• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

February 4, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Dinamika Demokrasi Indonesia; Dari Politik Ideologi ke Oligarki

September 23, 2026
Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Menembus Batas Dapil: Peduli Sesama, Jenguk Warga Sakit di Kota Malang

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
February 4, 2026
in Nasional
A A
0
Kiai Imam Jazuli Nilai Kiai Ma’ruf Amin Figur Paling Rasional untuk Posisi Rais Aam PBNU

KH. Imam Jazuli Pangasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) dan KH. Ma'ruf Amin Mantan Wakil Presdien RI dalam kunjungan di Ponpes BIMA, Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kiai Imjaz)

522
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli menilai, Menjelang momentum regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), nama KH Ma’ruf Amin kembali muncul sebagai figur yang dinilai paling mumpuni untuk menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Argumentasi ini didasarkan pada kombinasi langka antara kedalaman ilmu agama tradisional dengan kecakapan teknokratis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Secara kualifikasi dasar seorang Rais Aam, Kiai Ma’ruf telah melampaui standar. Beliau adalah sosok yang ’aliman (berilmu luas) dan faqihan (paham mendalam ilmu hukum Islam). Kedalaman tafaqquh fiddin beliau tidak perlu diragukan, mengingat beliau seorang pengasuh pesantren dan merupakan keturunan langsung dari ulama besar dunia, Syaikh Nawawi Al-Bantani, pengarang kitab-kitab rujukan utama di pesantren,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (03/02/2026).

“Namun, yang membedakan Kiai Ma’ruf dari figur lainnya adalah profil beliau sebagai “Kiai Teknokrat”. Beliau memiliki kemampuan unik dalam menerjemahkan nilai-nilai syariah ke dalam kebijakan publik dan sistem ekonomi makro,” sambungnya.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Kiai Imam Jazuli juga menyatakan bahwa Peran Kiai Ma’ruf dalam mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan bahwa beliau memahami seluk-beluk birokrasi dan organisasi modern secara mendalam.

“PBNU membutuhkan pemimpin yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu mengelola organisasi sebesar NU dengan manajemen yang profesional dan adaptif,” utaranya.

Selain itu, Kiai Imam mengatakan, meski memiliki kualifikasi yang unggul, perjalanan kepemimpinan Kiai Ma’ruf di PBNU memiliki catatan sejarah yang krusial. Pada periode sebelumnya, beliau harus melepaskan jabatan Rais Aam setelah resmi maju sebagai calon Wakil Presiden RI pada Pemilu 2019.

“Langkah tersebut dianggap melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama hasil keputusan Muktamar ke-33 NU, perkara rangkap jabatan ini diatur dalam Bab XVI. Bahkan, dalam pasal 51 ayat 4 diatur bahwa Rais ‘Aam, Wakil Rais ‘Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar; Rais dan Ketua Pengurus Wilayah, Rais dan Ketua Pengurus Cabang tidak diperkenankan mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik,” terangnya.

Konsekuensinya, kata Alumni Al-Azhar Cairo itu, melalui mekanisme rapat pleno, beliau diberhentikan dan jabatan Rais Aam diserahkan kepada K.H. Miftachul Akhyar sebagai Pejabat Sementara (Pjs) untuk menjaga marwah organisasi. Catatan ini menjadi bahan diskusi penting: di satu sisi, pengabdian di jalur kenegaraan adalah bentuk khidmat kepada bangsa, namun di sisi lain, kepatuhan pada konstitusi organisasi (AD/ART) adalah harga mati bagi integritas PBNU.

Saat ini, peluang K.H. Ma’ruf Amin untuk kembali memimpin PBNU sebagai Rais Aam tetap terbuka lebar dan rasional. Dengan berakhirnya masa jabatan beliau di pemerintahan, hambatan konstitusional terkait rangkap jabatan secara otomatis gugur.

“Adapun alasan kuat untuk mengusung kembali Kiai Ma’ruf didasarkan pada beberapa faktor. Pertama, tentu saja adalah pengalaman beliau sebagai mantan Wakil Presiden yang memberikan bobot politik dan sosial yang sangat kuat bagi NU dalam berhadapan dengan berbagai kepentingan global,” papar Pengurus Syuriyah PBNU 2010-2025 itu.

Kedua, beliau juga sangat paham struktur dan dinamika internal NU, sehingga mampu menjadi pemersatu di tengah keberagaman faksi di dalam jam’iyyah. Selain itu, sebagai kiai teknokrat, beliau dapat memastikan program-program strategis PBNU—terutama di bidang ekonomi kemandirian warga—dapat terakselerasi lebih cepat.

“Peluang tersebut tentu saja akan mendapatkan dukungan penuh dari akar rumput asalkan terdapat komitmen kuat untuk tidak lagi terjun ke politik praktis pada 2029. PBNU membutuhkan Rais Aam yang fokus sepenuhnya pada penguatan spiritualitas dan organisasi,” ungkapnya.

Dengan mengedepankan prinsip al-muhafazhatu ‘ala al-qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi baru yang lebih baik), KH Ma’ruf Amin adalah jembatan terbaik antara keagungan ilmu salaf dengan manajemen modern yang dibutuhkan NU menyongsong abad kedua keberadaannya.

“Sebab, beliau bukan sekadar simbol ulama, melainkan arsitek organisasi yang mampu membawa NU menjadi pemain kunci di level global,” Pungkasnya.

(MFA)

Tags: Imam JazuliKH. Ma'ruf AminKiai ImjazRais Aam PBNU
Share209Tweet131SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?
Pendidikan

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
September 24, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Read more
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

Dari Nol Menuju 10 Ribu Pesantren Rintisan yang Adaptif

September 19, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In