dan wajahku.

Sepasukan burung-burung kuntul melintasi keheningan menempuh perjalanan migrasi mereka, yang kuandaikan sebagai perubahan hidup dan pengulangan, atau tak ubahnya kesementaraan dan usia yang menghitungi dirinya sendiri, laiknya komposisi-komposisi musik jazz yang kurenungi. Di saat yang sama, gerimis kebisuan dan keheningan cuaca masih membasahi pepohonan dan tiang-tiang lampu sepanjang jalan. Sang waktu pun lelap bersama mimpi-mimpinya di antara buih-buih dan kabut.

Di sebuah November yang lugu….ada ingatan dan kenangan yang mongering terbawa udara. Meski dedaunan kadang-kadang bergeletar pelan, seakan apa saja yang diciumi gerimis yang kanak-kanak itu membeku dalam pandangan kedua mataku, mirip tangan-tangan gaib para malaikat yang ada dalam angan-angan dan khayalan.

BeritaTerkait:

Belajar dari Einstein

Seni yang Menyadarkan

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

Barangkali, bila waktu dan masa silam, yang orang-orang menyebutnya sebagai usia, dapat diringkas, tentu hanya puisi yang sanggup menerjemahkannya dalam kata. Tetapi waktu yang kupahami itu dapat pula dikiaskan sebagai maut yang tertunda.

Sebab, waktu yang kupahami itu tak lain adalah burung-burung di pagi hari, lidah-lidah cahaya di dahan-dahan basah, jari-jari lembut matahari yang setia menyentuh bumi, dan tanah-tanah lembab yang ditinggalkan hujan. Dan tentang ingatan masa kanak-kanak, ketika aku duduk berteman selampu minyak di antara hujan selepas isya….Karena, ketika kurenungkan segala yang pernah kulakukan di masa kanak-kanak, serasa tak ada yang berubah, dan itulah yang akan kunamakan sebagai waktu dan usia.

Orang-Orang Kampung

Aku lahir menjelang fajar. Suatu ketika, saat aku sendirian menjelang siang, aku merangkak sampai di tengah jalan di depan rumah. Padahal di tepi jalan itu ada saluran irigasi yang cukup lebar dan dalam, yang barangkali aku dapat saja tercebur jika tak diketahui oleh orang kampung yang lewat dan segera mengangkatku dan menggendongku –demikian menurut cerita beberapa orang di kampung kepadaku ketika aku telah menjadi lelaki dewasa.

Nama kakekku dari pihak ibuku adalah Haji Muhammad Ali, orang yang pendiam dan sangat tekun bekerja sebagai petani dan perajin perabot rumah-tangga dari bambu dan pohon-pohon pandan. Seringkali, bila ibuku menyuruhku untuk meminjam beras kepadanya, ia sedang menganyam bakul dan tampah dari bilah-bilah pohon-pohon bambu, dan hanya berhenti bekerja bila waktu sholat saja. Sesekali aku harus menunggunya pulang dari sawah, dan pada saat itu aku diajak ngobrol oleh nenek tiriku (yang kurang kusukai). Maklum, nenekku dari pihak ibuku sudah meninggal ketika aku lahir.

Berkat kekayaan kakekku dari pihak ibuku itulah, pamanku (adik ibuku) bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta di Jakarta hingga menjadi sarjana strata satu, hingga ia menjadi satu-satunya orang di kampungku yang kuliah, dan kakekku tentu saja satu-satunya orang di kampungku yang bisa meng-kuliahkan anaknya di perguruan tinggi di Jakarta.

Ibuku adalah perempuan yang dicintai oleh orang-orang di kampungku –terutama oleh kaum perempuan. Dan setelah ia wafat, penghormatan orang-orang kampung itu beralih kepadaku. Barangkali karena orang-orang di kampung tahu bahwa yang seringkali bersamanya saat ibuku bekerja di sawah-sawah mereka adalah aku.

Ia adalah tipe perempuan yang tidak suka mengobrol dan bergosip, dan hanya akan keluar rumah jika ada keperluan penting saja atau jika hendak membeli kebutuhan bagi dapur dan untuk mendapatkan bahan pelengkap makanan untuk makan kami. Ia sempat mengajar ngaji beberapa tahun sebelum akhirnya berhenti karena alasan harus mengoptimalkan keluarga dan harus istirahat karena telah banyak bekerja.

