• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

September 8, 2023
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

Oleh: Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA

liputan9news by liputan9news
September 8, 2023
in Uncategorized
A A
0
Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)/Foto: Istimewa

505
SHARES
1.4k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Hubungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali memanas dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Itu bermula ketika Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut sikap politik apa pun dari Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak berpengaruh pada suara PKB.

Dalam program “Ngabuburit Bersama Tokoh” CNN Indonesia TV, Minggu (1/5), Cak Imin mengatakan “Semua lembaga survei (menyebut) pemilih PKB adalah loyal, solid sekali sampai ke bawah. Bahkan, Yahya Cholil, ketum PBNU ngomong apa aja terhadap PKB, enggak ngaruh sama sekali.”

Loyalitas pendukung PKB adalah fakta politik yang tidak banyak disadari orang. Di sisi lain, tidak besarnya pengaruh seorang ketua umum PBNU juga fakta politik yang tidak saja mungkin terjadi pada era kepemimpinan Gus Yahya, tetapi juga bisa dilihat dalam sejarah, setidaknya sejak Pilpres 2014 yang lalu. Pernyataan Cak Imin lebih kepada pemaparan fakta historis daripada opini belaka.

BeritaTerkait:

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Namun begitu, pernyataan Cak Imin dinilai arogan oleh Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz. Menurutnya, Cak Imin telah kehilangan akhlak komunikasi dan terlihat arogansi Muhaimin sebagai ketum PKB. Ishfah menambahkan bahwa PBNU berkontribusi pada kemenangan PKB, walaupun di bawah kepemimpinan Cak Imin, PKB tidak memberikan timbal balik yang sebanding bagi PBNU (CNN, 2 Mei 2022).

Dua sudut pandang di atas, PKB dan PBNU, perlu dibaca dari hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 kemarin. Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU), PKB berhasil mendulang suara sebesar 13.570.097 (9,69 persen) mendapat 58 kursi dari jumlah total suara sah nasional pada pemilu anggota DPR yang sebesar 139.970.810 suara.

Sementara di sisi lain yang berbeda, ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) memiliki anggota mencapai 91,2 juta per 2019. Menurut hasil Survei LSI mencatat bahwa populasi anggota NU mencapai 35,5 persen dari total 249,9 juta penduduk Indonesia.

Sampai di sini sudah bisa ditimbang secara garis besar. Dengan mengasumsikan 13,5 juta suara PKB berasal dari 91,2 juta warga NU, maka di sana ada sisa suara NU sebesar 77,7 juta yang tidak diperuntukkan untuk PKB. Dengan kata lain, PKB hanya mendapatkan 15 persen (13,5 juta) dari NU. Ke mana sisa suara NU yang 85 persen (77,7 juta) itu?

Pandangan Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz tidak dapat ditelan mentah-mentah. Walaupun di ruang publik sepintas membela citra positif kontribusi NU pada PKB, tetapi sudut pandangnya melahirkan konsekuensi logis lain yang kontraproduktif. PBNU akan dinilai hanya berkontribusi 15 persen pada PKB, dan 85 persen sisanya untuk parpol lain.

Menurut hemat penulis, ada fenomena politik yang bisa dijadikan sudut pandang dalam membaca kontribusi NU pada PKB. Hal itu bisa dimulai dari Pemilu 2014 dan 2019. Pada Pilpres 2014, KH. Said Aqil Siradj sebagai ketum PBNU kala itu secara pribadi mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Baru pada Pilpres 2019, Kiai Said Aqil mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Faktanya, sekalipun Kiai Said sebagai ketum PBNU mendukung Prabowo, warga NU tetap mendukung Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Baru pada 2019, Kiai Said dan warga NU sama-sama mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara di sisi lain, PKB sejak 2014-2019 konsisten mendukung Jokowi. Di sini memang ada persinggungan antara dukungan PKB pada Jokowi dan kontribusi NU pada PKB khususnya dan Jokowi umumnya.

Hanya saja, Ishfah Abidal Aziz tidak sadar bahwa PBNU dan warga NU adalah dua entitas politik yang berbeda. Karenanya, walaupun Kiai Said Aqil Siradj sebagai ketum PBNU mendukung Prabowo, warga NU lebih mendukung Jokowi. Begitupun seandainya kali ini Gus Yahya mendukung pilihan lain di luar pilihan PKB maka itu tidak berarti mewakili seluruh suara warga NU.

Andaikan ketum PBNU mewakili suara warga NU maka dukungan NU pada Pilpres 2014 akan mengalir ke Prabowo-Hatta Rajasa. Ini tidak terjadi sama sekali. Baru tatkala PBNU dan NU satu suara seperti saat Pilpres 2019, memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, maka terjadilah semua suara NU mengalir pada hilir yang sama.
Dalam konteks fenomena semacam ini, pernyataan politis Cak Imin bahwa sikap apapun dari Gus Yahya tidak akan memengaruhi soliditas 13,5 juta pemilih PKB. Sebab, Gus Yahya adalah representasi elite PBNU, sedangkan Cak Imin memaksudkan entitas warga NU. Sementara relasi PBNU dan warga NU merupakan dimensi lain yang tidak sederhana, bahkan bisa berseberangan satu sama lain seperti pada Pilpres 2014.

Warga NU adalah entitas politik yang berdaulat, bahkan tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh PBNU. Elite-elite pengurus PBNU bukan kiai-kiai kultural NU. Sekalipun elite-elite PBNU memiliki jumlah massa fanatik mereka masing-masing, namun faktanya kiai-kiai kultural NU jauh lebih besar basis massa mereka. Atau sebaliknya dengan asumsi aman dan paling minimalis, jika elite PBNU menguasai 77,7 juta suara, kiai-kiai kultural NU mampu menggalang 13,5 juta suara.

Realitasnya adalah adanya Gerakan Nahdliyin Bersatu di Jawa Timur. Gerakan kultural politik ini merupakan representasi batas pengaruh elite struktural PBNU dan kedaulatan warga NU. Gerakan ini dideklarasikan di Bangkalan, Madura. Pengamat politik yang juga Direktur Surabaya Survey Center (SSC) Mochtar W Oetomo menilai keyakinan didukung kalangan Nahdliyin tersebut cukup masuk akal. Itu lantaran jaringan figur Gus Muhaimin serta PKB yang selama ini dikenal memiliki irisan kuat dengan kalangan Nahdliyin. Di kalangan kiai muda yang populer adalah Gus Kautsar Kediri.

Akhir kata, menurut penulis, pernyataan kontroversial Cak Imin dalam membaca manuver politik Gus Yahya bukan sebuah arogansi dalam komunikasi, melainkan pemetaan yang akurat tentang besaran suara PKB yang solid dari atas hingga bawah. Hal itu mungkin terjadi karena jumlah warga NU yang mendukung PKB hanya 15 persen dari total warga NU yang 91,2 juta atau 35,5 persen dari populasi Indonesia. Wallahu a’lam bis shawab.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB, pada hari Senin, 9 Mei 2022.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Cak IminImam JazuliMuhaimin IskandarPBNUPKB
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Agenda

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

by Yuzep Ahmad
January 31, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa seluruh unsur...

Read more
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

January 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In