JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief (HL) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.
KPK menduga ada aliran uang yang mengalir ke Hilman. Selain sebagai Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief juga menjabat sebagai petinggi Bendahara Umum PP Muhammadiyah.
“Penyidik memiliki dugaan bahwa ada aliran uang ke Dirjen sehingga itu yang menjadi utama. Kita berupaya untuk mendapatkan informasi dari yang bersangkutan,” ujar Plt Direktur Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, seperti dilansir Detikcom, Kamis (18/09/2025).
Asep menjelaskan jabatan Hilman penting dalam pelaksanaan haji dan umrah. KPK juga mendalami alur penerbitan Surat Keputusan terkait pembagian kuota haji.
“Ketika tadi alur perintahnya penerbitan SK tersebut, kita juga menanyakan tentang itu, menggali tentang itu, dari alur perintahnya menggali tentang itu. Bagaimana sampai SK ini terbit yang menjadi dasar kemudian terjadinya masalah ini,” sebutnya.
“Kemudian dari sisi uangnya juga, uang yang kembali, uang yang dari bottom up, dari jemaah itu. Ya tentunya juga pasti melewati Direktorat tersebut,” imbuhnya.
Hilman sendiri selesai diperiksa sekitar pukul 21.53 WIB, Kamis (19/09/).
Diketahui, Hilman mulai diperiksa sekitar pukul 10.22 WIB. Hilman mengaku dicecar KPK perihal regulasi yang ada dalam proses haki.
“Saya (diperiksa) pendalaman regulasi-regulasi. Regulasi-regulasi yang ada dalam proses haji,” ungkap Hilman
Hilman menyebut proses pembagian kuota haji telah dijelaskan ke pihak travel. Dia menyebut juga telah menjelaskan mengenai seluruh proses haji mulai dari tahapan hingga keberangkatan.
“Itu sudah disampaikan ke mereka semua ya. Proses yang dilalui, tahapan-tahapan yang dilakukan sampai keberangkatan,” pungkasnya.
