Di masa-masa sulit, ibu-ibu atau perempuan-perempuan di kampung akan bertanya kepada ibuku apakah kami punya beras untuk kebutuhan keluarga, dan karena itulah aku seringkali membawakan gabah-gabah mereka ke tempat penggilingan –yang berkat kerjaku membawa gabah mereka dengan menggunakan sepeda itu, kami mendapatkan beberapa liter beras sebagai upah.

Di masa-masa panen, ibu-ibu dan kaum perempuan di kampungku juga akan mengajak kami untuk turut memanen padi di sawah-sawah mereka, dan aku pula yang selalu ikut dengan ibuku. Dari pekerjaan itulah kami mendapatkan beberapa karung gabah (mendapatkan 1/4 bagian) –sesuai dengan kemampuan kami memanen padi di sawah-sawah mereka, sebagai bagi hasil dari kerja kami membantu memanen padi mereka.

Demikianlah cara-cara orang-orang di kampung menolong kami. Itu adalah masa-masa ketika adik-adikku belum lahir, dan bapakku seringkali tidak ada di rumah.

Sementara itu, di masa-masa senggang dari musim panen padi hingga waktunya menanam padi kembali, ibuku akan menanam kacang, kacang panjang, kangkung, dan juga rosella, yang kemudian akan ia jual kepada orang-orang kampung, dan tak jarang-orang di kampungku dan orang-orang di kampung tetangga datang langsung kepada kami untuk membeli bahan-bahan pangan yang dihasilkan ibuku itu.

Dari penjualan kacang, kacang panjang, kangkung, dan rosella (yang diolah menjadi kopi oleh ibuku dan kami itu)-lah, kami mendapatkan uang untuk membiayai sekolahku dan sekolah kakak perempuanku –sebelum akhirnya kakak perempuanku itu tinggal bersama pamanku (adik ibuku) dan meneruskan sekolah menengah pertamanya di Jakarta.

Jika aku lebih dekat dan lebih menghormati ibuku, tentu karena bagiku ibuku-lah yang dapat kukatakan sebagai orang yang setia dan punya komitmen, ketimbang bapakku yang ber-poligami dan sering tidak ada di rumah di masa kanak-kanak dan remajaku.

Selain menanam sejumlah sayuran dan yang lainnya, ibuku juga berusaha beternak, seperti memelihara ayam dan unggas, yang ketika besar dapat dijual kepada orang-orang yang lewat yang hendak ke pasar atau sepulang mereka dari pasar. Ternak-ternak kami itu terutama sekali akan banyak yang membelinya di hari-hari besar keagamaan, atau bila orang-orang di kampung hendak melaksanakan pesta pernikahan anak mereka atau mengkhitankan anak mereka.

Dan aku pula yang seringkali membantu ibuku untuk menangkap ayam-ayam itu bila mereka kebetulan sedang dikeluarkan dari kandang saat ada orang yang hendak membelinya tanpa diduga. Begitulah masa kanak dan masa remajaku yang lebih banyak dihabiskan dengan ibuku –selain ibuku juga lah orang pertama yang mengajariku membaca dan mengaji Al-Quran serta mengajariku tatacara sholat.

Sulaiman Djaya, (Budayawan)

Tags: Kanak-kanakSeni BudayaSulaiman Djaya
Share200Tweet125SendShare
Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya

Sulaiman Djaya, lahir di Serang, Banten. Menulis esai dan fiksi. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, simalaba, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012)), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, dan lain-lain.

BeritaTerkait

Sulaiman-Djaya
Opini

Belajar dari Einstein

by Sulaiman Djaya
March 10, 2026
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS “Saya bukan jenius, saya hanya selalu ingin tahu,” demikian ujar Einstein tentang betapa bakat dan kecerdasan saja...

Read more
Sulaiman Djaya

Seni yang Menyadarkan

February 27, 2026
Sulaiman Djaya

Pemimpin Harus Mengafirmasi Aspirasi Masyarakat

February 25, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

March 15, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    2 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In