• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Benarkah Berdzikir untuk Menghadirkan Khodam?

Gerakan Masif Penjajahan Intelektual Antek Belanda Dulu dan Kini

March 29, 2024
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Gerakan Masif Penjajahan Intelektual Antek Belanda Dulu dan Kini

Oleh : Ahmad Suhadi, S.Pd.I

liputan9news by liputan9news
March 29, 2024
in Uncategorized
A A
1
Benarkah Berdzikir untuk Menghadirkan Khodam?

Ahmad Suhadi, S.Pd.I, Ketua Ikatan Mubaligh-mubalighoh Nusantara (IMMAN) DPD Kabupaten Bogor dan Katib JATMAN Kabupaten Bogor.

584
SHARES
1.7k
VIEWS

Bogor, LIPUTAN 9 NEWS

Belum juga reda pembahasan Polemik nasab dan memang tidak akan reda, selama klan Ba Alwi belum menjawab secara ilmiyah tesis Kyai Imadudin Utsman, jika klan Ba Alwi mampu menjawab tesis kiai Imadudin setidaknya bisa dengan melakukan permohonan maaf kepada segenap umat Islam di Nusantara dari doktrin-doktrin yang membodohi umat Islam Nusantara secara turun menurun atas pengakuan mereka sebagai dzuriyah Rosulullah SAW tanpa bukti dan data yg kuat baik dari segi kajian sejarah maupun kitab nasab.

Dalam menyoal 2(dua) permasalahan di atas, yaitu tidak mau menjawab tesis kyai Imadudin Ustman yang disampaikan langsung oleh pihak klan ba Alwi dalam hal ini Maktab Daimi Robithoh Alawiyah(MDRA), dan sulitnya mereka untuk meminta maaf kepada umat Islam Nusantara atas doktrin-doktrin yang membodohi umat Islam turun menurun hingga 100an tahun, kedua hal di atas adalah bisa menjadi indikator konspirasi doktrin penjajah yang memasang kaum ba Alwi di garda terdepan yang diduga untuk menghancurkan bangsa Indonesia dan ingin merusak aqidah umat Islam Nusantara sebagaimana yang telah diajarkan oleh para Walisongo sebelum kedatangan kaum ba Alwi.

BeritaTerkait:

Kearifan Lokal, Interaksi Intelektual dan Ironi Modernitas

Menurut hemat kami, gerakan misionaris Barat bukanlah perkara yang baru, sejak Christiaan Snouck Hurgronje (8 Februari 1857 – 26 Juni 1936) berkawan dengan Ustman Bin Yahya yang telah memigrasikan klan ba Alwi dari Yaman ke Indonesia dan diangkat secara terhormat sebagai Mufti Batavia seakan habib Utsman bin Yahya adalah ulama besar, tujuannya adalah untuk menghancurkan Indonesia sampai ke akar-akarnya dengan target jangka panjang.

Target penjajahan jangka panjang pemerintah Belanda untuk menghancurkan Indonesia bukan dengan target Politik dan Target militer akan tetapi dengan merusak budayanya yaitu bertujuan merubah mindset cara berpikir masyarakat muslim Indonesia.

Melatar belakangi penjajahan di Indonesia dengan cara menjajah Budayanya, karena pemerintah Belanda saat itu bukanlah pemerintah yang bodoh apalagi banyak tokoh-tokoh misionaris seperti Christiaan Snouck Hurgronje menjadi orang kepercayaan pemerintah belanda kala itu, karena mereka membaca masyarat Indonesia karakteristiknya petarung yang dibentuk oleh banyaknya kerajaan-kerajaan besar berpengaruh sepertiga dunia, sperti kerajaan Mataram kuno, kerajaan Singosari, kerajaan Sriwijaya, kerajaan Sunda, Kerajaan Pajajaran, kerajaan Majapahit dan kerajaan-kerajaaan lainnya. Maka jauh-jauh hari para ilmuan Belanda dengan membaca kondisi sosial, demografis dan geografis Indonesia membuat peta pertarungan Medan gerakan yaitu bukan dengan pisik tapi dengan cara merusak karakter budayanya.

Target penjajah Belanda dengan membaca kebudayaan Indonesia, kemungkinan besar telah terpikirkan jauh-jauh hari sejak kegagalan dalam menghadapi perjuangan rakyat Indonesia secara pisik, strategi target mereka untuk merusak Indonesia bisa tercapai 10, 20, atau 50 tahun itu bukan persoalannya, tapi yang pasti mereka ingin menargetkan negara jajahan mereka akan dirusak karena kepentingannya bukan hanya ideologi keagamaan tapi target ingin menguasai kekayaan negara Indonesia ini bisa tercapai, jika bukan target menguasai semuanya paling tidak negara Indonesia menjadi Negara persemakmuran.

