JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah Swt. Apabila ingin mendapatkan pahala, ganjaran dan segala kebaikan yang menyertainya, maka harus dikerjakan dengan ilmu. Jangan sampai kita berlelah-lelah menahan lapar dan dahaga, namun ujungnya tidak mendapatkan apa-apa. Oleh sebab itu, sambut Ramadhan dengan memahami Fiqih Puasa secara praktis.
Khutbah Jumat dengan judul, “Pahami Fiqih Puasa, Jaga Keabsahannya”, sebelumnya telah tayang di NU Online pada Kamis 19 Februari 2026. Untuk mencetak naskah khutbah ini, silakan klik tautan diakhir naskah khutbah Jumat ini.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَرَضَ الصِّيَامَ عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ، وَجَعَلَهُ سَبَبًا لِتَطْهِيْرِ الْقُلُوْبِ وَتَرْبِيَةِ الْمُتَّقِيْنَ، وَخَصَّهُ بِالْأَجْرِ الْعَظِيْمِ تَشْرِيْفًا لِلصَّائِمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ الْمُوَحِّدِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَ قُدْوَةُ الْعَابِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، صَلَاةً دَائِمَةً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى، وَقَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan yang terus mencurahkan rahmat-Nya tanpa henti kepada kita semua. Atas izin-Nya pula, hari ini kita masih diberi kesehatan, tenaga untuk bekerja, dan semangat untuk menjalani hidup, sehingga dengan semuanya kita dapat melangkahkan kaki ke masjid dalam rangka ketaatan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., suri teladan utama dalam bersemangat ketika ibadah dan menjalani kehidupan. Semoga shalawat ini juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umat Islam yang istiqamah mengikuti gaya hidupnya hingga akhir zaman.
Selanjutnya, marilah kita memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kemudian, hendaklah kita introspeksi diri apakah hari-hari yang telah berlalu dihiasi dengan kebaikan untuk bekal akhirat?
Perenungan tersebut harus kita lakukan setiap saat. Sebab hal itu dituntun langsung oleh Allah SWT, melalui QS. Al-Hasyr ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam secara umum. Tidak boleh bagi seorang muslim pun, tidak mengerjakannya dalam kondisi normal. Apabila ada orang yang tidak berpuasa, sedangkan ia mampu dan tanpa halangan, maka ia berdosa.
Adapun kewajiban berpuasa ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dalam melaksanakan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan, kita tidak hanya bertugas untuk tidak makan dan minum pada siang harinya. Akan tetapi, terdapat syarat, rukun, dan ketentuan yang harus kita penuhi selama kita melaksanakan ibadah tersebut.
Oleh karena itu, kita harus mengetahui fiqih puasa secara praktis. Setiap ibadah, termasuk Puasa Ramadhan yang kita kerjakan tanpa ilmu, akan ditolak oleh Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Ruslan dalam kitab Az-Zubad, halaman 4:
وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُودَةٌ لَا تُقْبَلُ
Artinya, “Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amal-amalnya tertolak dan tidak diterima.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dalam mengerjakan puasa, terdapat syarat, rukun, dan ketentuan yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut diterima.
Adapun orang-orang yang wajib berpuasa harus memenuhi setidaknya empat unsur syarat, sebagaimana dijelaskan oleh Sirajuddin al-Balqini dalam kitab At-Tadrib fil Fiqhis Syafi’i, jilid I, halaman 338-339, yaitu: 1) Baligh (dewasa), 2) Berakal sehat, 3) Beragama Islam, 4) Kuat secara fisik melaksanakan puasa, dan 5) Suci dari haid (menstruasi) serta nipas bagi perempuan.
Maka, jika ada di antara kita orang-orang yang tidak memenuhi seluruh syarat tersebut, ia tidak wajib berpuasa.
Kemudian, ketika melaksanakan puasa, ada empat rukun saja yang harus kita lakukan, sebagaimana dijelaskan oleh Abu Syuja’ dalam kitab At-Taqrib, halaman 19, yaitu: 1) Berniat puasa (dilakukan di malam hari), 2) Menahan diri dari makan dan minum, 3) Menahan diri dari bersetubuh (dengan istri di siang hari), dan 4) Menahan diri dari muntah dengan sengaja.
Maka apabila keempat rukun itu kita laksanakan, puasa kita sudah bisa dianggap sah dan diterima oleh Allah. Sebab yang membatalkan puasa tidak jauh-jauh dari keempatnya.
Adapun yang membatalkan puasa itu, dijelaskan pula oleh Abu Syuja’ di dalam kitab dan halaman yang sama, yakni ada 10 hal: 1) Masuknya sesuatu ke rongga tubuh (al-Jauf) dengan sengaja, 2) Masuknya sesuatu melalui kepala, 3)Masuknya sesuatu ke kemaluan atau dubur, 4) Muntah dengan sengaja, 5) Berhubungan badan dengan sengaja, 6) Keluar mani karena bercumbu, 7) Haid, 8) Nifas, 9) Gila dan pingsan sepanjang hari, serta, 10) Murtad (keluar dari Islam)
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Selanjutnya, mengerjakan amalan-amalan pendukung atau sunnah sangat dianjurkan juga ketika berpuasa. Dalam kitab ‘Umdatus Salik wa ‘Uddatun Nasik, halaman 118, Ibnu Naqib menyebutkan banyak sekali sunnah-sunnah puasa yang dapat kita lakukan selama bulan Ramadhan, terkhusus di siang harinya.
Di antara sunnah-sunnah tersebut, ialah: 1) Menyantap sahur di akhir waktu, 2) Menyegerakan berbuka, 3) Berbuka puasa menggunakan kurma dengan jumlah ganjil, 4) Demawan (banyak bersedekah), 5) Rutin bersilaturahmi, 6) Membaca Al-Qur’an, 7) I’tikaf di masjid, 8) Menghindari ghibah, 9) Menghindari kata-kata kotor, dan, 10) Menghindari berbohong atau menyebarkan hoaks.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Demikianlah penjelasan sederhana tentang fiqih puasa secara praktis. Jadi, kita perlu mengingat kembali dan memahaminya dengan benar sebelum melaksanakan puasa.
Pemahaman yang berkaitan dengan hal-hal tentang puasa penting untuk kita mengerti, supaya ibadah yang kita kerjakan mendapatkan ganjaran pahala, sesuai dengan apa yang kita usahakan.
Adapun apa yang khatib sampaikan hanyalah sebagian kecil dari fiqih puasa. Apabila ingin mengetahui tentangnya lebih rinci dan luas, pergilah mengaji ke para ustadz dan kiai di sekitar kita.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Ustadz Muhaimin Yasin, Alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat dan Pegiat Kajian Keislaman.
Naskah Khutbah Jumat dalam bentuk PDF dapat di download dengan Klik tautan disini.
Khutbah Jum’at: Semangat Ibadah Bulan Sya’ban Jelang Ramadan






















