• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

January 27, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Oleh: Dr. H. Dasuki, M.Pd.

liputan9news by liputan9news
January 27, 2026
in Opini
A A
0
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35
535
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Pertemuan dua figur berlangsung Minggu, 25 Januari 2026, di Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (Bima), Cirebon, bukan sekadar silaturahmi biasa. Kehadiran Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PP Pergunu di hadapan tuan rumah KH. Imam Jazuli, Lc., M.A. dan ratusan kader Pergunu Jawa Barat, menjadi sinyal kuat arah baru masa depan Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35.

Pertemuan ini semakin krusial jika dikaitkan dengan hasil polling terbaru dari padaSukaTV, yang menempatkan pasangan Kiai Imam Jazuli dan Kiai Asep di urutan pertama sebagai kandidat paling diinginkan oleh akar rumput Nahdliyin. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan manifestasi dari kegelisahan warga NU yang merindukan kepemimpinan yang berbasis pada karya nyata dan kemandirian pesantren.

Alasan utama yang memperkuat duet ini adalah kesamaan visi dalam transformasi Sumber Daya Manusia (SDM). Baik Kiai Imam Jazuli maupun Kiai Asep telah “selesai” dengan urusan domestik pesantren mereka; kini mereka fokus pada proyek besar: mencetak generasi Nahdliyin yang mampu mengisi ruang-ruang strategis di level nasional dan global.

Dalam orasinya semalam, nampak jelas bahwa pendidikan adalah garda terdepan. Kiai Asep dengan Amanatul Ummah-nya telah membuktikan bahwa santri bisa menembus fakultas kedokteran dan universitas top dunia. Di sisi lain, Kiai Imam Jazuli melalui Bina Insan Mulia telah melakukan disrupsi pendidikan pesantren dengan mengirimkan ratusan alumni ke berbagai belahan dunia setiap tahunnya.

BeritaTerkait:

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Rais Aam Pimpin Pleno PBNU, Hasil Rapat Sepakat Ampuni Gus Yahya

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Keduanya memiliki kesamaan pandangan mengenai urgennya menghidupkan kembali NU melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, pendidikan berkualitas, dan kaderisasi yang terstruktur. Kiai Asep dan Kiai Imam Jazuli sepakat bahwa pendidikan adalah kunci utama (kaderisasi) untuk mencetak kader NU yang tidak hanya mumpuni secara keagamaan, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut bukan sekadar retorika; Kiai Asep melalui Pesantren Amanatul Ummah dan Kiai Imam Jazuli melalui Pesantren Bina Insan Mulia telah terbukti konsisten mencetak generasi muda yang berdaya saing global.

“Saatnya NU tidak cukup hanya ngurusi orang meninggal, mulai dari talqin, 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, hingga haul. Itu penting, tapi yang mendesak adalah ngurusi yang masih hidup,” ujar Kiai Imam dalam sambutannya yang berapi-api di depan kader Pergunu, ketika menakar masa depan NU.

Statemen ini menekankan bahwa NU harus berfokus pada peningkatan SDM yang mampu bersaing, peningkatan taraf ekonomi warga, serta penguatan pola pikir yang modern namun tetap santun. Dengan menyiapkan kader yang unggul, diharapkan NU mampu bertransformasi. Tidak hanya kuat di struktur keagamaan, tetapi juga siap secara sosial-politik dan berdaulat secara ekonomi.

Sinergi antara Kiai Asep dan Kiai Imam Jazuli menjadi jawaban atas kebutuhan NU di Muktamar ke-35 nanti: sebuah transformasi dari jam’iyah yang lebih sering hanya fokus pada tradisi ritual menjadi penggerak peradaban, pendidikan, dan ekonomi umat.

Visi tersebut adalah jawaban langsung terhadap tantangan Indonesia Emas 2045. Mereka tidak lagi bicara tentang NU yang sekadar menjadi objek politik, melainkan NU sebagai subjek pembangunan yang menyiapkan teknokrat, diplomat, dokter, dan ilmuwan yang berkarakter santri. Keunggulan duet ini dalam polling PadaSukaTV dapat dianalisis melalui tiga aspek.

Pertama, Kemandirian Ekonomi dan Organisasi. 

Masyarakat melihat keduanya sebagai figur yang mandiri secara finansial. Hal ini memberikan jaminan bahwa PBNU di masa depan tidak akan mudah “disetir” oleh kepentingan donor politik praktis. Mereka membawa modal kemandirian pesantren ke dalam struktur organisasi.

Kedua. Representasi Geopolitik Jabar-Jatim.

Pertemuan di Cirebon (Jawa Barat) semalam menegaskan soliditas poros Jabar-Jatim. Kiai Imam Jazuli sebagai motor penggerak pemikiran progresif di Jawa Barat, bersanding dengan Kiai Asep yang merupakan pilar utama dari Jawa Timur. Ini adalah kombinasi kekuatan kultural NU yang paling stabil.

Ketiga. Keseimbangan Intelektual dan Spiritual

Kiai Imam Jazuli mewakili figur intelektual muda yang tajam dan berani melakukan terobosan manajemen tetapi secara spiritul juga kuat dikenal sebagai Mujiz Dalailul khairat, sementara KH.Asep adalah sosok kiai sepuh yang alim, ahli riyadhah (jalur langit), namun memiliki eksekusi manajerial yang handal melalui Pergunu.

Jadi, pertemuan 25 Januari 2026 di Bina Insan Mulia ini adalah momentum “pulang ke rumah” bagi NU. Selama ini, ada kesan bahwa struktur NU mulai menjauh dari akar rumput pesantren. Duet KH. Imam Jazuli sebagai calon Ketua Umum Tanfidziyah dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai calon Rais Aam adalah upaya rekonsiliasi historis untuk mengembalikan marwah NU ke tangan para kiai yang benar-benar mengasuh santri.

Dukungan publik yang terekam dalam polling SukaTV menunjukkan bahwa Nahdliyin menginginkan pemimpin yang “berkarya dulu, baru memimpin”, bukan yang “memimpin dulu untuk mencari karya.” Duet KH. Imam Jazuli dan Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim adalah jawaban atas teka-teki kepemimpinan NU di era disrupsi.

Pertemuan semalam di Cirebon bukan sekadar seremonial Pergunu, melainkan deklarasi diam-diam tentang kesiapan mereka membawa NU menjemput Indonesia Emas 2045. Jika Muktamar ke-35 menginginkan NU yang mandiri, berkelas dunia, dan tetap teguh pada tradisi pesantren, maka pasangan ini adalah pilihan yang tidak bisa dielakkan lagi. Melalui pendidikan, mereka membangun peradaban. Melalui kemandirian, mereka menjaga martabat organisasi.

Dr. H. Dasuki, M.Pd., Ketua Pergunu Kabupaten Cirebon.

Tags: Asep Saifuddin ChalimCalon Rais AamDuetImam JazuliKetum PBNUKongres PergunuPasangan
Share214Tweet134SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)
Nasional

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

by liputan9news
January 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Pleno yang dipimpin Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di...

Read more
Rais Aam Pimpin Pleno PBNU, Hasil Rapat Sepakat Ampuni Gus Yahya

Rais Aam Pimpin Pleno PBNU, Hasil Rapat Sepakat Ampuni Gus Yahya

January 30, 2026
PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

January 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In