• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Belajar Tasawuf dari Abu Yazid al-Bustomi

August 16, 2023

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Belajar Tasawuf dari Abu Yazid al-Bustomi

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
August 16, 2023
in Tasawuf
A A
0
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

511
SHARES
1.5k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Sufisme Islam lahir dari penggalian makna-makna al-Quran secara mendalam, menerjemahkannya ke dalam laku hidup, tentang arti kesederanaan dan cinta kasih pada seluruh umat manusia tanpa kecuali. Sufisme adalah praktik spiritual yang dibangun di atas keteladanan Rasulullah saw dan para sahabatnya.

Seiring waktu, ajaran Rasul dan jejak Sahabat dikembangkan oleh para tabi’in dan tabiut tabi’in, salah satunya Abu Yazid al-Bustomi yang hidup abad 3 Hijriah. Ia lahir dan wafat di Bustom, Iran, antara tahun 804-874 M. Dalam bahasa Persia, namanya dikenal sebagai Bayazid.

Salah satu guru sanad hadits yang diriwayatkannya berasal dari pendiri mazhab Ja’fari, yaitu Imam Ja’far ash-Shodiq, 83-148 H./702-765 M. (Az-Dzahabi, Siyar A’lam an-Nubala’, 13/86). Mazhab Ja’fari ini sangat populer di Iran sejak awal. Tidak heran bila Bayazid banyak terpengaruh oleh Imam Ja’far.

BeritaTerkait:

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

Salah satu ucapan Bayazid yang menggambarkan ajaran dan pemikirannya antara lain: “tidak ada tuhan selain Aku” dan “Mahasuci Aku, betapa agung diri-Ku,” (Munir al-Ba’labakki, Mu’jam A’lam al-Mawrad, Beirut, 1992: 106). Dalam bahasa Arab, ajaran ini disebut Wahdatul Wujud atau Unity of Being.

Dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam al-Ghazali mengomentari ucapan-ucapan syathahat Bayazid tersebut: “jika pun benar ucapan Bayazid tersebut, semoga itu dalam rangka merepetisi firman Allah SWT dan mengutipnya dalam ucapan-ucapan Bayazid sendiri.” Jadi, bagi al-Ghazali, Bayazid tidak sedang mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Misalnya, ucapan Bayazid “sesungguhnya aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku.” Ucapan seperti itu tidak bisa dipahami berasal dari Bayazid sendiri, kecuali sebatas mengutip firman Allah,” (Ghazali, Ihya’, Semarang: Taha Putra, 1/36). Pengutipan ayat Alquran dalam ucapan manusia absah dilakukan, dan tidak menyebabkannya murtad.

Ajaran Wahdatul Wujud ala Bayazid ini tidak lepas dari konsepnya tentang Insan Kamil. Bayazid mengatakan, Insan Kamil yang sempurna itu adalah seseorang yang dibalut oleh sifat-sifat Allah, dan ia sendiri tidak menyadari hal tersebut. Ia masuk dalam keadaan fana’.

Insan Kamil adalah orang yang meyakini penyatuannya dengan Allah yang menciptakannya dalam rupa-Nya. Namun, hal ini tidak mudah kecuali bagi para Nabiyullah dan pawa Waliyullah (Abdul Lathif at-Thaibawi, At-Tasawwuf al-Islami al-Arabi, Wikalah ash-Shahafah al-Arabiah, 2022: 77).

Dengan begitu, Bayazid masih meyakini bahwa para Nabi dan Rasul yang dikasih dan dicintai oleh Allah SWT adalah teladan dan contoh paling sempurna tentang realitas konsep Insan Kamil. Manusia yang paling sempurna tiada lain adalah para Nabi dan para Rasul, kemudian para Waliyullah yang mewarisi ajaran-ajaran Nabi dan Rasul. Dengan kata lain, Bayazid mengagumi para Nabi dan Rasul sebagai representasi kehadiran sifat-sifat Tuhan di muka bumi.

Ajaran-ajaran Sufistik Bayazid adalah akumulasi dari proses akulturasi antara Islam dan tradisi Persia. Dalam istilah ilmuan kontemporer, seperti Gus Dur, Bayazid sedang melakukan upaya pribumisasi Islam di negeri Persia. Salah satu tradisi intelektual Persia mengatakan bahwa segalanya lahir dari Allah dan kembali pada Allah. Alam semesta ada karena Allah (Abdul Lathif bin Abdul Qadir, Ta’tsir al-Mu’tazilah fi al-Khawarij wa asy-Syi’ah: Asbabuhu wa Mazhahiruru, Jiddah, 2000: 166).

Pribumisasi Islam ataupun akulturasi Islam seperti dikembangkan oleh tradisi intelektual sufistik bukan problem teologis yang berbahaya. Sebab, budaya dan tradisi lokal hanyalah bungkus lahiriah, sementara substansinya adalah nilai-nilai Islami. Hal itu mirip sepenuhnya dengan tradisi tahlilan saat mendoakan orang yang meninggal dunia, hari pertama, hari ketiga, hari ketuju, hari keempat puluh, hari keseratus, tahun pertama (haul), haul ke-2, ke-3, dan seterusnya.

Pada upacara tahlilan tersebut, substansinya tetaplah ajaran Islam, seperti membaca Alquran, membaca sholawat, dan berdzikir berjamaah, walaupun lahiriahnya adalah tradisi lokal. Pribumisasi Islam dan akulturasi Islam adalah proyek keagamaan yang sejak awal dipelopori oleh kaum Sufi, termasuk Bayazid ini. Tidak heran bila Islam di Nusantara kental dengan adat dan tradisi lokal, karena para da’i awal adalah para Waliyullah.

Memang benar tradisi lokal Persia mengatakan bahwa alam semesta ini datang dari Tuhan mereka. Tetapi, setelah Bayazid mengembangkan pemikirannya, umat muslim hingga hari ini menjadi tahu bahwa asal muasal alam semesta ini adalah Allah SWT, bukan lagi tuhan dalam pengertian ajaran lokal Pesia pra-Islam. Bayazid berhasil membahasakan ajaran Islam dengan bahasa tradisi lokal Persia.

Dengan begitu, Islam tidak lagi menegasikan kearifan lokal melainkan mampu mengislamisasikannya dari dalam. Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, bukan Islam radikal yang destruktif terhadap lokalitas. Islam Sufistik dengan kemampuannya beradaptasi tersebut sangatlah dibutuhkan, terutama bagi umat muslim yang hidup di dalam keragaman suku bangsa seperti Indonesia.

Islam tidak mungkin ditampilkan bermusuhan dengan nilai-nilai kearifan lokal, apalagi Indonesia dihuni oleh bukan saja umat muslim, di sana ada umat Nashrani, Hindu, Buddha, dan Konghucu, yang setiap orang memiliki nilai-nilai lokalitas masing-masing. Tentu saja, pribumisasi dan akulturasi ini sulit dikembangkan oleh mereka yang tidak tumbuh dalam tradisi intelektual sufistik.

Sebaliknya, dengan memperkuat tradisi sufistik, Islam akan tampil dengan wajah yang ramah terhadap adat dan tradisi lokal, seperti yang dicontohkan oleh Bayazid, di mana Islam dan lokalitas Persia tumbuh bersama saling melengkapi. Dari sini, kita perlu belajar terhadap Islam rahmah ala Bayazid dari Persia itu.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Imam JazuliKaum SufiSufisme
Share204Tweet128SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua
Nasional

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

by liputan9news
January 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli menjelaskan, ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul...

Read more
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

January 27, 2026
Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

January 27, 2026
KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

January 26, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In