• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gaduh Soal Ritual Kendi Nusantara dan Pawang Hujan

Gaduh Soal Ritual Kendi Nusantara dan Pawang Hujan

July 30, 2022
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Gaduh Soal Ritual Kendi Nusantara dan Pawang Hujan

liputan9news by liputan9news
July 30, 2022
in Uncategorized
A A
0
Gaduh Soal Ritual Kendi Nusantara dan Pawang Hujan
496
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta, Liputan9 – Agama terdiri dari dua dimensi: dimensi lahiriah dan dimensi batiniah. Dimensi lahiriah adalah aspek eksoterik Islam, atau hukum-hukum syariat yang berbicara hanya seputar wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Semua aktifitas manusia tak bisa terlepas dari lima aspek ini dan kita sebagai hamba wajib mentaati lima aspek ini. Sementara dimensi batiniah ialah aspek esoterik Islam, atau nilai-nilai spiritual dan hikmah yang terkandung dari hukum-hukum syariat.

Keberhasilan islamisasi di Nusantara tanpa menimbulkan konflik dengan kebudayaan masyarakat Nusantara yang beragama ialah berkat pendekatan dakwah sufistik para pembawa Islam awal di Nusantara. Dakwah sufistik ialah mengedepankan aspek esoterik dalam beragama, atau pendekatan dakwah yang mengedepankan nilai-nilai hikmah yang terkandung dalam hukum-hukum syariat Islam atau aspek eksoterik Islam. Agama, menurut Said aqil Siraj, akan kehilangan sisi spiritualitasnya jika yang diajarkan hanya aspek eksoterik saja, cuma sebatas legal formal dan tekstualistik semata. Memahami Islam hanya sebatas tekstualistik dan legal formal saja akan melahirkan sikap ekstrem dan melampaui batas.

Contohnya ibadah puasa, bila anda memahami puasa hanya dari aspek eksoterik, yakni menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai fajar hingga terbenam matahari, maka anda akan kehilangan sisi spiritualitas dan puasa anda akan kering makna. Memang puasa anda sah secara fikih, tapi tak ada nilainya di mata Allah. Rasulullah saw menyindir orang yang beribadah hanya mementingkan sisi eksoteriknya. Sabda nabi saw: banyak orang berpuasa tapi tidak mendapatkan apap-apa dari puasanya, melainkan hanya lapar dan haus”. Contoh lain,adalah ibadah haji. Haji adalah ibadah yang sarat dengan simbol-simbol. Bila haji hanya dipahami secara eksoterik, maka anda hanya akan menghabiskan biaya dan tenaga, tanpa mendapatkan makna apapun dari ibadah badaniah ini. Haji secara spiritual adalah menghayati perjuangan Ibrahim dalam mentaati perintah Tuhan-nya. Haji adalah perjalanan manusia untuk kembali kepada fitrah kemanusiaannya, dimana semua orang sederajat di hadapan Allah SWT.

BeritaTerkait:

Kesempurnaan Ajaran Agama

Pembubaran Ibadah di Padang, PNIB: Agama Tidak Mengajarkan Permusuhan Kecuali Provokator Berjubah Agama

Fleksibelitas Ajaran Agama

Agama Tauhid

Dunia sufi adalah dunia yang akrab dengan aspek esoterik Islam, karena itu mereka banyak menggunakan simbol-simbol dan perlambang dalam dakwahnya. Masjid Agung Demak yang dibangun oleh Wali Sanga yang memiliki tiga cungkup bertingkat, persis dengan Pura agama Hindu, melambangkan dari iman, islam, dan Ihsan. Bedug, ketupat, gamelan, yang diciptakan oleh wali Sanga sarat dengan makna-makna sufistik. Tembang ilir-ilir yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga penuh dengan makna sufistik, yakni mengingatkan seseorang akan kematian dan bekal apa yang akan dibawanya untuk menghadapi kehidupan akhirat. Begitu juga dengan tradisi slametan, sekatenan, sarat dengan dengan pesan-pesan kegamaan. Tentu saja yang bisa menangkap pesan-pesan tersebut hanya bagi orang yang berpikir, dan para sufi berada dalam golongan ini.

Mircea Eliade, seorang filsuf sekaligus pakar sejarah agama-agama dan fenomenologi agama dari Rumania mengatakan: bahwa semua kegiatan manusia melibatkan simbolisme, bahkan simbol adalah cara khusus untuk mengenal hal-hal religius. Oleh karena manusia adalah makhluk fana dan penuh keterbatasan oleh hal duniawi, maka manusia tidak dapat memiliki akses ke hal yang sakral, dan yang transeden. Simbol adalah cara ekspresi yang lebih berkualitas dibandingkan perkataan manusia. Simbol mampu menampung informasi yang sulit bahkan yang tidak mungkin diekspresikan. Simbol adalah tanda-tanda realitas transeden, memberikan pandanan yang jelas mengenai keberadaan yang sakral itu. Simbol memiliki keunikan karena memberikan pemahaman yang jelas mengenai yang sakral dan realitas kosmologis yang tidak ada manifestasi lain mampu menyatakannya.

Eliade menyebut contoh ka’bah. Walaupun di satu sisi ka’bah hanyalah seonggok batu, namun umat muslim tak akan beranggapan sesederhana itu. Ka’bah disucikan dan di agungkan dalam Islam. Ka’bah ketika disentuh oleh yang sakral maka objek yang profan ini akan berubah. Ka’bah bukan hanya sekedar batu biasa, tapi sebuah objek suci dan menakjubkan, dan didalamnya terkandung yang sakral.

Titik puncak kesempuraan beragama sesorang, kata Said Aqil Siraj terletak pada kemampuan memahami ajaran Islam dan menyelaminya sehingga bersikap arif dan bijaksana (al hikmah) dalam segenap pemahaman dan penafsiran itu. Disnilah perlunya mengedepankan aspek sufistik dalam beragama, yakni aspek esoterik dari Islam. Pendekatan sufistik dalam beragama melahirkan sikap moderat serta tidak gegabah menuduh syirik, bid’ah, sesat, irasional, dan bodoh terhadap sebuah laku kebudayaan.

Ada sebagian orang mudah saja melontarkan tuduhan syirik, irasional, dan bodoh kepada Presiden Jokowi karena melakukan Ritual Kendi Nusantara atau kepada pawang hujan saat gelaran Moto GP di sirkuit Mandalika. Jika memahami makna tersirat dari Kendi Nusantara Anda tidak mampu, lalu bagaimana anda akan memahami wahdatul wujud-nya Ibnu Arabi yang sarat dengan simbol-simbol sufistik yang rumit. Dan kita sudah tahu dari kelompok mana tuduhan ini berasal. Yang jelas mereka kelompok anti budaya (baca: wahabisme).

Oleh: KH. M. Imaduddin, Sekretaris Majelis Dakwah Nusantara (MADINA)

Tags: AgamaImadudin
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Dr. KH. Zakky Mubarok, MA, Dewan Pakar Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)
Syiar Islam

Kesempurnaan Ajaran Agama

by liputan9news
August 8, 2025
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Apabila kita menelaah dan mengkaji ajaran Islam lebih dalam dan terperinci, kita akan menemukan bahwa ajaran Islam...

Read more
PNIB

Pembubaran Ibadah di Padang, PNIB: Agama Tidak Mengajarkan Permusuhan Kecuali Provokator Berjubah Agama

July 31, 2025
Zakky Mubarok

Fleksibelitas Ajaran Agama

July 29, 2025
Zakky Mubarok

Agama Tauhid

June 23, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In