• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Al-Ghazali, Sufi Bergelar Hujjatul Islam yang Membahas Konsep Politik

October 5, 2023
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Al-Ghazali, Sufi Bergelar Hujjatul Islam yang Membahas Konsep Politik

Oleh: KH. Imam Jazuli Lc, MA

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
October 5, 2023
in Tasawuf
A A
1
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

520
SHARES
1.5k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Pada abad 11-12 Masehi, Daulah Abbasiah kembali menyaksikan kelahiran Sufi besar dari Iran, yaitu Abu Hamid Muhammad al-Ghazali as-Syafi’i al-Asy’ari. Ia lahir di kota Thus, Iran, pada tahun 450 H./1058 M, dan dimakamkan di Masyhad, Iran, pada tanggal 14 Jumadil Akhir 505 H./19 Desember 1111 M.

Kebesaran al-Ghazali bisa dilihat dari berbagai gelar yang disandangnya: Hujjatul Islam (Argumennya Islam), Mahajjatuddin (Argumennya Agama), Zainuddin (Hiasan Agama), al-Alim al-Awhad (Yang Alim Satu-satunya), Muftil Ummah (Pemberi Fatwa Ummat), Barakatul Anam (Berkah bagi Kemanusiaan), Imamu Aimmatiddin (Imamnya Para Imam Agama), dan Syarful Aimmah (Kemuliaan Para Imam).

Imam al-Ghazali ini adalah seorang Sufi yang mazhab fikihnya mengikuti Imam Syafi’i dan mazhab teologinya mengikuti Imam Al-Asy’ari. Di bidang teologi Asy’ariah, ada tiga tokoh besar yang paling terkenal: Al-Baqilani, Al-Juwaini, dan Al-Ghazali sendiri. Al-Ghazali belajar langsung kepada Abul Ma’ali al-Juwaini yang bergelar Imam Haramain. Kepada Al-Juwaini, Imam al-Ghazali memperoleh berbagai disiplin ilmu.

BeritaTerkait:

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

Kemudian, pada usianya yang ke-34, al-Ghazali pergi ke Baghdad dan mengajar di Kampus Nizhamiah pada Masa Daulah Abbasiah atas perintah Wazir Saljuk bernama Nizhamul Muluk, yang berkuasa dari 29 November 1064 sampai 14 Oktober 1092. Pribadi Nizhamul Muluk ini memang terkenal sebagai pecinta ilmu dan sastra. Ia menggelar circle intelektual dan mengundang intelektual berbagai disiplin, seperti fikih dan hadits. Salah satunya adalah Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali.

Sebenarnya, bukan saja Imam al-Ghazali yang bersentuhan erat dengan Nizhamul Muluk melalui Madrasah Nizhamiah. Ada intelektual lain seperti penyair Umar Khayyam dan As-Sa’di (Penulis Bustanu as-Sa’di), Imaduddin al-Ashfihani dan Bahauddin Syaddah (dua pelayan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi), Abu Ishak as-Syirazi dan Abdullah bin Tumart (pendiri Daulah Muwahhidun, Afrika), dan termasuk juga sering hadir di Madrasah Nizhamiah ini Syeikh Abdul Qadir Jailani.

Konsep Politik

Pada tahun 2007 silam, terbit sebuah film berjudul “Nizhamul Muluk dan al-Ghazali,” yang menggambarkan kedekatan politik antara al-Ghazali dan Nizhamul Muluk. Tentu saja, aspek intelektual al-Ghazali di bidang kalam, tasawuf, fikih dan tafsir tidak boleh diabadikan. Tetapi, aspek politik al-Ghazali juga tidak kalah pentingnya untuk kita pelajari dan kita guguhi bersama.

Al-Ghazali juga memiliki perhatian terhadap urusan politik, mengingat hubungannya dengan Nizhamul Muluk sangat erat. Demi kepentingan politik para Khalifah Abbasiah ini, Al-Ghazali menulis sebuah buku berjudul “Al-Mustazhhari,” yang membahas penolakan al-Ghazali atas aliran Batiniah.

Setelah menyerang aliran Batiniah ini, Al-Ghazali juga menyerang kaum Islamis yang terlalu radikal dalam berpegang teguh pada syariat islam. Khalifah Abbasiah merasa terusik dengan pemikiran dan gerakan radikal kaum puritan di zamannya itu. Al-Ghazali hadir untuk memberikan alternatif pemikiran yang menggabungkan Syariat dan Tasawuf (Ma’mun Gharib, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, Mesir Markaz Al-Kitab li Annasyar, 1998: 97).

