• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Betawi

Jakarta Kota Global dan Berbudaya: Sebuah Renungan Masa Depan Betawi

May 28, 2025
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggelar kegiatan Milad ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Menggelar Kegiatan Milad Ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

January 30, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Jakarta Kota Global dan Berbudaya: Sebuah Renungan Masa Depan Betawi

Oleh: Lutfi Hakim

liputan9news by liputan9news
May 28, 2025
in Opini
A A
0
Betawi

Jakarta Kota Global dan Berbudaya: Sebuah Renungan Masa Depan Betawi

569
SHARES
1.6k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Jakarta hari ini bukan lagi sekadar ibu kota. Ia telah menjelma menjadi kota global dengan peran strategis dalam perekonomian nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta (UU PDKJ). Di tengah arus perubahan besar ini, muncul satu pertanyaan mendasar: Apakah masyarakat Betawi akan terus menjadi penonton di tanah sendiri, atau kini saatnya tampil sebagai pelaku utama?

Perubahan tak pernah datang tanpa perjuangan. Selama bertahun-tahun, para tokoh dan elit Betawi bekerja dalam senyap—berikhtiar agar budaya Betawi tak sekadar dikenang, tetapi juga diakui dan dilibatkan secara resmi dalam arah pembangunan kota.

Hasil dari kerja panjang tersebut kini mulai tampak. UU PDKJ secara tegas menyebut pentingnya pemajuan budaya Betawi, pelibatan lembaga adat, serta penyediaan dana abadi kebudayaan. Ini adalah capaian strategis yang membuka ruang seluas-luasnya bagi eksistensi Betawi di masa depan.

BeritaTerkait:

Tiga Kesepakatan Musyawarah Kubro NU di Lirboyo: Islah atau MLB

PWNU DKI Jakarta: Cabut Mandat Rais Aam, Segera Gelar MLB

Gelar Mukerda II MUI DKI Jakarta, Ajak Ulama Bangun Kota Modern dengan Melestarikan Islam Tradisional

Aktivis NU: Manfaatkan Budaya Betawi untuk Kemakmuran Rakyat

Jakarta bukan hanya pusat bisnis, jasa dan pemerintahan. Kota ini sedang menata dirinya menjadi kota global yang tetap berpijak pada akar budayanya—yang tercipta dari perjalanan sejarah yang panjang. Dalam menyongsong usia lima abad Jakarta, inilah saat yang tepat bagi masyarakat Betawi untuk menyelaraskan langkah, menyatukan pikiran, membuang ego pribadi dan kelompoknya untuk menjemput takdir baru kaumnya.

Namun jalan ke sana bukan tanpa tantangan. Kita tidak ingin budaya Betawi hanya hadir dalam seremoni untuk melengkapi panggung kosmetik kekuasaan atau dikenal sekadar lewat pantun sindiran seperti ini:

Dari Cibubur ke Gandaria
Nengok ngulon kali mati
Bangun tidur di rumah mertua
Ngucek mata nyendok nasi.

Saatnya kita ubah narasi ini. Kita ingin generasi baru Betawi yang bangun tidur di rumah sendiri. Generasi mengucek mata dengan penuh syukur atas rezeki hasil jerih payahnya sendiri, yang menyendok nasi dan menyingkap tutup saji di meja makan dari dapur usaha sendiri—bukan dapur mertua, apalagi dapur orang lain.

Betawi harus hadir bukan hanya sebagai simbol budaya, melainkan sebagai subjek pembangunan. Cukup sudah kita berada di pinggiran. Kini waktunya kita masuk ke tengah gelanggang. Menjadi jawara dan juragan di kampung sendiri. Turut ambil bagian dalam pembangunan sosial, ekonomi, kebijakan, dan kebudayaan kota.

Tapi untuk itu semua, kita butuh lebih dari sekadar program. Kita butuh revolusi kultural. Sudah terlalu lama kita hidup berdampingan tapi tidak saling kenal bagai sebuah kerumunan. Terlalu sering kita mati obor—tak tahu akar, tak tahu asal.

Padahal Betawi meski terbilang “Entis” termuda, tak punya marga, dan terbuka bagi siapa saja, justru punya satu kekuatan utama: rasa. Rasa sebagai saudara, sebagai keluarga yang nenek moyangnya bersentuhan langsung dengan penjajah dan rasa ketertindasan yang sama.

Kita punya budaya yang hidup. Kita punya identitas yang harus dicintai dan dibanggakan. Maka jangan ragu, jangan malu. Sudah waktunya kita memproklamirkan diri dengan lantang: “Gue Bangga Jadi Anak Betawi.”

Kebangkitan Betawi tidak bisa hanya dibebankan kepada tokoh-tokoh semata.
Ia harus menjadi gerakan kolektif bernafas kerempugan—digerakkan oleh para pemuda, diperkuat oleh perempuan, didorong oleh komunitas, dan dijaga oleh para sesepuh. Identitas budaya bukan hanya warisan, tapi juga perjuangan.

Jakarta hari ini telah ditetapkan sebagai kota global dan berbudaya. Tapi sebuah kota tanpa akar kearifab lokal yang kuat adalah kota yang kehilangan jiwanya. Maka, keberadaan masyarakat Betawi yang tangguh, mandiri, dan bersatu adalah kunci agar kota ini tetap hidup dan bermakna.

Kini kita punya peluang. Kita punya dasar hukum. Kita punya ruang. Yang perlu kita lakukan adalah bergerak bersama dalam barisan kerempugan—mengorganisir kekuatan, memperkuat kelembagaan, memperjuangkan revisi Perda Budaya, dan memastikan lembaga adat Betawi berdiri dengan legalitas dan integritas.

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan di kampung sendiri, mau bangkit di mana lagi? Saatnya kita bersinergi, bekerja sama dan bahu membahu dalam satu barusan guna “Menjemput Takdir Baru Kaum Betawi”. Tabik

KH. Lutfi Hakim, Wakil Ketua PWNU Jakarta

Tags: BetawiJakartaKH. Lutfi HakimKiai Luthfi
Share228Tweet142SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Tiga Kesepakatan Musyawarah Kubro NU di Lirboyo: Islah atau MLB
Nasional

Tiga Kesepakatan Musyawarah Kubro NU di Lirboyo: Islah atau MLB

by liputan9news
December 22, 2025
0

KEDIRI | LIPUTAN9NEWS Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Ahad (21/12/2025)....

Read more
KH Lutfi Hakim

PWNU DKI Jakarta: Cabut Mandat Rais Aam, Segera Gelar MLB

December 17, 2025
MUI DKI

Gelar Mukerda II MUI DKI Jakarta, Ajak Ulama Bangun Kota Modern dengan Melestarikan Islam Tradisional

June 23, 2025
Muzakki Kholis

Aktivis NU: Manfaatkan Budaya Betawi untuk Kemakmuran Rakyat

June 5, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In