Jakarta, LIPUTAN9.ID – Dewan Pengawas Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU), KH Andi Najmi Fuadi, angkat suara soal kasus Mario Dandy. Diketahui, Mario melakukan penganiayaan berat terhadap David Ozora yang berakibat fatal. Hal tersebut disampaikan dalam acara Taklshow yang diselenggarakan di Cafe dan Resto Dapurempa, Kantor LADISNU Jalan Antara 12 Jakarta Pusat.
Menurut Andi, terjadinya hal demikian tidak terlepas dari cara pola asuh orangtua terhadap anak yang menyebabkan perilaku anak menjadi keras.
“Membina anak tentu dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab, bukan berarti anak tidak boleh dimanja, tetapi harus diberitahu bahwa kamu harus bisa begini-begini dan juga harus bisa bertanggung jawab,” kata Andi usai Talk Show bertema Zakat dan Pajak Untuk Kemaslahatan Umat yang digelar LADISNU, seperti dikutip Kamis (9/3/2023).
Andi melanjutkan, diduga Mario juga menyebut tidak takut kalau harus menghilangkan nyawa adalah perilaku arogan dan susah diterima nalar di negeri yang memiliki hukum ini. Bila benar demikian maka pola asuh dari orangtua yang harus dilihat kembali.
“Menurut saya ini adalah satu kesalahan dalam mendidik anak, ini yang menurut saya harus diperhatikan,” ujar Andi.
Tak Hadiri Talk Show
Andi lalu menyayangkan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu yakni Suryo Utomo atau pejabat lain di Ditjen Pajak yang tidak menghadiri acara Talk Show bertema Zakat dan Pajak Untuk Kemaslahatan Umat yang digelar LADISNU. Sebab, tidak ada sudut pandang lain yang disampaikan dalam diskusi bersama publik itu.
“Sangat-sangat menyayangkan karena apa yang ada di perspektif peserta tadi tidak terkonfirmasi, tidak terjawab, maka tidak boleh disalahkan kalau kemudian perspektif (peserta atau publik) masih keliru,” ujar Andi.
Menurut Andi, acara Talk Show yang digelar yang digelarnya adalah momentum paling bagus untuk menjawab pertanyaan publik. Tapi sayang Dirjen Pajak Kemenkeu tidak hadir. Maka bukan kesalahan peserta kalau perspektifnya terhadap pajak masih keliru.
Senada, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), KH Masdar Farid Mas’udi menyampaikan, anak pejabat yang melakukan kekerasan harus dihukum dengan pidana yang sesuai dengan tindakannya.
“Anaknya dihukum sesuai aturan oleh aparat hukum yang bersangkutan,” jelas Kiai Masdar. (red)
























**finessa**
Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.