• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Ahlus Suffah: Kaum Sufi dan Kemiskinan Ideal

April 16, 2025
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
Bahar Smith

Bahar Smith Minta Maaf kepada Rida dan GP Ansor

February 12, 2026
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Kemenag Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK

February 12, 2026
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Saat memberikan keterangan terkait kasus kuota haji 2024 yang sedang disidik KPK.

Yaqut Cholil Coumas Datangi BPK, Jelaskan Persoalan Kausus Kuota Haji Tambahan 2024

February 11, 2026
Gus Yaqut

Lawan KPK Melalui Praperadilan, Yaqut Gugat Batalkan Status Tersangkanya

February 11, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

Formula Kabupaten Bekasi Hadir di Tengah Bencana, Salurkan Bantuan untuk Warga Pesisir dan Babelan

February 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, February 13, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Ahlus Suffah: Kaum Sufi dan Kemiskinan Ideal

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA

liputan9news by liputan9news
April 16, 2025
in Tasawuf
A A
0
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

516
SHARES
1.5k
VIEWS

Cirebon | LIPUTAN9NEWS

Sufisme Islam selalu menawarkan sudut pandang segar dalam memaknai kehidupan, termasuk kemiskinan. Sufisme menjadi terasa sangat penting ketika Kementerian Keuangan RI mengabarkan ambang batas garis kemiskinan Indonesia meningkat seiring meningkatnya berbagai risiko perekonomian. Per Maret 2022, ambang batas kemiskinan menjadi Rp. 505.469 per kapita per bulan.

Sufisme Islam tidak saja mendorong seseorang hidup sejahtera dengan kondisi batin yang tidak terikat pada duniawi. Tetapi, ia juga menyajikan cara memaknai hidup bagi orang-orang yang masih berada di garis kemiskinan walaupun sudah berupaya dengan segala cara. Sebab, laporan Badan Pusat Statistik tentang 26,16 juta orang miskin per Maret 2022 adalah realitas yang tidak bisa diabaikan.

Khusus bagi mereka yang sudah berikhtiar sepenuh tenaga dan segenap jiwa namun masih ditakdirkan berada di garis kemiskinan, Sufisme memiliki caranya tersendiri untuk memaknainya. Salah satunya melalui keteladanan para Sahabat Nabi yang disebut sebagai Ahlus Suffah. Mereka orang-orang fakir miskin yang tidak bersedih hati dengan kemiskinannya, dan tidak bahagia dengan kekayaan yang tidak berguna bagi peningkatan iman takwa mereka.

BeritaTerkait:

Kiai Ali Masukur Musa Lantik Idarah Wustha JATMAN Banten

JATMAN Akan Menggelar Baiat Syadziliyah Ad Dalhariyyah Watucongol

Gandeng YBM PLN, JATMAN Berikan Beasiswa Mahasiswa S2 dan S3 UNUSIA

JATMAN Serahkan Laporan Kagiatan Pelantikan dan Rakernas I kepada Kementerian Agama

Ada banyak catatan historis tentang Ahlus Suffah ini, misalnya diabadikan oleh Abu Abdurrahman as-Sulami (w. 412 H.) dalam kitabnya Tarikh Ahl al-Shuffah, oleh Abu Nu’aim al-Ashfihani (w. 430 H.) dalam Hilya al-Awliya’, dan Taqiyddin as-Subuki (w. 756 H.) dalam Al-Tuhfah fi al-Kalam ‘ala Ahl al-Shuffah. Kita tidak akan kehilangan catatan tentang suri tauladan kehidupan ini.

Abu Nu’aim menggambarkan secara umum karakter Ahlus Suffah ini sebagai berikut: mereka adalah orang-orang yang oleh Allah dijadikan sebagai panutan orang-orang miskin, suri tauladan bagi orang-orang arif bijaksana. Mereka tidak memiliki keluarga dan harta benda. Kekayaan dan perdagangan tidak memalingkan mereka dari berdzikir pada Allah. Tidak bersedih atas kurangnya harta benda duniawi, dan tidak bahagia kecuali mendapat apa yang menguatkan ibadah (Abu Nu’aim, Hilyah al-Awliya’, 1/338).

Ahlus Suffah menghadapi kemiskinan dengan tulus, ikhlas, dan bahagia. Kekayaan duniawi hanya akan mampu membuat hati mereka bahagia bila bermanfaat bagi kepentingan akhirat, menguatkan tubuh dan jiwa untuk beribadah. Sebaliknya, mereka bersedih bila mendapatkan harta benda yang memalingkan mereka dari berdzikir kepada Allah. Kekayaan yang dicari adalah kekayaan yang bernilai ukhrawi.

