• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

February 3, 2026
Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

February 3, 2026
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto: Dok. MKRI)

MK Tolak Gugatan Legalisasi Nikah Beda Agama

February 3, 2026
Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rois Am PBNU

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rais Am PBNU

February 3, 2026
Husny Mubarok Amir, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Gus Salam, Gus Kikin dan Kiai Said Aqil Siroj, Harapan dan Kebutuhan Nahdlatul Ulama

February 3, 2026
Geger! Epstein Klaim Makan Malam 'Liar' Bersama Mark Zuckerberg, Reid Hoffman hingga Elon Musk

Geger! Epstein Klaim Makan Malam ‘Liar’ Bersama Mark Zuckerberg, Reid Hoffman hingga Elon Musk

February 3, 2026
Gus Yahya

Ancaman Dominasi Israel dan AS pada Board of Peace, Terjadi Perpecahan Sikap di Internal PBNU

February 3, 2026
Foto: Ilustrasi

Nabok Nyilih Tangan, Raja Jawa, dan Korupsi Kuota Haji

February 3, 2026
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)

Dukungan PBNU terhadap Board of Peace (BoP) Tuai Kecaman Warga NU

February 3, 2026
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, February 4, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
February 3, 2026
in Nasional
A A
0
Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU
491
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS – Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli menilai, Menjelang momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), nama KH Ma’ruf Amin kembali muncul sebagai figur yang dinilai paling mumpuni untuk menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Argumentasi ini didasarkan pada kombinasi langka antara kedalaman ilmu agama tradisional dengan kecakapan teknokratis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Secara kualifikasi dasar seorang Rais Aam, Kiai Ma’ruf telah melampaui standar. Beliau adalah sosok yang ’aliman (berilmu luas) dan faqihan (paham mendalam ilmu hukum Islam). Kedalaman tafaqquh fiddin beliau tidak perlu diragukan, mengingat beliau seorang pengasuh pesantren dan merupakan keturunan langsung dari ulama besar dunia, Syaikh Nawawi Al-Bantani, pengarang kitab-kitab rujukan utama di pesantren,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (03/02/2026).

“Namun, yang membedakan Kiai Ma’ruf dari figur lainnya adalah profil beliau sebagai “Kiai Teknokrat”. Beliau memiliki kemampuan unik dalam menerjemahkan nilai-nilai syariah ke dalam kebijakan publik dan sistem ekonomi makro,” sambungnya.

BeritaTerkait:

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rais Am PBNU

Gus Salam, Gus Kikin dan Kiai Said Aqil Siroj, Harapan dan Kebutuhan Nahdlatul Ulama

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Kiai Imam Jazuli juga menyatakan bahwa Peran Kiai Ma’ruf dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan bahwa beliau memahami seluk-beluk birokrasi dan organisasi modern secara mendalam.

“PBNU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu mengelola organisasi sebesar NU dengan manajemen yang profesional dan adaptif,” utaranya.

Selain itu, Kiai Imam mengatakan, meski memiliki kualifikasi yang unggul, perjalanan kepemimpinan Kiai Ma’ruf di PBNU memiliki catatan sejarah yang krusial. Pada periode sebelumnya, beliau harus melepaskan jabatan Rais Aam setelah resmi maju sebagai calon Wakil Presiden RI pada Pemilu 2019.

“Langkah tersebut dianggap melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama hasil keputusan Muktamar ke-33 NU, perkara rangkap jabatan ini diatur dalam Bab XVI. Bahkan, dalam pasal 51 ayat 4 diatur bahwa Rais ‘Aam, Wakil Rais ‘Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar; Rais dan Ketua Pengurus Wilayah, Rais dan Ketua Pengurus Cabang tidak diperkenankan mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik,” terangnya.

Konsekuensinya, kata Alumni Al-Azhar Cairo itu, melalui mekanisme rapat pleno, beliau diberhentikan dan jabatan Rais Aam diserahkan kepada K.H. Miftachul Akhyar sebagai Pejabat Sementara (Pjs) untuk menjaga marwah organisasi. Catatan ini menjadi bahan diskusi penting: di satu sisi, pengabdian di jalur kenegaraan adalah bentuk khidmat kepada bangsa, namun di sisi lain, kepatuhan pada konstitusi organisasi (AD/ART) adalah harga mati bagi integritas PBNU.

Saat ini, peluang K.H. Ma’ruf Amin untuk kembali memimpin PBNU sebagai Rais Aam tetap terbuka lebar dan rasional. Dengan berakhirnya masa jabatan beliau di pemerintahan, hambatan konstitusional terkait rangkap jabatan secara otomatis gugur.

“Adapun alasan kuat untuk mengusung kembali Kiai Ma’ruf didasarkan pada beberapa faktor. Pertama, tentu saja adalah pengalaman beliau sebagai mantan Wakil Presiden yang memberikan bobot politik dan sosial yang sangat kuat bagi NU dalam berhadapan dengan berbagai kepentingan global,” papar Pengurus Syuriyah PBNU 2010-2025 itu.

Kedua, beliau juga sangat paham struktur dan dinamika internal NU, sehingga mampu menjadi pemersatu di tengah keberagaman faksi di dalam jam’iyyah. Selain itu, sebagai kiai teknokrat, beliau dapat memastikan program-program strategis PBNU—terutama di bidang ekonomi kemandirian warga—dapat terakselerasi lebih cepat.

“Peluang tersebut tentu saja akan mendapatkan dukungan penuh dari akar rumput asalkan terdapat komitmen kuat untuk tidak lagi terjun ke politik praktis pada 2029. PBNU membutuhkan Rais Aam yang fokus sepenuhnya pada penguatan spiritualitas dan organisasi,” ungkapnya.

Dengan mengedepankan prinsip al-muhafazhatu ‘ala al-qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi baru yang lebih baik), KH Ma’ruf Amin adalah jembatan terbaik antara keagungan ilmu salaf dengan manajemen modern yang dibutuhkan NU menyongsong abad kedua keberadaannya.

“Sebab, beliau bukan sekadar simbol ulama, melainkan arsitek organisasi yang mampu membawa NU menjadi pemain kunci di level global,” Pungkasnya.

(MFA)

Tags: Imam JazuliKH. Ma'ruf AminKiai ImjazRais Aam PBNU
Share196Tweet123SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rois Am PBNU
Opini

Kepemimpinan Visioner Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin: Menimbang Kembali Sosok Kiai Teknokrat untuk Rais Am PBNU

by liputan9news
February 3, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Menjelang momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), nama K.H. Ma’ruf Amin kembali muncul sebagai figur...

Read more
Husny Mubarok Amir, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Gus Salam, Gus Kikin dan Kiai Said Aqil Siroj, Harapan dan Kebutuhan Nahdlatul Ulama

February 3, 2026
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2523
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

February 3, 2026
Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

February 3, 2026
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto: Dok. MKRI)

MK Tolak Gugatan Legalisasi Nikah Beda Agama

February 3, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In