Dalam pencapaian indikator target menguasai negara Indonesia, Belanda meminta saran untuk mendatangkan penduduk Yaman agar didatangkan sebagai tenaga kerja, tapi pada akhirnya dijadikan umpan oleh tokoh misionaris mereka dengan memasang Utsman Bin Yahya agar menjadi Mufti Belanda, diharapkan dengan fatwa-fatwa nya menjadi rujukan untuk menghancurkan ulama-ulama Indonesia yang selalu melakukan perlawanan dengan pemerintah Belanda kala itu.

Benarkah gelar Habib adalah gelar Ulama yang memiliki darah sebagai Dzuriyah Rosulullah? Tentu tidak! Sebagaimana gelar-gelar yang diklasifikasikan sebagai strata sosial yang ada di tanah Nusantara ini, maka oleh Belanda kaum imigran Yaman disetarakan level dengan gelar kehormatan yang ada di tanah Nusantara ini sebagai bentuk strata sosial, seperti ada gelar Raden,Andi, karaeng ( untuk gelar bangsawan), Buya, kyai, Gus, Aang dll (Gelar Keulamaan). Maka Gelar habib lah yang cocok untuk mengimbangi gelar Keulamaan di tanah Nusantara sebagai bentuk gelar penyeimbang.

Dengan adanya gelar habib yang telah dilegitimasi oleh pemerintah Belanda bertujuan untuk merusak kepercayaan umat Islam kepada ulamanya, apalagi habib akan berada pada tataran gelar kehormatan diatas ulama di negeri Ini, inilah jalan mulus untuk menjadikan doktrin-doktrin sesat klan ba Alwi menguasai negeri ini sebagai ajaran pembodohan terhadap umat Islam.

Selanjutnya, setelah umat Islam di doktrin dengan senjata kaum ba Alwi atas pengakuannya sebagai keturunan Rosulullah dan sebagai ulama yang harus diikuti, lambat namun pasti pengakuan umat Islam kepada gelar Habib akan menggerus kepercayaan terhadap ulama Pribumi yang telah mengajarkan ilmu dan ajaran Rosulullah yg lurus, akhirnya umat Islam akan menjauh dengan Ulamanya. Dalam kondisi ini akan lebih mudah memainkan peran politik adu domba yang menjadi andalan untuk melawan perjuangan masyarakat Muslim Indonesia.

Politik adu domba yg sedang dimainkan dari ideologi politik penjajah terhadap keberadaan kaum pribumi akan terus digelorakan oleh para pengkhianat negeri ini dari dulu hingga sekarang, tujuannya adalah agar kondisi sosial masyarakat Muslim Indonesia selalu melawan pemimpin bangsanya dan tidak mau untuk berpikir maju dan memajukan negeri ini. Ironis memang!

Keberhasilan dalam menerapkan politik adu domba, sekarangpun klan ba Alwi sebagai antek Belanda zaman dulu utk merusak budaya zaman kini sanggup membenturkan antara ulama Nusantara agar selalu ribut. Artinya mereka tidak perlu lelah dan cape melawan tesis kyai Imadudin tapi cukup dengan menerapkan santri dan ustadz-ustad yang notabene para Muhibbin habib diakui oleh masyarakat muslim Indonesia sebagai salah satu bagian ulama pribumi untuk melakukan perlawanan terhadap tesis kyai Imadudin dan kawan-kawan.

Kita mesti hati-hati menyikapi polemik ini, dengan kembali kepada jati diri Islam Nusantara lah diharapkan ada titik temu menghasilkan kompromi pemikiran sesama ulama Nusantara untuk melawan klan ba Alwi.

Ahmad Suhadi, S.Pd.I, Ketua Ikatan Mubaligh-mubalighoh Nusantara (IMMAN) DPD Kabupaten Bogor dan Katib JATMAN Kabupaten Bogor.

Tags: IntelektualPenjajahan
Share234Tweet146SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Sulaiman Djaya
Opini

Kearifan Lokal, Interaksi Intelektual dan Ironi Modernitas

by Sulaiman Djaya
September 24, 2025
0

BANTEN | LIPUTAN9NEWS Buku Ali Akbar Navis yang berjudul ‘Alam Terkembang Jadi Guru’ yang dipengantari oleh Taufik Abdullah dan diterbitkan...

Read more
Load More

Comments 1

  1. balmorex says:
    2 weeks ago

    **balmorex**

    balmorex is an exceptional solution for individuals who suffer from chronic joint pain and muscle aches.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In