Ma’mun Gharib mengatakan, Al-Ghazali memiliki pandangan politik yang sangat kuat, di mana agama dan politik tidak dapat dipisahkan satu sama lain, sebab Islam adalah agama sekaligus dunia; kehidupan sekarang sekaligus nanti di akhirat. Al-Ghazali menggambarkan bagan keterkaitan antara manusia, Tuhan, dirinya, dan masyarakatnya. Seluruh pemikiran politik al-Ghazali ini dituangkan dalam kitabnya berjudul “Fatihah al-‘Ulum”.

Dalam Fatihah al-’Ulum, al-Ghazali mengatakan: tujuan penciptaan manusia terangkum dalam agama dan dunia; tidk ada aturan agama tanpa aturan duniawi, karena dunia adalah ladang bagi akhirat; dunia adalah alat yang menyampaikan manusia pada Tuhan. Dunia akan mengantarkan manusia yang memanfaatkan dunia sebagai alat dan jalan semata, bukan menjadikannya sebagai tanah air dan tempat tinggal selamanya (Ma’mun Gharib, 1998: 98).

Menurut Ma’mun Gharib, al-Ghali membagi konsep politik menjadi empat tingkatan. Pertama, politik tertinggi, yaitu politik yang dijalankan oleh para Nabi. Hukum-hukum yang ditetapkan oleh para Nabi berlaku secara khusus maupun umum, baik menyangkut hal-hal lahiriah maupun batiniah.

Kedua, politik para khalifah, raja dan sultan. Mereka mampu membuat aturan yang berlaku kepada seluruh rakyatnya, secara pribadi maupun umum. Namun, aturan mereka hanya berlaku pada aspek-aspek lahiriah, bukan batiniah manusia. Jadi, aturan para raja dan sultan (presiden) hanya menyangkut hubungan sosial kemanusiaan lahirian.

Ketiga, politik para ulama yang membela agama, yaitu para ulama yang menjadi pewaris para nabi. Kebijakan para ulama ini hanya berlaku pada urusan batiniah saja. Umat manusia bisa akan lebih tinggi derajatnya apabila mengambil manfaat dan keuntungan dari ajaran para ulama. Namun, para ulama tidak mampu mencegah atau melarang hal-hal yang bersifat lahirian. Sebab, itu adalah ranah para khalifah, sultan dan raja (Ma’mun Gharib, 1998: 99).

Dalam kitabnya “Al-Iqtishad fi al-I’tiqad”, al-Ghazali menggambarkan agama sebagai fondasi dan raja sebagai penjaga. Rumah tanpa fondasi pasti runtuh, dan rumah tanpa penjaga pasti kehilangan. Dalam masyarakat majemuk yang berbeda-beda, kehadiran raja yang memiliki kekuatan memimpin dan menyatukan perbedaan adalah keharusan. Jadi, kehadiran aturan duniawi sangat dibutuhkan oleh agama, dan adanya aturan agama sangat dibutuhkan untuk meraih kebahagiaan akhirat nanti (Ma’mun Gharib, 1998: 101).

Alhasil, kita tahun, sufi besar sekilas al-Ghazali sangatlah peduli pada politik kekuasaan, sehingga banyak melahirkan karya seperti “Fatihah al-’Ulum” dan “al-Iqtishad fi al-I’tiqad”, dan lainnya yang membahas bagaimana seharusnya kekuasaan dijalankan sesuai Islam. Kita sebagai santri yang mengikuti jejak para ulama sufi dan mengamalkan ajaran-ajaran Tasawuf, sudah semestinya tidak mengabaikan politik kebangsaan maupun kekuasaan.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul Al-Ghazali, Sufi Bergelar Hujjatul Islam yang Membahas Konsep Politik, pada hari Rabu, 14 September 2022.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Tags: Al-GhazaliHujjatul IslamImam JazuliPolitikTasawuf
Share208Tweet130SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua
Nasional

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

by liputan9news
January 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli menjelaskan, ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul...

Read more
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

January 27, 2026
Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

January 27, 2026
KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

January 26, 2026
Load More

Comments 1

  1. Pingback: Memahami Makna Politik Identitas, Meluruskan Gus Yaqut - Liputan 9

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In