Ahlus Suffah menghabiskan hari-hari mereka dengan mendaras Alquran, mengkaji dan membacanya secara tartil. Mereka terus memanjatkan doa demi doa kepada Tuhan, berdzikir tiada henti, dan waktu mereka habis hanya untuk beribadah. Dengan meneladani kezuhudan dan kemiskian para Ahlus Suffah ini, urgensi sufisme Islam menjadi tambah nyata, terutama bagi 26 juta lebih rakyat miskin Indonesia.

Para Ahlus Suffah ini antara lain: Abu Dzar al-Ghifari, Salman al-Farisi, Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, Shuhaib ar-Rumi, Khabab bin al-Arat. Ahlus Suffah ini pula yang menjadi latar belakang turunnya ayat 52-54 surat al-An’am, yang mengisahkan orang-orang yang dicintai Allah dan mendapatkan rahmat-Nya (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, 4/34; Ibnu Taymiah, Majmu’ah al-Rasail wa al-Masail, 1/39).

Dengan diabadikannya Ahlus Suffah dalam al-Qur’an, umat muslim yang miskin mendapatkan kedudukan yang terhomat dalam Islam. Dengan demikian, kemiskinan bisa menjadi jalan paling lempang mengantarkan manusia pada kasih dan rahmat Allah swt. Dengan catatan, kemiskinan tidak membuat sedih hati namun semakin meningkatkan ketakwaaan dan keimanan pada Allah swt.

Mengingat derajat tinggi Ahlus Suffah ini, tidak heran Ahlul Bait pun bergaul dengan mereka sepanjang waktu. Hasan bin Ali dan Abdullah bin Ja’far adalah beberapa tokoh Alul Bait yang begitu sering bergaul dengan Ahlus Suffah dan menghormati kedudukan mereka. Para Ahlul Bait berhadap didoakan oleh Ahlus Suffah dan suka meneladani perilaku Ahlus Suffah (Abu Nu’aim, Hilyah al-Awliya, 2/34).

Keteladanan dari para sahabat Nabi dan Ahlul Bait Nabi di atas pantas menjadi pegangan umat muslim hari ini, terutama dalam memandang kedudukan orang miskin yang bertakwa. Orang miskin tidak boleh dipandang sebelah mata dan ditempatkan sebagai manusia kelas dua. Doa orang-orang miskin yang bertakwa sangat mustajab, dan karenanya Ahlul Bait sering meminta doa dari mereka.

Meminjam istilah Kiri Islam dari Hassan Hanafi dan Asghar Ali Engineer, Islam bertujuan membebaskan manusia dari kemiskinan. Di satu sisi, itu memang benar dengan menempatkan orang miskin sebagai objek. Tetapi, di sisi lain, orang miskin beriman juga sebagai subjek aktif (tidak melulu objek) yang kita butuhkan doa-doa mereka dan kita butuhkan sebagai sandaran moral.

Sebagai sandaran moral, otomatis orang miskin beriman adalah pemandu jalan hidup. Sebab, kemiskinan tidak melulu keterpaksaan melainkan kadang juga sebuah pilihan, sebagaimana dicontohkan Ahlus Suffah. Mereka memilih hidup miskin karena khawatir kekayaan memalingkan wajah mereka dari Allah. Jiwa-jiwa suci semacam ini akan semakin ideal bila dipegang teguh oleh elite negara, sehingga jauh dari perilaku koruptif yang memiskinkan rakyat secara struktural.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Ahlus SuffahBelajar TasawufJatmanKaum SufiKemiskinan IdealTasawuf
Share206Tweet129SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kiai Ali Masukur Musa Lantik Idarah Wustha JATMAN Banten
Nasional

Kiai Ali Masukur Musa Lantik Idarah Wustha JATMAN Banten

by liputan9news
December 14, 2025
0

TANGERANG | LIPUTAN9NEWS Mudir 'Ali JATMAN, Prof. Dr. K.H. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum melantik langsung Idarah Wustha Provinsi...

Read more
Media Sembilan Nusantara

JATMAN Akan Menggelar Baiat Syadziliyah Ad Dalhariyyah Watucongol

November 19, 2025
Penyarahan Beasiswa kerjasama YBM PLN dgn IA JATMAN utk Mahasiswa S2 dan S3 UNUSIA di PP Pasulukan Al-Masykuriyyah, Kamis (13/11/2025).

Gandeng YBM PLN, JATMAN Berikan Beasiswa Mahasiswa S2 dan S3 UNUSIA

November 13, 2025
JATMAN Serahkan Laporan Kagiatan Pelantikan dan Rakernas I kepada Kementerian Agama

JATMAN Serahkan Laporan Kagiatan Pelantikan dan Rakernas I kepada Kementerian Agama

November 12, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2525
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In