• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Kaum Sufi dan Dakwah Islam

August 9, 2024
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Kaum Sufi dan Dakwah Islam

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
August 9, 2024
in Tasawuf
A A
0
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

522
SHARES
1.5k
VIEWS

Cirebon, LIPUTAN 9 NEWS

“Ada anggapan yang salah ketika sebagian orang mengatakan Dewan Walisongo memanfaatkan Raden Fatah, Putra Mahkota, menyerang kerajaan Hindu Majapahit, kemudian mendirikan kerajaan sendiri, Kesultanan Demak Bintoro. Padahal, Demak berdiri tahun 1481 M., sedangkan Majapahit runtuh tahun 1527. Dengan kata lain, ada rentang waktu 46 tahun di mana Majapahit dan Demak Bintoro hidup berdampingan secara damai.” (KH Imam Jazuli)

Hutang budi umat muslim kepada para Sufi dan jama’ah tarekat-tarekat mu’tabarah sangatlah besar. Para Sufi menjadi tonggak sejarah dakwah Islam yang mempesona, Para Sufi mengubah dari strategi penaklukan pada strategi persuasif dan kebijaksanaan. Islam tersebar ke penjuru dunia dengan damai tidak lepas dari gaya dakwah yang dilakukan oleh para sufi. Hutang budi ini baru terbalaskan bila kita tetap melanjutkan jejak para Sufi.

Islam tersebar ke benua Afrika seperti Senegal, Mali, Niger, Nigeria, Gana, Guinea, dan Chad tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para Sufi dari tarekat Tijaniah, Sanusiah, dan Syadziliah. Zawiya-zawiya dan ribat-ribat menjadi pusat para syeikh Sufi untuk menyebarkan Islam di tengah-tengah masyarakat pagan. Di negeri-negeri ini, Islam datang dengan wajah yang teduh nan sejuk. Bukan dengan perang dan kekerasan.

BeritaTerkait:

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

Negeri-negeri Afrika ini adalah negeri yang mayoritas penduduknya adalah orang-orang miskin. Para Sufi hadir di tengah-tengah mereka dengan menawarkan suri tauladan, mengajarkan ketakwaan dan kezuhudan. Para Sufi mendorong umat muslim untuk mengerjakan segala jenis kebaikan sosial, tolong-menolong, dan mempererat tali persaudaraan. Ajaran Sufi ini sangat tepat sasaran bagi mereka yang ditimpa penderitaan, terutama secara ekonomi.

Para syeikh tarekat juga tidak segan untuk belajar bahasa lokal mereka, kemudian bercampur baur dengan kehidupan masyarakat. Berkat penguasaan bahasa lokal itulah, umat dengan rela memeluk Islam, tanpa ada fanatisme untuk belajar bahasa asing (Arab). Pembelajaran bahasa Arab tidak dipaksakan, melainkan karena kesadaraan personal mereka yang ingin lebih dalam belajar Islam.

Bukan hanya di Afrika, peran kaum sufi dan tarekat dalam dakwah Islam juga bisa dilihat dari pengalaman anak benua India. Tarekat-tarekat yang berperan besar antara lain Chisytia yang didirikan oleh Khwaja Muinuddin Chishti (w. 930 M.), Kubrawiyah oleh Syeikh Najmuddin Kubro (w. 1221), Naqsyabandiah oleh Muhammad Bahauddin an-Naqsyabandi (w. 1389), dan Syaththariah oleh Syeikh Sirajuddin Abdullah Syattar (w. 1406).

Kehadiran tasawuf Islam di India ini tidak saja mampu merangkul umat muslim, tetapi juga mempengaruhi paham keagamaan lain. Misalnya, Guru Nanak Dev (w. 1539), pendiri Sikhisme, menggabungkan antara ajaran tasawuf Islam dan kearifan lokal Hindu, seperti dalam bukunya yang berjudul “Adi Granth”, kitab suci agama Sikh (Louis Massignon, Paris, 1954: 86-7).

Tidak hanya India dan Afrika, Nusantara juga menjadi saksi mata para Waliyullah yang juga Kaum Sufi itu mengajarkan ilmu-ilmu tasawuf, dengan perdamaian, bukan penaklukan militer. Dewan Walisongo menyebarkan Islam dengan pendekatan kebudayaan, kesenian wayang, musik gamelan, dan pendidikan pesantren. Dewan Walisongo tidak pernah menyebarkan Islam dengan kekerasan, peperangan militeristik.

