• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggelar kegiatan Milad ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Menggelar Kegiatan Milad Ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

January 30, 2026
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
Foto: Ilustrasi (MSN 2026)

Khutbah Jumat: Nisfu Sya’ban Momentum Merajut Perdamaian

January 30, 2026
Rais Aam Pimpin Pleno PBNU, Hasil Rapat Sepakat Ampuni Gus Yahya

Rais Aam Pimpin Pleno PBNU, Hasil Rapat Sepakat Ampuni Gus Yahya

January 30, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
January 31, 2026
in Bisnis
A A
0
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir (Foto: Ist/MSN)

491
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bekerja sama dengan Komunitas Muda Madura (KAMURA) menggelar Seminar Nasional bertajuk “KEK Tembakau: Instrumen Pemerataan dan Transformasi Ekonomi Madura” di Hotel Diradja, Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Seminar ini menjadi ruang diskusi lintas pemangku kepentingan untuk membahas masa depan industri tembakau Madura dalam kerangka pembangunan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh akademisi, peneliti, aktivis, serta perwakilan lembaga negara. Sejumlah narasumber yang hadir antara lain anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan, Dewan Pengurus LP3ES Gus Hamid, peneliti senior LP3ES Buya Tafta Zani, Kepala Biro Perencanaan dan Pembentukan KEK Paulus Riyanto, serta perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sri Hananto.

Eric Hermawan menilai usulan KEK Tembakau yang digagas Komunitas Muda Madura menarik karena menawarkan model pembangunan berbasis ekosistem ekonomi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia membayangkan sebuah ekosistem di mana proses penanaman, pengolahan, hingga industrialisasi berjalan dalam satu rantai nilai yang utuh.

BeritaTerkait:

KH. Abdul Hakim Mahfudz: Kombinasi Nasab, Leadership, dan Kemandirian Ekonomi sebagai Modal Kuat Memimpin PBNU

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Perbankan, HIPMI Bekasi Gelar Industrial Finance Summit

Kabantara Grup Ekspansi Usaha ke Tiga Provinsi dan Sebelas Kabupaten

BEM PTNU Se-Nusantara Dukung Komitmen Kemenkop, Koperasi Pesantren Harus Jadi Pilar Ekonomi Umat

“Dalam konteks tembakau, pembangunan tidak boleh berhenti pada industri rokok. KEK ini juga membuka ruang bagi pengembangan ekstraksi nikotin untuk kepentingan farmasi dan kosmetik,” ujarnya.

Eric menambahkan bahwa KEK Tembakau merupakan gagasan konkret untuk mengubah ketergantungan ekonomi masyarakat Madura menjadi sumber kesejahteraan yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi regulator, perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sri Hananto menyatakan bahwa pihaknya pada prinsipnya terbuka dan siap mendukung pembentukan KEK Tembakau, sepanjang menjadi tujuan bersama dan disiapkan secara matang.

“Jika secara prinsip KEK ini memang menjadi tujuan bersama dan disetujui oleh Dewan KEK, maka dari pihak Bea Cukai tentu akan mendukung,” terangnya.

Dalam sesi talkshow, peneliti senior LP3ES Buya Tafta Zani memberikan perspektif historis dan sosiologis mengenai tembakau di Madura. Ia menekankan bahwa tembakau tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan struktur sosial masyarakat Madura.

“Saya melihat tembakau bukan semata-mata fenomena ekonomi, tetapi juga bagian dari sejarah dan struktur sosial masyarakat Madura. Tembakau telah lama menjadi lokomotif penting ekonomi Madura,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada masa lalu, produksi rokok melalui industri rumahan di Madura merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap praktik ekonomi yang tidak adil. Menurutnya, fenomena tersebut seharusnya dibaca sebagai bentuk negosiasi ekonomi masyarakat Madura untuk bertahan hidup di tengah struktur industri tembakau yang timpang.

“Fenomena ini harus dilihat sebagai reaksi alamiah masyarakat terhadap struktur ekonomi tembakau yang tidak cukup adil bagi petani dan pelaku industri kecil,” jelasnya.

Dewan Pengurus LP3ES Gus Hamid menegaskan bahwa isu tembakau tidak dapat dipandang secara sempit hanya sebagai persoalan rokok dan perokok. Menurutnya, terdapat dimensi moral dan sosial yang kerap terabaikan, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan petani tembakau.

Menurutnya, tembakau memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih luas melalui berbagai produk turunannya.

“Banyak orang memandang tembakau hanya karena satu produknya, tanpa melihat beragam produk turunan lainnya,” katanya.

Seminar nasional ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi gagasan dan dukungan lintas sektor terhadap pembentukan KEK Tembakau di Madura. Melalui forum ini, LP3ES dan KAMURA mendorong agar tembakau tidak lagi dipandang semata sebagai komoditas bahan mentah, melainkan sebagai basis pembangunan ekonomi yang terintegrasi dan berkeadilan.

Diskusi yang berlangsung juga menunjukkan bahwa pembentukan KEK Tembakau tidak hanya memerlukan dukungan kebijakan, tetapi juga kesiapan riset, regulasi, serta sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, KEK Tembakau diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah, memperkuat posisi petani, serta membuka peluang industrialisasi baru bagi perekonomian Madura ke depan.

(MFA)

Tags: EkonomiKEK TembakauKomunitas Muda Madura (KAMURA)Madura
Share196Tweet123SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

KH Abdul Hakim Mahfudz atua Gus Kikin (Foto: Ai/MSN)
Opini

KH. Abdul Hakim Mahfudz: Kombinasi Nasab, Leadership, dan Kemandirian Ekonomi sebagai Modal Kuat Memimpin PBNU

by liputan9news
January 13, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, selalu menjadi sorotan, tidak hanya karena...

Read more
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Perbankan, HIPMI Bekasi Gelar Industrial Finance Summit

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Perbankan, HIPMI Bekasi Gelar Industrial Finance Summit

December 28, 2025
Bangun Hegemoni Bisnis Tambang Bauksit, Haji Lilur Kibarkan Bendera Kabantara Grup

Kabantara Grup Ekspansi Usaha ke Tiga Provinsi dan Sebelas Kabupaten

December 25, 2025
BEM PTNU Se-Nusantara Dukung Komitmen Kemenkop, Koperasi Pesantren Harus Jadi Pilar Ekonomi Umat

BEM PTNU Se-Nusantara Dukung Komitmen Kemenkop, Koperasi Pesantren Harus Jadi Pilar Ekonomi Umat

December 16, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In