Ada anggapan yang salah ketika sebagian orang mengatakan Dewan Walisongo memanfaatkan Raden Fatah, Putra Mahkota, menyerang kerajaan Hindu Majapahit, kemudian mendirikan kerajaan sendiri, Kesultanan Demak Bintoro. Padahal, Demak berdiri tahun 1481 M., sedangkan Majapahit runtuh tahun 1527. Dengan kata lain, ada rentang waktu 46 tahun di mana Majapahit dan Demak Bintoro hidup berdampingan secara damai.

Serangakan Raden Fatah yang didukung oleh Walisongo hanya terjadi ketika Ranawijaya Giriwardana mengalahkan Bre Kertabhumi (Brawijaya V), dan memindahkan ibu kota Majapahit ke Dhaha, Kediri. Kudeta Giriwardana terhadap Kertabhumi ini terjadi pada tahun 1478, atau 3 tahun sebelum Kesultanan Demak Berdiri. Kertabhumi adalah ayah kandung Raden Fatah. Jadi, otomatis seorang anak memiliki hak atas warisan ayahandanya sendiri. Serangan Demak berlangsung berkali-kali, dan baru dimenangkan pada tahun 1527.

Tentu saja, perlawanan Demak terhadap Majapahit di bawah kepemimpinan tidak sah Ranawijaya Giriwardana ini sah-sah saja. Itu juga terjadi di belahan dunia, ketika umat muslim menghadapi ancaman dari luar. Kita bisa melihat para syeikh Sufi yang terlibat dalam perang membela Islam, seperti Muqatil bin Sulaiman al-Balkhi (w. 158 H.), Hammad bin Salamah al-Bashri (w. 167 H.), dan Bisyr al-Hafi al-Baghdadi (w. 227 H.).

Dalam membela Islam, para sufi tidak gentar menghadapi kematian, bahkan di abad modern ini. Misalnya, Tarekat Mukhtariah, cabang dari Tarekat Qadiriah, di Aljazair di bawah kepemimpinan Amir Abdul Qadir mengobarkan perlawanan terhadap kolonial Prancis. Tarekat Sahiliyah di bawah kepemimpinan Syeikh Muhammad Abdullah Hasa melawan kolonialisme Ingris dan Italia di Somalia. Atau, Tarekat Sanusiah di Libya yang menjalin kerjasama dengan Turki Usmani untuk melawan kolonialisme Ingris dan Itali pada tahun 1911.

Di Nusantara, para sufi dari tarekat Syatthariah menjalin kerjasama dengan kiyai-kiyai dan santri-santri di pondok pesantren sej-Jawa Madura untuk bergabung dengan gerakan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1925-1930). Keterlibatan para sufi dan tarekat dalam politik dan peperangan pasti terjadi selama dalam rangka menyebarkan Islam, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Perang pasti terjadi jika itu terkait dengan kolonialisme asing atau kejahatan yang dilakukan pribumi.

Alhasil, dakwah Islam tersebar luas di seluruh penjuru dunia berhutang budi kepada para syeikh sufi dari berbagai macam aliran terekat. Kaum Sufi sangat tahu cara menyebarkan Islam dalam wajah yang sejuk, damai, dan harmonis. Tetapi, pada saat yang sama, kaum sufi terjun ke medan perang bila terkait dengan kolonialisme. Begitulah kontribusi mereka dalam dakwah Islam.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: DakwahImam JazuliKaum SufiSufiSufismeTasawuf
Share209Tweet131SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua
Nasional

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

by liputan9news
January 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli menjelaskan, ketegangan internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul...

Read more
Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

Duet KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin, Jawaban Konkret untuk Muktamar NU ke-35

January 27, 2026
Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

Pasangan KH. Imam Jazuli dan KH. Asep Saifuddin Dinilai Jawaban Konkret untuk Muktamar NU Ke-35

January 27, 2026
KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

KH Miftachul Akhyar: Nakhoda Kokoh PBNU, Menyatukan Sanad Keilmuan, Disiplin Tinggi, dan Amanah Kiai Sepuh

January 26, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In